Ini Dia 5 Pola Asuh Tradisional yang Sebaiknya Mama Terapkan Sekarang

Yuk, terapkan bersama-sama, Ma!

22 Agustus 2018

Ini Dia 5 Pola Asuh Tradisional Sebaik Mama Terapkan Sekarang
Pixabay/mohamed_hassan

Tidak tersangkalkan lagi, perkembangan zaman yang semakin maju tentu saja turut memengaruhi gaya hidup seseorang dalam kehidupan berkeluarga. Alhasil, cara Mama mengasuh anak di era Millennial sekarang ini tentu saja berbeda dari cara-cara zaman dulu.

Namun, tahukah Mama? Ada beberapa metode tradisional terkait pola asuh anak yang sebenarnya dapat kita terapkan di zaman Millennial sekarang ini. Pasalnya, masing-masng memiliki manfaat yang positif untuk si Kecil. Yuk, kita simak di bawah ini!

1. Rutinitas makan bersama

1. Rutinitas makan bersama
Pixabay/skeeze

Setiap dari kita tentu saja memiliki impian yang sama terkait kehidupan keluarga yang diharapkan terjalin dengan harmonis. Tentu, hal ini hanya dapat diwujudkan dengan cara memastikan kedekatan satu sama lain antara anggota keluarga.

Menariknya, para keluarga di era sebelumnya memulai upaya untuk mewujudkan hal tersebut dengan cara memberlakukan rutinitas makan bersama di atas meja makan. Baik sarapan, makan siang hingga makaln malam.

Nah, hal ini ternyata sangat efektif dan patut untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga Millenial Mama. Ketimbang membiarkan Papa dan si Kecil makan di kamar masing-masing dengna jam yang berbeda, ayo berkumpul di ruang makan untuk mempererat hubungan.

Editors' Picks

2. Pembagian tugas antara Papa dan Mama

2. Pembagian tugas antara Papa Mama
time.com
Makan bersama orangtua

Hal yang paling menarik dari kehidupan di era Millennial sekarang ini adalah kesetaraan gender di mana Mama dan Papa dapat melakukan tugas-tugas rumah tangga secara bersama-sama. Bahkan, kalian dapat sesekali menukar tanggung jawab untuk beberapa kasus.

Meski begitu, sebagaimana yang dipercayai oleh para orangtua di era sebelumnya, tanggung jawab Mama sebagai orangtua haruslah mengacu pada pola asuh anak dengan cinta kasih. Di sisi lain, Papa dipercaya sebagai sosok yang bekerja untuk menunjang kebutuhan ekonomi.

Hal ini bisa diterapkan dengan tetap fokus pada peran Mama yang tetap harus mengasuh si Kecil serta Papa yang turut bekerja untuk kebutuhan financial keluarga. Setelah itu, kombinasikan pembagian tugas antara Papa dan Mama yang dapat membantu satu sama lain.

Itu artinya, Mama dapat tetap bekerja sembari mengutamakan tanggung jawab untuk mengasuh si Kecil.

Begitu juga Papa, Papa dapat tetap bekerja sebagai pencari nafkah namun dengan tetap berkontribusi mengasuh pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

3. Bermain di luar rumah

3. Bermain luar rumah
Pixabay/PublicDomainPictures

Menyambung pembahasan mengenai gaya hidup Millennial yang sangat dibantu oleh penggunaan teknologi, Mama pasti menyadari bahwa hal ini juga menjadi bagian hidup dari masa kecil anak mama.

Alhasil, si Kecil jadi cenderung lebih tertarik bermain permainan melalui gadgets ketimbang bersenang-senang dengan permainan tradisional yang mendorong si Kecil aktif di luar ruangan. Hal inilah yang sebaiknya diterapkan oleh Mama.

Pasalnya, menghabiskan waktu bermain dengan permainan tradisional di luar rumah jauh lebih bermanfaat ketimbang duduk, diam, dan mata terpaku pada layar gadgets.

Selain melatih kemampuan motorik dan kinerja otak, bermain di luar akan bikin si Kecil bisa bersosialisasi, Ma!

4. Meningkatkan kesadaran anak saat ia sendiri

4. Meningkatkan kesadaran anak saat ia sendiri
iaspaper.net

Perkembangan zaman memang sudah maju di mana beragam teknologi yang berhasil dikembangkan dari tahun ke tahun membantu Mama dan Papa dalam mengasuh si Kecil. Tanpa terkecuali dalam memastikan keamanaan anak kalian.

Meski begitu, Mama sebaiknya tetap meningkatkan kesadaran terkait segala kemungkinan negatif di mana si Kecil dapat saja terjebak dalam suatu isu tanpa adanya akses teknologi. Seperti, si Kecil hilang dan sendiri di suatu tempat asing.

Dalam rangka mengantisipasinya, Mama dianjurkan untuk memilih metode yang dilakukan oleh para orangtua di era sebelumnya. Mereka melakukannya dengan cara meningkatkan kesadaran kepada si Kecil tentang hal-hal yang harus dilakukan saat ia sendiri.

Lakukan dengan cara memberikan gambaran mengenai situasi terkait, lalu beritahu si Kecil mengenai hal-hal yang harus dilakukan saat ia berada di situasi tersebut. Pastikan, Mama mengomunikasikan sebab-akibatnya dengan gaya bahasa yang sederhana, ya!

5. Pengajaran sopan santun

5. Pengajaran sopan santun
Freepik/v.ivash

Berbicara mengenai hal-hal yang harus Mama ajarkan kepada si Kecil, Mama tentu saja tidak boleh melupakan pengajaran yang berkaitan erat dengan pembentukan karakternya. Tak terbantahkan lagi, hal ini turut meliputi nilai sopan santun.

Sebagaimana yang kita ketahui, nilai sopan santun merupakan nilai leluhur yang diwariskan oleh para orangtua dari era-era sebelumnya. Secara khusus di budaya Indonesia kita tercinta yang terkenal ramah dan sopan.

Maka dari itu, Mama sebaiknya turut menekankan pola asuh Mama terhadap si Kecil dengan mengajarnya untuk bersikap sopan terhadap siapapun. Secara khusus, ajarlah si Kecil menunjukkan sikap sopan santun kepada orang yang lebih tua ya, Ma!

Nah, bagaimana, Ma? Mama pasti tertarik untuk menerapkan masing-masing metode pola asuh tradisional di atas, bukan?

Baca juga: Cara Mengatasi Perbedaan Pola Asuh Anak dengan Orangtua

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.