Manfaat Menanamkan Akidah Anak Sejak Usia Dini, Ajarkan Yuk Ma!

Akidah yang kuat akan membuatnya menjadi pribadi yang bersyukur dan berani

12 September 2021

Manfaat Menanamkan Akidah Anak Sejak Usia Dini, Ajarkan Yuk Ma
Freepik/rawpixel-com

Menanamkan akidah anak wajib dilakukan oleh setiap orangtua. Hal ini karena akidah sejatinya merupakan fondasi utama dari agama Islam yang kuat.

Mengapa penting mengajarkan anak tentang akidah sejak usia dini? Hal ini karena ilmu yang anak pelajari selama kecil bagaikan memahat kayu; akan berbekas hingga waktu yang lama.

Di samping itu pula, ada banyak manfaat yang akan dirasakan anak ketika memiliki akidah. Misalnya, dirinya akan senantiasa bersyukur terhadap semua kondisi yang ia alami. Alhasil, anak tidak akan merasa bingung dan putus asa dalam menghadapi masalah kehidupannya.

Kira-kira, bagaimana mengajarkan akidah pada si Kecil? Untuk menemukan jawabannya, yuk simak informasi dari Popmama.com tentang manfaat menanamkan akidah anak sejak usia dini.

1. Apa yang dimaksud dengan akidah?

1. Apa dimaksud akidah
Unsplash/Ed Us

Terlebih dahulu, Mama harus paham tentang definisi dari akidah itu sendiri. Menurut KBBI, akidah merujuk kepada keyakinan pokok. Dari sisi istilah pula, akidah diartikan sebagai iman yang teguh di mana orang yang memilikinya tidak ada keraguan sama sekali.

Hal ini juga sesuai dengan buku Aqidah Islam, Yudi Irfan Daniel (2014: 3). Di situ, akidah dimaknai sebagai hal-hal yang kebenarannya wajib diyakini hati. Selain itu, apabila Mama memercayainya sepenuh hati tanpa ada keraguan, maka mampu mendatangkan ketentraman bagi jiwa.

Dalam hal ini, ketika berbicara soal akidah Islam, maka itu berarti meyakini semua nilai-nilai Islam, yang berasal dari firman Allah SWT dan sunah Rasulullah SAW, dengan sepenuh hati tanpa ada keraguan sedikit pun.

Editors' Picks

2. Sumber hukum dan istilah lain akidah

2. Sumber hukum istilah lain akidah
Freepik

Memang, semua hal yang berkaitan dengan akidah hanyalah bersumber dari dua hal, yakni Allah SWT dan rasulnya. Lebih tepatnya, akidah Islam ada pada firman Allah SWT yang tertuang dalam Alquran beserta hadis-hadis Rasulullah SAW.

Kendati demikian, istilah dari akidah sendiri sebenarnya tidak secara gamblang disebutkan dalam Alquran maupun hadis. Akan tetapi, penggunaannya sudah banyak digunakan oleh para ulama sehingga istilah tersebut boleh dipakai.

Nah, akidah sendiri sebenarnya memiliki sejumlah sebutan lain yang masing-masing mencakup hal yang sedikit berbeda. Berikut di antaranya:

  • Al-Iman, berarti akidah membahas hal-hal tentang keimanan sesuai dengan Alquran dan hadis.
  • Tauhid, menunjukkan bahwa akidah mengkaji keesaan Allah SWT.

  • As-Sunnah, berarti orang-orang yang memiliki akidah Islam juga mengikuti hadis dan sunah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

  • Asy-Syariah, merujuk kepada keyakinan para pemeluk akidah Islam terhadap ketetapan Allah SWT dan Rasulullah SAW serta menjadikannya sebagai pedoman hidup.

  • Ushuluddin dan Ushuluddiyanah, memiliki arti bahwa akidah juga berhubungan dengan rukun Islam, rukun iman, dan nilai-nilai lainnya.

3. Menanamkan akidah pada anak adalah wajib

3. Menanamkan akidah anak adalah wajib
(Unsplash/Mishary Alafasy)

Akidah itu bagaikan fondasi rumah. Setinggi apapun bangunan kalau dasarnya kuat, maka ia akan sulit roboh. Maka sesuai dengan analogi ini, penting sekali menanamkan akidah anak sejak usia dini.

Hal ini juga sesuai dengan hadis yang disampaikan oleh Jundub bin ‘Abdillah yang berkata,

عَنْ جُنْدُبِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ فَتَعَلَّمْنَا الإِيمَانَ قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا بِهِ إِيمَانًا »

Artinya: "Kami dahulu bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami masih anak-anak yang mendekati baligh. Kami mempelajari iman sebelum mempelajari Alquran. Lalu setelah itu kami mempelajari Alquran hingga bertambahlah iman kami pada Alquran" (HR. Ibnu Majah, no. 61. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih).

Dari hadis di atas, Mama bisa lihat bahwa para sahabat bahkan mempelajari iman (akidah) terlebih dahulu sebelum mengenal Alquran. Dalam hal ini, Mama harus berusaha untuk menumbuh keyakinan pada hati anak bahwa Allah, Alquran beserta kitab lainnya, para nabi dan rasul, para malaikat, hari akhir, dan takdir adalah benar dan nyata.

Ketika keyakinan itu sudah ada, maka apabila dirinya ingin belajar Alquran, maka ilmunya akan menjadi lebih bermanfaat. Sebab, di saat anak membaca Alquran, ia tidak hanya sekadar melantunkan ayat saja, dirinya juga akan mengamalkan ilmu tersebut karena ia percaya bahwa itu benar adanya.

4. Anak akan senantiasa bersyukur ketika paham akidah

4. Anak akan senantiasa bersyukur ketika paham akidah
Freepik/rawpixel-com

Menanamkan akidah anak sejak usia dini bukanlah sebuah sunah ya, Ma, tapi wajib. Jika anak mama sudah punya akidah yang kuat sejak kecil, maka insyaallah, Allah SWT akan menyayanginya. Apabila seorang hamba telah dicintai oleh Tuhannya, maka dunia dan seisinya sangat mudah diberikan oleh Allah lho, Ma.

Namun yang terpenting, ketika si Kecil sudah memiliki akidah yang kuat, maka hidupnya akan terasa lebih tenang. Dirinya tidak akan merasa takut karena Allah SWT tidak pernah tidur. Lantas, ia akan selalu mengandalkan pertolongan Allah dan menggantungkan harapan kepada-Nya. Sebab, anak mama sudah tahu bahwa janji Allah itu nyata dan Dia tidak akan mengecewakan hamba-Nya yang percaya. 

Di samping itu, anak mama akan selalu bersyukur akan segala hal, baik itu yang menggemberikan maupun yang menyedihkan. Hal ini karena dirinya sudah yakin bahwa semua perkara bisa terjadi memang karena kehendak dan takdir-Nya.

Ubaidah bin Shamit pernah berkata kepada putranya,

يَا بُنَيَّ إِنَّكَ لَنْ تَجِدَ طَعْمَ حَقِيقَةِ الْإِيمَانِ حَتَّى تَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَكَ وَمَا أَخْطَأَكَ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَكَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ لَهُ اكْتُبْ قَالَ رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ يَا بُنَيَّ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ مَاتَ عَلَى غَيْرِ هَذَا فَلَيْسَ مِنِّي

“Wahai anakku, sesungguhnya engkau tidak akan dapat merasakan lezatnya iman hingga engkau bisa memahami bahwa apa yang ditakdirkan menjadi bagianmu tidak akan meleset darimu, dan apa yang tidak ditakdirkan untuk menjadi bagianmu tidak akan engkau dapatkan. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Pertama kali yang Allah ciptakan adalah pena, lalu Allah berfirman kepadanya: 'Tulislah!' pena itu menjawab, 'Wahai Rabb, apa yang harus aku tulis?' Allah menjawab: 'Tulislah semua takdir yang akan terjadi hingga datangnya hari kiamat.' Wahai anakku, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Barangsiapa meninggal tidak di atas keyakinan seperti ini maka ia bukan dari golonganku' (HR. Abu Dawud, Kitabus Sunnah, no. 4078, dihasankan oleh Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij Sunah Abi Dawud no. 4700).

Manfaat lain yang dirasakan anak di saat dirinya punya akidah yang kuat adalah:

  • Si Kecil tidak akan merasa bingung maupun putus asa dalam menghadapi persoalan hidup;
  • Dirinya tidak akan takut apabila diuji dalam persoalan harta ataupun kedudukan;
  • Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang berani, seperti berani menegakkan keadilan.

5. Cara menanamkan anak akidah sejak usia dini

5. Cara menanamkan anak akidah sejak usia dini
Freepik/Rawpixel.com

Mama sudah tahu bahwa menanam akidah anak sejak usia dini memiliki banyak manfaat. Lantas, bagaimana cara mengajarkan akidah pada anak? Ada tiga cara yang bisa Mama lakukan, yakni:

1. Mendekatkan Anak dengan Kisah-Kisah Islam

Anak mama yang masih kecil tentu cepat bosan jika dirinya harus mendengarkan teori yang panjang. Apalagi cara menjelaskan yang Mama yang monoton, bisa-bisa dirinya tidak mengingat pelajarannya sama sekali.

Dalam hal ini, Mama dapat membelikannya buku-buku kisah berdasarkan Alquran. Dengan cara itu, anak akan lebih familier dengan kisah para nabi ataupun memahami keesaan Allah.

Jadi mulai dari sekarang, sebaiknya sodorkan anak dengan bacaan seperti itu ketimbang buku cerita ataupun novel yang mungkin mengandung paham sekulerisme peradaban Barat

2. Mengajak Anak untuk Melaksanakan Akidah

Tidak hanya membaca cerita dalam Alquran, si Kecil juga perlu dibiasakan dengan kegiatan-kegiatan akidah dalam kehidupan sehari-hari, Ma. Jadi, anak harus mulai diperkenalkan dengan solat, Alquran, dan lainnya.

Apabila anak sudah masuk fase remaja atau baligh, maka Mama harus mulai lebih tegas dalam pelaksanaan akidah ini. Sebagai contoh, apabila anak malas melakukan solat padahal sudah baligh, maka Mama boleh menghukum (hukumannya disesuaikan dengan sunah Rasulullah ya, Ma).

Terkhusus untuk anak perempuan mama, ketika ia sudah remaja, maka dirinya tidak boleh sembarangan berpakaian. Harus selalu memakai hijab dan pakaian tertutup di luar rumah ataupun sewaktu bertemu dengan yang bukan mahramnya.

3. Mencarikan Anak Orang yang Mampu Membantu Dirinya Mempelajari Islam

Anak pandai berbahasa Inggris memanglah penting, namun lebih penting lagi bagi si Kecil untuk memperlajari akidah. Dalam hal ini, Mama bisa mencarikan anak guru mengaji yang bukan hanya mengajarkannya membaca Alquran, tapi juga tentang akidah.

Alternatif lain yang lebih mudah adalah dengan mencarikan anak madrasah ataupun menyekolahkannya di pesantren. Dengan melakukan ini, insyaallah akidah anak akan tertanam.

Itulah beberapa manfaat menanamkan akidah anak sejak usia dini.

Dengan belajar sejak sekarang, semoga si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang soleh/solehah dan patuh terhadap orangtua ya, Ma.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.