Ma, 5 Perbuatan Orangtua Ini Bisa Membuat Anak Merasa Kesepian, lho

Tanpa disadari, orangtua sering melakukan beberapa hal yang ternyata membuat anak kesepian

13 Juni 2021

Ma, 5 Perbuatan Orangtua Ini Bisa Membuat Anak Merasa Kesepian,
Freepik/jcomp

Semua orang bisa merasakan kesepian, tidak terkecuali anak-anak. Ada banyak sekali faktor pemicu rasa kesepian pada anak.

Yang paling umum terjadi ialah karena kedua orangtua sibuk dengan pekerjaannya.

Berbeda dengan orang dewasa, biasanya anak-anak merasa kesulitan untuk mengutarakan apa yang mereka rasakan.

Alhasil, orangtua bisa saja tidak tahu kalau ternyata anak merasa kesepian.

Apabila kondisi ini terjadi terus-menerus, dampaknya bisa berimbas kepada tumbuh-kembang anak lho, Ma.

Maka dari itu, Popmama.comakan membahas tentang 5 perbuatan orangtua yang bisa membuat anak kesepian. Baca sampai habis ya, Ma!

1. Terlalu sibuk dengan pekerjaan

1. Terlalu sibuk pekerjaan
Freepik/Racool_studio

Umum terjadi pada keluarga yang tinggal di perkotaan, anak pastinya merasa kesepian ketika ditinggal orangtuanya bekerja. Terlebih lagi di saat pekerjaan tersebut mengharuskan orangtua pergi ke luar kota.

Meski anak mama memiliki pengasuh yang bisa menjaga dan mengajaknya bermain, kehadiran Mama dan Papa sebagai orangtua kandungnya tetaplah lebih diperlukan.

Karena bisa jadi, anak ternyata merasa tidak nyaman jika harus selalu bersama orang lain.

2. Mama tidak mampu hadir secara fisik maupun psikis untuk si Kecil

2. Mama tidak mampu hadir secara fisik maupun psikis si Kecil
Freepik/Tan4ikk

Dikarenakan pandemi Covid-19, banyak pekerjaan yang akhirnya dialihkan menjadi WFH atau bekerja dari rumah.

Akan tetapi, meskipun sudah di rumah bersama dengan anak, orangtua masih tidak mampu meluangkan waktu buat mereka.

Tidak jarang juga, Mama malah mengunci diri supaya tidak diganggu saat bekerja. Pun di saat sudah selesai bekerja, masih asyik dengan handphone dan tidak mau bermain dengan anak.

Perbuatan seperti ini bisa menimbulkan efek buruk pada hubungan orangtua dan anak.

Anak mama bisa saja berpikir bahwa dirinya ditelantarkan karena minimnya komunikasi. Akhirnya, anak merasa asing dan jauh dengan orangtuanya meskipun tinggal di bawah atap yang sama.

Editors' Picks

3. Membatasi kebebasan dan ruang gerak anak

3. Membatasi kebebasan ruang gerak anak
Freepik/Yaoinlove

Sering sekali orangtua terlalu khawatir dengan keselamatan anaknya saat di luar rumah. Alhasil, rumah pun disulap menjadi taman bermain dengan segudang mainan untuk si Kecil.

Kiat ini sebenarnya bagus, tapi Mama juga harus ingat bahwa anak punya naluri untuk bereksplorasi dan menjelajah.

Membiarkan mereka beraktivitas di luar ruangan membuatnya menghirup udara segar dan juga meningkatkan kemampuan motoriknya.

Apalagi, banyak penelitian yang membuktikan bahwa anak yang sering bermain di luar rumah memiliki struktur pembuluh retina mata yang lebih sehat ketimbang mereka yang terlalu banyak di dalam rumah.

4. Enggan mendengar ocehannya

4. Enggan mendengar ocehannya
Freepik/Jeswin

Anak kecil sangat sering mengoceh yang mungkin membuat orang dewasa kebingungan. Lantas, orangtua kerap mengabaikan cerita mereka karena terkesan tidak penting. Terlebih jika si Mama lagi sibuk-sibuknya bekerja, pastinya tidak punya waktu untuk mendengar omong kosong anak.

Padahal, mengabaikan anak sangatlah tidak baik.

Akhirnya, ia merasa kesepian karena tak memiliki tempat untuk mengadu. Hatinya pun terluka dan ia juga bisa tumbuh menjadi anak yang enggan mendengar ucapan orangtuanya.

Dengan sekadar mendengarnya bercerita, Mama bisa melatih kemampuannya dalam berkomunikasi.

Mama dan Papa bisa mengoreksi kesalahan apa yang diucapkan oleh anak saat berbicara. Alhasil, anak mama pun jadi mengerti cara berbicara yang baik dan kelak mampu bersosialisasi dengan lebih baik pula.

Tidak hanya itu, hubungan dengan anak juga semakin terjalin jika orangtua mau meluangkan waktu untuk mendengarkan curahan hatinya.

5. Melarangnya bermain bersama teman

5. Melarang bermain bersama teman
Freepik/Master1305

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tidak sedikit orangtua yang takut akan pengaruh lingkungan terhadap anaknya. Karena khawatir duluan, Mama pun bahkan melarang anak untuk bermain dengan teman sebayanya.

Memang, dengan ini, kita bisa mencegah anak terkena pengaruh buruk dari temannya. Akan tetapi, terlalu mengekangnya juga tidak baik.

Anak mama tetap membutuhkan kehadiran teman sebayanya, Ma.

Selain agar anak tidak merasa kesepian, kemampuan komunikasi dan sosialisasinya juga akan terasah.

Hal yang Orangtua Bisa Lakukan agar Anak Tidak Merasa Kesepian

Hal Orangtua Bisa Lakukan agar Anak Tidak Merasa Kesepian
Freepik/Jcomp

Mama sudah tahu kalau perbuatan-perbuatan yang telah dibahas tadi mempunyai dampak negatif terutama untuk kesehatan mental anak.

Oleh sebab itu, sudah waktunya buat Mama untuk segera bertindak dan melakukan hal berikut untuk mencegah rasa kesepian pada anak:

  • Hindari kekang anak untuk selalu berada di dalam rumah. Biarkan ia keluar sejenak karena sangat perlu baginya untuk beraktivitas dan bersosialisasi bersama teman-temannya. Mama juga harus selalu memberitahu anak supaya selalu pandai dalam memilih teman dan tidak mudah terpengaruh oleh gengnya,
  • Meskipun pekerjaan menumpuk, Mama harus tetap berusaha untuk meluangkan waktu buat anak. Dengan adanya komunikasi, kita bisa menjalin hubungan dan menanamkan nilai-nilai positif supaya dirinya tumbuh menjadi individu dengan akhlak dan perilaku yang baik,
  • Bukan hanya membiarkannya bermain di lingkungan sekitar rumah, Mama juga bisa mengajak anak pergi ke taman atau, misalnya, bertamasya ke kebun binatang. Dengan pergi ke sana, anak dilatih supaya terbiasa berada di tempat umum. Anak juga akan mendapatkan ilmu dengan melihat aneka satwa yang ada.

Itulah tadi beberapa perbuatan orangtua yang dapat membuat anak kesepian. Luangkan selalu waktu untuk anak agar anak mama tidak merasa kesepian dan tumbuh-kembangnya bisa lebih maksimal. Semoga bermanfaat!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.