Cara Menenangkan Anak Setelah Gempa

Ketahui cara membuat si Kecil kembali tenang setelah merasakan guncangan gempa!

9 Desember 2022

Cara Menenangkan Anak Setelah Gempa
Freepik/author
joker with card

Saat ini, frekuensi gempa di Indonesia tengah mengalami peningkatan. Dengan kehadirannya yang tak terdeteksi, gempa menjadi salah satu bencana alam yang bisa mengancam setiap waktu. 

Ketika merasakan getaran gempa secara langsung, anak pasti akan mengalami kepanikan yang berlebih, apalagi jika saat itu adalah kali pertama ia merasakannya. 

Setelah gempa pun, ketakutan tersebut akan mengakar pada benak anak. Sebagai orang tua, tentu Mama tidak ingin anak berlarut dalam ketakutan bukan?

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa cara menenangkan anak pasca gempa yang bisa Mama lakukan untuk membangkitkan kembali rasa aman pada anak!

1. Tunjukkan bahwa banyak hal yang masih baik-baik saja

1. Tunjukkan bahwa banyak hal masih baik-baik saja
Unsplash/bruno_nascimento

Pasca gempa, Mama mungkin juga memiliki ketakutan yang sama dengan anak. Namun, untuk menenangkan si Kecil, Mama perlu bersikap lebih tenang agar anak merasa bahwa semua memang akan baik-baik saja.

Merasa takut dan membicarakan rasa takut adalah hal yang manusiawi. Namun untuk meyakinkan si Kecil, kita harus membuat dirinya merasa aman dengan mengontrol rasa takut diri kita sendiri. Tunjukkan pada si Kecil bahwa masih banyak hal-hal yang baik, seperti Mama yang masih hadir di sampingnya, si Kecil yang aman dari luka-luka, dan hal-hal lainnya yang bisa membuat si Kecil merasa lebih ‘lega’.

Editors' Pick

2. Biarkan anak menjelaskan ketakutannya

2. Biarkan anak menjelaskan ketakutannya
Unsplash/caleb_woods

Dengan ketidaktahuannya akan gempa, pasti anak akan shock saat pertama kali melihat banyak benda bergoyang dan merasakan tanah yang bergetar. 

Tanyakan kepada anak, bagaimana perasaannya. Jangan abaikan ketakutan si Kecil.

Mendengarkan perasaan anak adalah salah satu hal yang membuat anak mampu lebih terbuka dengan orangtua karena merasa dirinya didengar dan perasaannya dihargai. 

Setelah Mama selesai mendengarkan curhatannya, Mama bisa sesekali memberikannya pengertian bahwa tidak apa merasa takut. Sebagai tambahan pengetahuan untuknya, Mama juga bisa menjelaskan secara sederhana tentang gempa kepada anak agar ia lebih siap menghadapinya. 

3. Rangkul dan peluk dengan hangat

3. Rangkul peluk hangat
Freepik/shurkin-son

Sentuhan fisik akan membuat suatu hubungan menjadi lebih rekat. Kasih sayang Mama akan tersalurkan secara langsung lewat rangkulan dan pelukan yang Mama berikan. Terlebih lagi, usai momen menegangkan seperti gempa bumi. 

Ketika anak masih gemetar dan takut, Mama bisa membawa si Kecil ke pelukan Mama dan mengusap-usap kepalanya sambil meyakinkan bahwa Mama tidak akan pergi dan selalu ada di sisinya. 

4. Menghibur anak

4. Menghibur anak
Unsplash/thiagocerqueira

Setelah si Kecil sudah mulai tenang, Mama bisa hal lain dengannya, terutama hal yang ia suka. Ini dilakukan supaya fokus anak bisa teralihkan dan anak tidak terlalu dalam meresapi rasa ketakutannya.

Kemampuan untuk menghibur anak adalah salah satu kompetensi yang harus Mama miliki untuk membuat anak tidak terlalu tegang dalam menghadapi rasa cemas.

Pastikan Mama mengetahui hal apa yang menjadi favoritnya dan kegiatan apa yang paling ia suka. Berikan atau lakukan hal tersebut dikala ia sedang terpuruk. Misalnya, dengan memberikan makanan kesukaannya kepada si Kecil atau mengajaknya bernyanyi.

5. Jangan tergesa-gesa, beri waktu

5. Jangan tergesa-gesa, beri waktu
Unsplash/lukepennystan

Ketenangan tidak akan didapat dalam waktu yang singkat. Mama harus tetap memberikan space agar anak bisa menyesuaikan diri untuk perlahan-lahan mengontrol rasa takutnya. Memberikan tekanan kepada si Kecil untuk segera tenang malah akan membuatnya makin panik dan ketakutannya tidak kunjung usai.

Nah, sekarang Mama jadi lebih tahu bagaimana cara menenangkan anak pasca gempa, ‘kan?

Yang terpenting, untuk membuat si Kecil merasa tenang adalah dengan adanya kehadiran Mama di sisinya dan kehangatan Mama dalam merespons rasa takut yang sedang ia hadapi.

Baca juga:

The Latest