TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Dongeng Anak Sebelum Tidur yang Lucu Namun Tetap Mendidik

Kumpulan dongeng sebelum tidur lucu, namun tetap memberikan pesan moral di dalamnya

9 Agustus 2022

7 Dongeng Anak Sebelum Tidur Lucu Namun Tetap Mendidik
Pexels/cottonbro

Membiasakan membaca dongeng pada anak sebelum tidur memiliki sejumlah manfaat yang baik untuk tumbuh kembangnya, lho. Selain sebagai cara cepat menidurkan anak, membaca dongeng sebelum tidur juga baik untuk melatih kemampuan bahasa dan juga belajar memaknai kehidupan.

Ada banyak jenis dongeng yang bisa Mama dan Papa bacakan untuk si Kecil, mulai dari dongeng rakyat, dongeng kerajaan, dongeng fabel, dan jenis dongeng lainnya.

Salah satunya dongeng yang memiliki alur cerita lucu dan menarik, namun tetap memberikan pesan moral di dalamnya.

Tanpa berlama-lama, berikut Popmama.com rangkumkan kumpulan dongeng sebelum tidur lucuyang bisa Mama bacakan agar si Kecil lebih cepat tertidur di malam hari. 

1. Angsa dan kura-kura yang ingin terbang

1. Angsa kura-kura ingin terbang
Dongengceritarakyat.com

Dongeng ini menceritakan bagaimana seorang kura-kura yang sangat ingin terbang di udara. Saat melihat ke langit lepas, kura-kura sangat iri dengan hewan lain seperti angsa yang bisa terbang bebas menikmati pemandangan dari atas langit.

Mengetahui hal tersebut, kura-kura kemudian menghampiri kawanan angsa yang ada di atas bukit hutan. Ia meminta bantuan angsa agar bisa terbang seperti mereka. 

"Bagaimana bisa kamu terbang, kan kamu nggak punya sayap seperti kita?" tanya salah seorang angsa kepada kura-kura.

"Karena itu aku meminta bantuan kalian. Aku sangat ingin terbang dan melihat betapa indahnya pemandangan dari atas langit," ujar kura-kura sambil memohon.

Kawanan angsa tersebut tampak berpikir sejenak sebelum akhirnya menyetujui permintaan kura-kura. Namun, angsa meminta sebuah syarat untuk dituruti oleh kura-kura.

"Kami akan membantu kamu untuk bisa terbang di atas langit. Namun, ada satu syarat yang perlu kamu lakukan," ujar angsa.

Dengan mata berbinar, kura-kura langsung bertanya, "Baik, aku akan memenuhi syarat tersebut. Katakan saja apa syaratnya?"

"Kamu hanya perlu diam sambil menggigit ranting pohon ini. Ranting tersebut nantinya akan kami gunakan sebagai alat bantu membawamu terbang. Jika kamu melepaskannya, kamu tahu sendiri kan akibatnya?" tanya angsa kepada kura-kura.

"Jika aku melepasnya, aku akan terjatuh..." ujar kura-kura terlihat takut untuk membayangkannya.

"Betul! Jadi, kamu sebaiknya memerhatikan syarat ini dengan baik jika ingin terbang dengan aman."

Setelah bernegosiasi terkait persyaratan tersebut, tiba waktunya dua ekor angsa membantu kura-kura untuk terbang. Seperti yang disebutkan, mereka menggunakan ranting pohon yang digigit kura-kura untuk bisa terbang ke langit.

Meski sempat merasakan beban yang cukup berat saat terbang, namun kedua angsa tadi berhasil membawa kura-kura mewujudkan keinginannya untuk terbang.

Betapa bahagianya kura-kura saat melihat pemandangan hutan dari atas langit. Dalam benaknya ia berkata, "Jadi seperti ini rasanya bisa terbang di atas langit."

Namun tiba-tiba, kura-kura tak bisa membendung rasa bahagianya. Ia pun melupakan syarat yang telah diberikan angsa kepadanya. 

Kura-kura berteriak bahagia karena bisa terbang seperti angsa. Teriakan tersebut tentu membuatnya lupa untuk tetap menggigit ranting pohon yang membawanya terbang.

Sampai akhirnya, kura-kura pun terjatuh dan langsung dihampiri oleh kedua angsa tadi. Beruntung bagian tubuh yang terjatuh pertama kali bukanlah cangkangnya, sehingga kura-kura tidak terbentur keras dan merusak cangkangnya.

"Maafkan aku angsa, aku terlalu bahagia saat di atas tadi dan mengabaikan syarat yang kalian berikan," ucap kura-kura sesaat ditolong oleh kedua angsa.

Dari dongeng di atas, pesan moral yang bisa diberi tahu pada anak mama adalah untuk mematuhi aturan atau syarat yang telah dibuat bersama. Sebab aturan tersebut tentu dibuat bukan untuk aturan semata, tetapi juga bisa untuk menjaga keselamatan satu sama lain.

2. Kelinci dan kura-kura yang sombong

2. Kelinci kura-kura sombong
Youtube.com/Cerita Kartun Anak Anak Bahasa Indonesia

Dongeng sebelum tidur lucu selanjutnya adalah cerita tentang seorang kelinci dengan kesombongannya. Kelinci tersebut merasa jadi hewan tercepat di hutan karena kepandaiannya dalam berlari.

Suatu ketika, kelinci menantang kura-kura untuk lomba lari dengannya. Tantangan ini dilakukan kelinci karena ia tahu bahwa kura-kura memiliki langkah kaki yang begitu lamban, sehingga ia tahu bahwa dirinya lah yang tetap memenangkan perlombaan tersebut.

"Baiklah, aku setuju untuk lomba lari denganmu," ujar kura-kura kepada kelinci.

"Kalau begitu, besok siang aku tunggu lapangan. Teman-teman hewan lainnya juga akan datang menjadi saksi dan penonton dalam perlombaan kita," sahut kelinci.

Keesokan harinya, para hewan di hutan berkumpul di lapangan untuk menyaksikan lomba lari antara kelinci dan kura-kura. Banyak dari mereka dibuat bingung dengan kura-kura yang menyetujui perlombaan tersebut. Bisakah ia melawan hewan yang dikenal lari sangat cepat itu?

Perlombaan pun dimulai. Kelinci memulai langkah kakinya dengan sangat kencang, sementara kura-kura hanya bisa berjalan santai seperti biasanya karena bobot tubuhnya yang begitu berat.

Mendekati garis finish, kelinci memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon rindang karena kura-kura tidak bisa menyusulnya.

"Ah lambag sekai kura-kura itu, sebaiknya aku istirahat sebentar di sini," ucap kelinci langsung merebahkan diri di samping pohon.

Berawal dari istirahat, nyatanya kelinci tertidur pulas. Meski memakan waktu cukup lama, namun kegigihan kura-kura membuat dirinya bisa berjalan melewati kelinci yang sedang tertidur.

Sesampainya di dekat garis finish, para hewan yang setia menunggu di sana meneriaki nama kura-kura untuk memberi semangat. Mendengar hal itu, kelinci pun terbangun dan buru-buru berlari untuk membalap kura-kura. Namun, perlombaan tetaplah dimenangkan oleh kura-kura.

Pesan yang bisa diajarkan pada anak melalui dongeng ini adalah, jadilah anak yang tetap rendah hati apa pun kemampuan yang dimiliki. Jangan sombong dan meremehkan kelemahan orang lain, karena semua bisa melakukan apa pun asalkan ada niat dan usaha.

Editors' Picks

3. Buaya dan kancil yang licik

3. Buaya kancil licik
Youtube.com/Riri Cerita Anak Interaktif

Cerita dongeng anak sebelum tidur berikutnya adalah kisah antara si kancil dan kawanan buaya. Dongeng fabel satu ini bisa jadi bacaan yang menghibur sekaligus mendidik untuk si Kecil, Ma. Yuk langsung bacakan!

Suatu hari di sebuah hutan rimba, hiduplah seekor kancil yang dikenal memiliki kecerdikan. Namun, di balik kecerdikannya itu, ia justru memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi demi kesenangan belaka.

Suatu ketika, kancil sedang berjalan-jalan di hutan untuk mencari makanan. Tetapi, karena musim kemarau yang panjang, ia terpaksa pergi ke kawasan lain untuk mencari makanan. Namun, ada banyak rintangan yang harus ia lakukan demi sampai di kawasan tersebut. Salah satunya menyebrangi sungai yang berisikan sekumpulan buaya.

Sebenarnya di sungai itu tidak terlalu deras dan dalam, tetapi kawanan buaya di dalamnya yang membuat kancil mengurungkan diri untuk menyeberangi sungai tersebut. Meski takut, kancil berusaha menggunakan akal cerdasnya dengan mengelabui para buaya.

“Halo para buaya, apakah kalian sudah makan?” tanya kancil dengan suara lantang.

“Siapa kau berani berteriak di siang bolong begini! Mengganggu tidur kami saja!”

“Hei kancil yang licik, kau lebih baik diam atau kami akan memakanmu sekarang juga!” sahut buaya lainnya.

“Hei tenanglah, jangan marah dulu. Aku hanya ingin menyampaikan pesan dari raja hutan,” tegas si Kancil dengan penuh percaya diri.

"Raja hutan? Apa maksudmu? Cepat katakan saja!" sahut buaya.

“Ya, simba meminta aku untuk menghitung kalian. Sepertinya ia akan mengadakan pesta untuk seluruh warga hutan dan memintaku mencatat berapa jumlah hewan di sini termasuk kalian para buaya."

"Jadi, cepat panggil semua kawanan lainnya untuk berbaris dan ku hitung dengan cepat," sambung kancil.

Mengetahui hal tersebut, semua buaya tentu merasa senang tanpa menaruh curiga sama sekali kepada kancil. Akhirnya, seluruh kawanan buaya pun berbaris dari mulai ujung sungai ke ujung lainnya.

Melihat betapa mudahnya hal yang dilakukannya, kancil pun tersenyum dan langsung melompati seluruh buaya satu persatu sambil pura-pura menghitung jumlah mereka. Setelah sampai di penghujung sungai, kancil tertawa puas dan langsung pergi meninggalkan buaya-buaya yang kebingungan.

"Terima kasih buaya, kalian semua sudah membantuku menyeberangi sungai untuk mendapatkan makanan di sini," ujar kancil yang langsung berlari secepat kilat.

Nah, dari dongeng ini kita bisa mengajarkan pada si Kecil bahwa kepandaian yang dimiliki tidak boleh kita jadikan kekuatan untuk kepentingan pribadi sampai berbohong seperti kancil. Perbuatan kancil ini tidak baik untuk ditiru ya, Ma.

4. Angsa dan telur emas ajaib

4. Angsa telur emas ajaib
Youtube.com/Riri Cerita Anak Interaktif

Dongeng sebelum tidur lucu lainnya yang juga memberikan pesan moral di dalamnya adalah cerita angsa bertelur emas. Berikut kisahnya.

Suatu hari di sebuah desa, hiduplah seorang petani yang tinggal bersama istrinya. Suatu ketika, ia dan sang istri menemukan seekor angsa dan memutuskan untuk merawat angsa tersebut di rumahnya.

Setiap harinya, petani itu selalu memeriksa kondisi angsa dan juga memberikan makan padanya. Lambat laun, angsa tersebut mulai bertelur dan telur-telur angsa dijadikan petani sebagai tambahan mata pencahariannya.

Sampai suatu ketika, saat sang petani tengah memeriksa angsa dan telur-telurnya, ia dikejutkan dengan satu buah telur yang begitu berkilau seperti emas. Setelah mendekat, betapa terkejutnya petani bahwa angsa yang selama ini ia pelihara ternyata bukan sembarang angsa. 

“Wah! Kau adalah angsa ajaib,” kata sang petani.

"Istriku, istriku! Ke marilah, aku ingin menunjukkan sesuatu kepadamu," ujar petani sambil berteriak.

Setelah mendengar panggilan suaminya, istri petani langsung menghampiri dan dibuat terkejut saat melihat telur emas yang dipegang sang suami.

"Telur emas ini bisa kita jual untuk menyambung hidup, angsa ini ternyata angsa ajaib," ujar petani yang disetujui istrinya. 

la kemudian segera membawa telur emas itu ke penjual emas yang ada di pasar untuk mengecek kemurniannya. Benar saja, telur tersebut benar-benar terbuat dari emas murni. Petani pun mendapat keuntungan besar dari hasil penjualan telur emas tersebut. 

Sejak hari itu, angsa ajaib yang dipeliharanya terus-menerus bertelur emas. Namun karena keserakahannya, si petani ini justru tak merasa puas dengan hasil yang telah didapatnya. Agar cepat mendapat keuntungan, ia memilih menyembelih angsa tersebut dengan harapan dapat mengambil telur emas di dalam perut angsa.

“Aku akan menyembelih angsa itu dan mengeluarkan semua telur emas dari perutnya,” ucapnya serakah.

Petani itu pun menyembelih si angsa ajaib yang selama ini membantunya dan sang istri. Namun, betapa terkejutnya petani saat tak ada satu telur emas pun di dalam tubuhnya. Justru yang ditemukan petani adalah bagian perut angsa sebagaimana hewan pada umumnya. 

Setelah kejadian itu, si petani sangat menyesal. Jika saja sebelumnya ia tidak serakah, mungkin saat ini ia masih bisa mendapatkan keuntungan dengan satu telur emas setiap harinya.

Dari dongeng anak di atas, Maka dan Papa bisa mengajarkan pada si Kecil untuk tidak menjadi orang yang serakah. Anak juga perlu diajarkan bagaimana kerja keras dan kesabaran akan memberikan hasil yang memuaskan nantinya.

5. Abu Nawas mau terbang

5. Abu Nawas mau terbang
Dongengceritarakyat.com

Dongeng selanjutnya menceritakan tentang Abu Nawas yang mengaku kepada banyak orang bahwa dirinya ingin terbang. Mengetahui berita tersebut, tentu saja ini sukses menggemparkan penduduk setempat.

Sebagian orang ada yang percaya dengan berita tersebut, namun sebagian lagi justru enggan percaya. Hingga akhirnya, berita tersebut pun mulai menyebar dan diketahui oleh raja setempat. Raja kemudian memanggil Abu Nawas untuk menanyakan kebenaran berita tersebut.

Mengetahui dirinya dipanggil oleh raja, Abu Nawas pun langsung mendatangi kerajaan dan menghadap ke raja. Ia kemudian ditanya, "Benarkah kamu ingin terbang, wahai Abu Nawas?"

Abu Nawas pun menjawab dengan tegas bahwa ia memang ingin terbang. Hal tersebut kemudian langsung diumumkan kepada penduduk lainnya. Jika saja ucapan Abu Nawas itu hanya bohongan belaka, maka raja akan memberikan hukuman untuknya, yaitu hukuman mati.

Keesokan harinya, penduduk pun ramai-ramai berkumpul untuk menyaksikan Abu Nawas terbang. Abu Nawas mulai naik ke atas bangunan paling tinggi dan mengepakan tangannya seperti ingin terbang. Namun, ia justru tak kunjung terbang dan membuat penduduk kesal.

Raja yang melihatnya pun turut marah dengan apa yang dilakukan Abu Nawas. Ia berkata, "Kau mau membohongi kami semua, ya? Lihatlah, sampai sekarang kau tak kunjung terbang."

Abu Nawas mengatakan bahwa ia mau terbang, bukannya ia bisa terbang. 

"Wahai rajaku, bukankah aku sudah berkata bahwa aku ingin terbang, bukan bisa terbang? Jadi bagaimana aku bisa terbang jika itu hanya keinginanku saja," ucap Abu Nawas kepada raja.

Mendengar itu Raja tidak jadi menghukum Abu Nawas. Sebab apa yang dikatakan Abu Nawas memang benar bukan kebohongan. Dari dongeng lucu ini, pesan yang bisa diajarkan pada anak adalah untuk tidak percaya begitu saja dan tidak asal menyimpulkan perkataan orang lain.

Sebab apa yang diucapkan Abu Nawas memang benar adanya, sehingga perlu lebih berhati-hati dalam menyikapi setiap perkataan orang lain agar tidak terkecoh nentinya.

6. Penggembala domba dan serigala

6. Penggembala domba serigala
Youtube.com/Riri Cerita Anak Interaktif

Selanjutnya ada dongeng yang mengisahkan seorang penggembala domba yang merasa bosan dengan pekerjaan yang ia lakukan. Setiap hari ia hanya menggembala para domba ke ladang, lalu kembali membawa domba ke kandangnya.

Pekerjaan yang monoton itu membuat penggembala mulai memikirkan ide yang menurutnya akan memberikan sedikit hiburan. Ia berencana untuk pura-pura meminta tolong kepada para warga. 

"Tolong, tolong! Ada serigala! Tolong!" teriak penggembala sambil menahan tawanya.

Mendengar teriakan seseorang, penduduk setempat langsung berkumpul dan beramai-ramai menghampiri penggembala yang ada di ladang.

"Ada apa? Mana serigalanya wahai penggembala?" ujar salah seorang penduduk yang panik menghampirinya.

Bukan menjawab pertanyaan tersebut, sang penggembala justru tertawa puas dan membuat para penduduk kebingungan.

"Hahaha tidak ada serigala, aku hanya bercanda karena bosan dengan pekerjaanku," ujarnya yang sukses membuat kesal penduduk.

Para penduduk pun kembali ke rumah masing-masing dengan kekesalan yang masih mereka rasakan. Sementara penggembala tadi hanya tertawa puas karena bisa mengerjai para penduduk.

Keesokan harinya, penggembala kembali melakukan aksi jahilnya untuk mengerjai penduduk dengan meneriaki hal yang sama seperti sebelumnya.

Sama seperti hari kemarin, para penduduk percaya dan berniat menolong penggembala dari serangan serigala. Namun kenyataannya, niat baik penduduk setempat kembali dipermainkan oleh penggembala.

"Hahahaha maafkan aku, aku hanya bercanda saja kok. Nggak ada serigala di sini," ucap penggembala santai.

"Wahai penggembala, ini terakhir kalinya kami percaya denganmu. Jika suatu saat kamu berteriak meminta tolong seperti ini, jangan harap ada yang memercayaimu lagi," ujar salah seorang penduduk.

Sampai suatu ketika, penggembala dikejutkan dengan kedatangan kawanan serigala yang akan menghabisi domba-domba miliknya. Penggembala itu ketakutan dan berteriak meminta tolong.

Namun sayang, teriakan penggembala tak dihiraukan oleh seorang pun penduduk desa. Alhasil, domba-domba miliknya pun habis diserang oleh kawanan serigala. 

Penggembala langsung menangis dan menyesali perbuatannya. Melalui cerita ini, anak diajarkan untuk tidak berbohong agar orang lain tidak kehilangan kepercayaan pada mereka. 

7. Balas budi semut kepada merpati

7. Balas budi semut kepada merpati
Youtube.com/Bunda Maya IBN

Dongeng selanjutnya dengan kisah lucu dan menarik, namun tetap mendidik adalah kisah seekor semur yang tergelincir ke sungai saat sedang mencari makan. Tubuhnya yang sangat kecil hampir saja tenggelam jika tidak ada burung merpati yang menolongnya.

Pada suatu ketika, diceritakan bahwa terdapat seekor semut yang tergelincir dan hampir tenggelam di dalam sungai. Ia berterika meminta bantuan dan berharap ada kawanan hewan lain yang mendengar teriakannya.

"Tolong! Siapa pun tolong aku!" teriak semut berusaha menahan dirinya di atas sungai.

Tak berselang lama, seekor burung merpati yang lewat di sekitar sungai pun melihat semut dalam kondisi yang hampir tenggelam. Ia langsung menghampiri semut dan menolongnya dengan membawa sehelai daun.

"Hei semut, ke marilah. Kau bisa menaiki daun ini dan aku akan menarikmu keluar dari sungai ini," ujar merpati kepada semut.

Semut pun naik ke atas daun dan berhasil diselamatkan. Ia tak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepda merpati karena sudah membantu dan menyelamatkannya.

"Terima kasih banyak merpati! Berkat kamu, aku bisa selamat dan tidak tenggelam di sungai itu. Aku tak akan melupakan jasamu!" ucap semut kepada merpati.

Sampai suatu hari, semut yang sedang berjalan mencari makanan melihat seorang pemburu yang tengah mengincar merpati dari jarak cukup jauh. Melihat hal tersebut, semut menyadari bahwa merpati yang diincar adalah sosok yang pernah menyelamatkannya saat itu.

Untuk membalas jasa merpati beberapa waktu lalu, semut pun menggigit kaki pemburu dengan keras. Karena kaget dan kesakitan, pemburu tak sengaja menembak pelatuknya ke sembarang arah. Bunyi suara tembakan tersebut membuat merpati terkejut dan langsung terbang melarikan diri.

Saat merasa sudah aman, semut dan merpati pun bertemu satu sama lain. Semut bersyukur bahwa merpati berhasil melarikan diri dari pemburu tadi. Mengetahui bahwa semut yang menolongnya, merpati pun tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semut.

"Terima kasih semut, berkatmu aku berhasil kabur dari serangan pemburu tadi," ucap merpati kepada semut.

"Tak masalah, merpati. Ini adalah bentuk balas budiku kepadamu yang sudah menolongku sebelumnya," ujar semut membalas ucapannya.

Dari dongeng ini, pesan moral yang bisa anak pelajari adalah untuk selalu tolong menolong tanpa memandang jenis atau fisik. Seperti yang dilakukan seekor semut kecil dan burung merpati di atas.

Demikianlah beberapa kumpulan dongeng sebelum tidur lucu yang bisa Mama bacakan kepada si Kecil. Semoga bacaan dongeng di atas bisa menghibur dan dijadikan pelajaran untuk anak-anak di rumah ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk