Optimalkan Perkembangan Anak Melalui Pendekatan DIR Floortime

Membantu atasi perilaku sulit anak

22 Juli 2020

Optimalkan Perkembangan Anak Melalui Pendekatan DIR Floortime
Freepik

Sebagai orangtua, memerhatikan tumbuh kembang buah hati tentu sudah menjadi tugas yang harus dijalani dan diperlukan perhatian khusus. Tak hanya para orangtua, perkembangan anak juga menjadi perhatian khusus bagi publik.

Sebab dengan memerhatikan perkembangan anak sejak dini, maka kesejahteraan serta ketahanan anak dalam menghadapi kehidupan pun meningkat. Tak hanya itu, memerhatikan perkembangan anak juga dapat membantu anak berkembang secara sosial.

Founder dan Direktur Jakarta Child Development Center (JCDC) Nadia Emanuella Gideon, M.Psi. mengungkapkan, cara pengasuhan yang dilakukan orangtua berperan besar bagi perkembangan anak itu sendiri.

Orangtua sering kali keliru dalam mengasuh anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Seperti saat anak sedang bermasalah dan sulit ditangani, Nadia Emanuella Gideon, M.Psi, menyebutkan bahwa orangtua sering kali melakukan pendekatan reward and punishment pada anak yang berperilaku buruk.

Agar tidak salah pengasuhan, berikut Popmama.com merangkum ulasan perkembangan anak yang telah dipaparkan oleh dr. Vinia Rusli, Sp.A dan Nadia Emanuella Gideon, M.Psi melalui bincang-bincang bertema Efektivitas Pendekatan DIR Floortime untuk Mengoptimalkan Perkembangan Anak, yang digelar secara secara online, Jumat (17/7/2020).

1. Faktor yang memengaruhi perkembangan anak

1. Faktor memengaruhi perkembangan anak
cviga.org

Dokter spesialis anak dari Jakarta Child Development Center (JCDC), dr. Vinia Rusli, Sp.A mengungkapkan, berkembang artinya fungsi serta kemampuan anak akan bertambah seiring usianya.

Dalam perkembangannya, terdapat dua faktor yang memengaruhi, yaitu faktor internal seperti genetik dan faktor eksternal atau lingkungan seperti orang tua, parenting atau pola pengasuhan, dan budaya di lingkungan anak tumbuh.

“Karakter anak karena faktor internal seperti genetik tidak bisa diubah, seperti ada anak yang sabar, ada yang tidak. Namun prilaku karena faktor eksternal bisa diubah sesuai dengan pola pengasuhan dan budaya,” jelas dr.Vinia dalam bincang-bincang sekaligus Grand Opening JCDC secara virtual pada Jumat (17/7/2020) lalu.

Editors' Picks

2. Keliru dalam mengasuh anak yang berperilaku buruk

2. Keliru dalam mengasuh anak berperilaku buruk
Freepik/Odua

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebanyakan orangtua akan melakukan pendekatan reward and punishment pada anak yang berperilaku buruk. Hal ini dirasa efektif untuk mengatasi masalah pada anak.

Ternyata pendekatan tersebut keliru, Ma!

Menurut Nadia, pendekatan yang benar seharusnya berfokus pada mengapa anak berperilaku seperti itu. Mama bisa memulai dengan melakukan interaksi dan koneksi yang hangat antara anak dengan orangtua ataupun orang dewasa di sekitar anak.

“Tanya dan coba memahami kenapa anak menjadi seperti itu, mungkin anak capek, lelah, atau stres,” ungkap Nadia.

3. Pendekatan DIF Floortime untuk perkembangan anak

3. Pendekatan DIF Floortime perkembangan anak
sittercity.com

Dalam dunia psikologis, salah satu pendekatan yang terbukti berhasil membantu mengatasi perilaku sulit pada anak dan mendorong optimalisasi perkembangan anak disebut sebagai DIR Floortime.

Nadia menjelaskan, DIR Floortime merupakan Developmen, Individual difference, dan Relationship Floortime yang merupakan dorongan dalam proses perkembangan anak.

Dengan didasari proses yang menyenangkan dan berbasis interaksi-relasi-koneksi antara anak dengan orang di sekitarnya untuk mendorong potensi anak terpenuhi.

DIR Floortime sendiri sudah teruji dan terbukti secara efektif dari sejumlah hasil penelitian untuk membantu mengoptimalkan perkembangan anak dan mengurangi tingkat stres pada pengasuh, serta meningkatkan hubungan antara anak dan pengasuhnya.

Untuk memahaminya, dibutuhkan koneksi dan hubungan yang baik antara orangtua pada anaknya. "Hubungan tersebut dilihat sebagai bensin dari perkembangan anak,” tambah Nadia.

4. JCDC dengan pendekatan DIR Floortime

4. JCDC pendekatan DIR Floortime
Dok. JCDC

Jakarta Child Development Center (JCDC) merupakan pusat tumbuh kembang anak pertama di Indonesia yang menggunakan pendekatan DIR Floortime.

Nadia selaku founder dan direktur JCDC percaya bahwa interaksi adalah landasan utama dan pondasi hubungan yang sehat antara orang tua dengan anak yang seharusnya selalu ada pada setiap keluarga.

“JCDC sebagai satu-satunya pusat tumbuh kembang yang lengkap dengan pendekatan DIR Floortime percaya bahwa interaksi adalah landasan utama dan pondasi hubungan yang sehat antara orangtua dengan anak yang seharusnya ada selalu pada setiap keluarga. Keluarga yang hangat dan memiliki relasi serta pondasi hubungan yang sehat akan mendukung perkembangan dan pertumbuhan anak hingga anak dewasa nantinya,” tutup Nadia. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.