Cara Mencegah Rabies pada Anak, IDAI: Cuci Luka dengan Benar

Anak senang bermain dengan anjing? Awasi risiko rabies pada si Kecil

26 Juni 2023

Cara Mencegah Rabies Anak, IDAI Cuci Luka Benar
Unsplash/Austin Kirk

Belakangan ini Indonesia digemparkan dengan berita anak-anak terinfeksi rabies, beberapa di antaranya berujung dengan kabar duka. 

Beberapa video perjuangan anak diduga terkena rabies viral. Hal ini tentu menarik perhatian banyak pihak.

Dari tahun 2020 hingga April 2023, telah tercatat 31.113 kasus rabies, 215 di antaranya berujung kematian.

Hal ini tentu membuat Mama dan Papa ingin semakin meningkatkan kewaspadaan keselamatan si Kecil yang senang bermain dengan anjing.

Mama dan Papa bisa awasi risiko rabies pada anak, dan berikan pengertian pada si Kecil agar lebih berhati-hati.

Berikut Popmama.com hal-hal yang harus diketahui demi keamanan si Kecil saat bermain dengan anjing, khususnya cara mencegah rabies pada anak.

1. Apa itu rabies?

1. Apa itu rabies
Freepik/yanalya
Ilustrasi

Rabies adalah penyakit yang ditularkan oleh binatang yang mengidap virus rabies. Rabies menyerang sistem saraf hingga otak pada yang terinfeksi. 

Umumnya, rabies ditularkan dari beberapa hewan seperti anjing, kucing, kera, dan monyet.

Beberapa meyakini kura-kura gigitannya pun dapat menularkan rabies. 

Namun, penyebab penulan rabies terbanyak berasal dari gigitan anjing. Lebih dari 95% kasus rabies pada manusia merupakan akibat gigitan anjing.

Sejarah Penyakit Rabies

Sejarah penyakit rabies, pertama kali masuk ke Indonesia yaitu di tahun 1884. Rabies ditemukan oleh Schrool (orang Belanda) pada kuda. 

Selanjutnya pada tahun 1889 Esser W, J,. dan Penning menemukan penyakit rabies pada anjing.

Pertama kalinya virus rabies menyerang manusia terjadi pada tahun 1894. Tragedi ini ditemukan oleh EV De Haan (orang Belanda) di Provinsi Bali.

Kemudian penyakit rabies muncul kembali pada tanggal 14 Nopember 2008. Mengejutkan kala itu terjadi pada seorang warga Banjar Giri Darma, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung.

Hingga hari ini penyakit rabies bisa menular dari hewan ke manusia. Risikonya bisa meningkat jika hewan tidak diberi vaksin secara berkala. Sampai sekarang penyakit rabies termasuk yang perlu diwaspadai.

Editors' Pick

2. Mengapa anak lebih rentan terinfeksi rabies?

2. Mengapa anak lebih rentan terinfeksi rabies
Freepik/user6624752

Menurut data IDAI (17/6/2023), lebih dari 40% kasus rabies terjadi pada anak. Pakar infeksi dan penyakit tropis IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Dr. Novie Homenta Rampengan, SpA(K), DTM&H, MCTM (TP) menyatakan bahwa kasus rabies pada anak dipengaruhi kebiasaan anak yang senang bermain dengan hewan, khususnya anjing.

Ia pun menambahkan kesigapan anak saat diserang oleh anjing tidak secepat orang dewasa. Hal ini menyebabkan kebanyakan serangan anjing terhadap anak berakhir meniggalkan luka yang mungkin berisiko rabies.

3. Masa inkubasi virus rabies

3. Masa inkubasi virus rabies
Pexels/Edward Jenner

Inkubasi virus rabies pada inangnya berlangsung 10-14 hari. Rabies dapat disembuhkan jika kasus ditangani sebelum munculnya gejala. Oleh sebab itu, semakin cepat luka bekas gigitan dibersihkan akan semakin sedikit risiko fatal rabies. 

Mama dan Papa tidak perlu khawatir tertular akibat mengurus luka gigitan rabies pada anak.

Faktanya, rabies tidak menular antar manusia. Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada kasus rabies yang ditularkan dari manusia.

Morfologi Virus Rabies

Morfologi virus rabies, berbentuk peluru, mempunyai panjang 180 nm (nanometer), dan lebar 75 nm.

Komposisi dari virus ini antara lain Ribo Nucleic Acid (RNA) rantai tungga, lipid, karbohidrat dan protein. Sifat Virus Rabies. Virus rabies meliputi sifat fisik dan sifat kimia.

Sifat Fisik:

  • Pemanasan pada suhu 60o C selama 5 menit akan mematikan virus
  • Virus akan mati bila kena sinar ultraviolet
  • Cepat mati bila berada diluar jaringan hidup
  • Pada suhu – 4o C ( minus 4 °C ) virus dapat bertahan hidup sampai berbulan-bulan.

Sifat Kimia:

  • Dapat diinaktifkan dengan propiolakton, phenol, halidol azirin, zat pelarut lemak, dll
  • Tahan hidup beberapa minggu di dalam glycerin pada suhu kamar
  • Virus rabies bila disimpan didalam larutan glycerin pekat pada suhu kamar, dapat bertahan- berminggu-minggu
  • Pada glycerin 10 %, virus akan cepat mati
  • Cepat mati dengan zat-zat pelarut lemak seperti air sabun, detergent, chloroform, ether dll.

4. Cara mencegah rabies pada anak

4. Cara mencegah rabies anak
Freepik/jcomp

Ini langkah yang harus Mama dan Papa lakukan agar si Kecil aman dari virus rabies:

1. Kenali hewan yang dekat dengan si Kecil

Rabies dapat dicegah jika anjing dalam populasi telah divaksinasi rabies. 

Jadi, pastikan setiap hewan yang dekat dengan si Kecil merupakan hewan yang telah mendapatkan vaksinasi. 

Cara mudah mengidentifikasi rabies pada anjing adalah liur yang dikeluarkannya. Hindari anjing yang terus menerus meneteskan liur berlebihan. 

Anjing yang terinfeksi bersikap lebih agresif, terlihat kering karena takut air, dan juga menempatkan ekornya di antara kedua paha.

2. Bersihkan setiap luka yang terlihat pada si Kecil

Selain luka gigitan, rabies juga dapat menular lewat jilatan pada kulit yang terbuka atau organ bermukosa seperti mulut, mata, dan kemaluan. Segera lakukan beberapa pertolongan pertama cara mencegah rabies berikut ini:

  • Setiap luka atau goresan yang ada pada tubuh si Kecil harus segera dibersihkan dengan sabun di bawah air mengalir selama 10-15 menit.
  • Beri obat antiseptik pada luka gigitan.
  • Hubungi rabies center untuk pertolongan selanjutnya. Rabies Center adalah rumah sakit atau Puskesmas yang ditunjuk sebagai pusat penanganan kasus rabies. Di sana akan dilakukan pencucian ulang luka dan akan diberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) atau Serum Anti Rabies( SAR) jika ada indikasi.

3. Vaksin 

Sebenarnya agar lebih aman lagi lakukan vaksin untuk mencegah rabies. Kurang lebih dibutuhkan waktu 7–10 hari sejak vaksinasi sampai tubuh bisa menghasilkan perlindungan dalam bentuk antibodi.

Jika tidak berhasil mendapatkan vaksin rabies gratis dari Puskesmas, Mama dan Papa juga bisa mendatangi rumah sakit swasta. Namun, tentu saja dengan anggaran tertentu.

5. Cara mencuci luka agar anak aman dari rabies

5. Cara mencuci luka agar anak aman dari rabies
todaysparent.com

Selalu ada risiko setelah anak digigit oleh hewan berbahaya yang mungkin bisa menularkan rabies. Maka lakukan dengan tepat, mencuci luka anak dengan cermat.

Ini cara mencuci luka anak untuk mencegah rabies:

  • cuci bagian luka layaknya mencuci tangan dengan sabun selama 10-15 menit,
  • bilas dengan air mengalir,
  • beri antiseptik (iodin/alkohol 70%) pada bagian luka
  • segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit jika luka terasa panas/iritasi setelah dicuci.

Rabies dapat dicegah dengan perilaku hidup yang bersih dan sehat. Terus pantau kebersihan dan kesehatan si Kecil dan lingkungannya agar terhindar dari virus rabies.

Sekarang Mama dan Papa sudah tahu cara awasi risiko rabies pada anak. Semoga informasi di atas bermanfaat bagi Mama dan Papa yang ingin memahami cara mencegah rabies pada anak.

Baca juga:

The Latest