Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Anak demam
Freepik/user18520652

Intinya sih...

  • Penyakit Kawasaki adalah penyakit langka yang menyerang pembuluh darah anak terutama di bawah 5 tahun, penyebabnya belum diketahui pasti namun diduga karena faktor genetik

  • Gejala utama penyakit Kawasaki adalah demam tinggi lebih dari 39°C selama lebih dari 5 hari disertai mata merah, bibir pecah-pecah, ruam kulit, dan bengkak pada tangan serta kaki

  • Deteksi penyakit Kawasaki memerlukan pemeriksaan fisik, tes darah, dan pemeriksaan jantung seperti EKG dan ekokardiogram untuk mencegah komplikasi serius pada jantung anak

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Setiap orangtua pasti khawatir ketika anak mengalami demam tinggi yang tidak kunjung turun. Apalagi jika demam disertai gejala lain seperti mata merah, ruam kulit, atau bibir pecah-pecah.

Kondisi ini bisa jadi bukan sekadar infeksi biasa, melainkan tanda penyakit Kawasaki.

Penyakit Kawasaki adalah penyakit langka yang utamanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun. Meski jarang terjadi, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius pada jantung.

Berikut Popmama.com merangkum informasi lengkap tentang Penyakit Kawasaki yang perlu Mama ketahui.

1. Apa itu penyakit Kawasaki dan siapa yang berisiko

Freepik/kjpargeter

Penyakit Kawasaki merupakan kondisi yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah anak, atau dikenal sebagai vaskulitis. Peradangan ini dapat terjadi pada pembuluh darah berukuran kecil hingga sedang di seluruh tubuh.

Penyakit ini menyerang arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen dari jantung.

Peradangan pada arteri koroner ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi jantung seperti peradangan otot jantung (miokarditis), penumpukan cairan di dinding terluar jantung (efusi perikard), serta pelebaran atau pembengkakan pembuluh darah arteri koroner (aneurisma).

Penyakit Kawasaki terutama menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Namun, kondisi anak akan jauh lebih berat jika terdiagnosis pada usia kurang dari 1 tahun. Pada kelompok usia ini, risiko komplikasi jantung juga lebih tinggi, sehingga kewaspadaan ekstra sangat diperlukan.

Meski penyakit ini bisa menyerang anak di berbagai usia, balita dan bayi tetap menjadi kelompok yang paling rentan. Oleh karena itu, orangtua perlu mengenali gejala-gejalanya sejak dini.

2. Penyebab penyakit Kawasaki belum diketahui pasti

Freepik/kjpargeter

Hingga saat ini, penyebab pasti Penyakit Kawasaki belum sepenuhnya diketahui. Yang dicurigai sebagai penyebabnya adalah faktor genetik yang diturunkan dari kedua orangtua. Artinya, ada kemungkinan anak mewarisi kerentanan terhadap penyakit ini melalui gen.

Yang perlu Mama pahami, Penyakit Kawasaki sering kali disalahartikan sebagai infeksi karena memiliki gejala yang mirip dengan penyakit infeksi pada umumnya. Namun, perbedaan mendasarnya adalah:

  • Penyakit Kawasaki tidak menular dan tidak dapat ditularkan dari satu anak ke anak lain

  • Bukan disebabkan oleh virus atau bakteri

  • Tidak ada cara untuk "tertular" dari orang lain

Karena penyebabnya yang belum jelas, pencegahan spesifik untuk penyakit Kawasaki juga belum tersedia. Yang bisa dilakukan orangtua adalah mengenali gejalanya sedini mungkin dan segera membawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

3. Gejala penyakit Kawasaki pada anak

Freepik

Penyakit Kawasaki dimulai dengan gejala peradangan umum, terutama demam tinggi yang mencapai lebih dari 39°C dan berlangsung lebih dari 5 hari.

Demam yang persisten ini kemudian diikuti oleh berbagai gejala lain yang bisa muncul secara bertahap atau bersamaan. Berikut gejala dan tanda yang perlu Mama waspadai:

Gejala pada kulit dan tubuh:

  • Kemerahan di beberapa area tubuh, terutama area genital

  • Ruam atau bintik kemerahan yang menyebar

  • Tangan dan kaki tampak kemerahan, bengkak, dan bisa terkelupas

Gejala pada wajah:

  • Mata merah disertai cairan kental, tanpa kotoran mata seperti pada konjungtivitis biasa

  • Bibir tampak merah, kering, pecah-pecah, dan bengkak

  • Lidah tampak bengkak dan kemerahan

Gejala lainnya:

  • Pembesaran kelenjar limfa, terutama di area leher

  • Nyeri perut yang tidak kunjung reda

  • Diare

  • Muntah

  • Nyeri pada sendi-sendi

  • Anak tampak sangat gelisah dan rewel

Gejala-gejala tersebut tidak selalu muncul dalam waktu bersamaan. Bisa jadi muncul satu per satu dalam beberapa hari, atau langsung muncul bersamaan. Karena itu, Mama perlu mencatat setiap gejala yang muncul dan segera konsultasi dengan dokter.

4. Kapan harus segera ke dokter

Freepik/jcomp

Mengingat penyakit Kawasaki dapat menyebabkan komplikasi serius pada jantung, penanganan dini sangat penting. Pengobatan yang dilakukan lebih awal dapat mengurangi risiko peradangan berat pada pembuluh darah dan dinding jantung. Mama harus segera membawa anak ke dokter jika mengalami kondisi berikut:

  • Demam tinggi yang sulit turun

Jika anak mengalami demam lebih dari 39°C yang berlangsung lebih dari 5 hari dan tidak kunjung turun meski sudah diberikan obat penurun panas, segera periksakan ke dokter.

  • Usia anak kurang dari 1 tahun

Bayi di bawah usia 1 tahun yang mengalami demam tinggi perlu mendapat perhatian ekstra karena risiko komplikasi yang lebih berat.

  • Memiliki satu atau lebih gejala tambahan

Jika demam disertai dengan gejala lain seperti mata merah, bibir pecah-pecah, ruam kulit, atau tangan dan kaki yang bengkak, jangan tunda untuk membawa anak ke dokter.

Jangan menunggu hingga semua gejala muncul. Konsultasi lebih awal akan membantu dokter melakukan diagnosis dan memberikan penanganan yang tepat sebelum komplikasi terjadi.

5. Pemeriksaan untuk mendeteksi penyakit Kawasaki

Freepik/stefamerpik

Selain pemeriksaan fisik lengkap dan menanyakan riwayat kesehatan anak, beberapa tes laboratorium juga diperlukan.

Pemeriksaan laboratorium dasar:

  • Pemeriksaan darah untuk melihat tanda-tanda peradangan

  • Pemeriksaan urin untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi saluran kemih

  • Pemeriksaan cairan tulang belakang dalam beberapa kasus

Perlu diketahui bahwa ketiga tes ini belum tentu memberikan kesimpulan pasti tentang Penyakit Kawasaki, namun dapat membantu menyingkirkan kemungkinan penyakit lain.

Karena penyakit Kawasaki dapat menyerang jantung dan pembuluh darah, pemeriksaan khusus pada jantung sangat penting dilakukan:

  • Elektrokardiografi (EKG), pemeriksaan ini bertujuan melihat fungsi kelistrikan jantung yang bisa mendeteksi gangguan pada irama jantung atau kerusakan jantung lainnya yang berhubungan dengan Penyakit Kawasaki.

  • Ekokardiogram, pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk melihat gambaran jantung secara detail. Ekokardiogram dapat mengonfirmasi kerusakan struktur jantung yang disebabkan oleh Penyakit Kawasaki.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat mengetahui adanya gangguan jantung seperti:

  • Denyut jantung yang terlalu cepat (takikardia)

  • Cairan pada dinding jantung (efusi perikardial)

  • Peradangan pada otot jantung (miokarditis)

  • Pembengkakan pembuluh darah koroner (aneurisma)

Itulah, Ma, penjelasan tentang penyakit Kawasaki. Deteksi dini melalui pemeriksaan yang tepat akan membantu dokter memberikan penanganan yang sesuai untuk mencegah komplikasi jangka panjang pada jantung anak.

Editorial Team