Sambut 17-an dengan Ajarkan Arti Kemerdekaan pada Anak

Tak hanya berpartisipasi dalam perlombaan, ajarkan juga 5 hal ini pada si Kecil

16 Agustus 2018

Sambut 17-an Ajarkan Arti Kemerdekaan Anak
Flickr.com/artem bali

Tak terasa, Indonesia kembali merayakan kemerdekaannya pada 17 Agustus tahun ini.

Sorak sorai dan kemeriahan perayaan 17 Agustus pasti sudah terasa di lingkungan Mama, bukan. 

Masyarakat tak hanya sibuk menghias lingkungannya dengan ornamen merah putih ala kemerdekaan, namun juga sibuk mempersiapkan lomba 17-an ang pastinya akan seru dan bergelimpangan hadiah.

Seakan tak pandang umur, orang dewasa bahkan anak kecil pun akan turut merayakan ulang tahun negara kita tercinta.

Nah, untuk meresapi arti kemerdekaan sendiri, apa yang biasa Mama ajarkan pada si Kecil?

Berpartisipasi dalam lomba? Atau mungkin Mama memiliki cara lain?

Terkait dengan hal tersebut, berikut Popmama.com telah merangkum 5 hal yang dapat Mama lakukan untuk mengajarakan arti kemerdekaan pada si Kecil!

1. Mengemukakan pendapat

1. Mengemukakan pendapat
blogpalmpartners.com

Meskipun masih kecil, bukan berarti ia tidak dapat mengemukakan pendapatnya sendiri lho Ma.

Terapkanlah sejak dini pada si Kecil untuk dapat mengemukakan apa yang dia pikirkan.

Hal tersebut tak hanya dapat menerapkan arti kemerdekaan, namun juga untuk membuat si Kecil berani berbicara di depan umum dan berani mempertahankan pernyataannya.

Kemampuan tersebutlah yang nantinya akan menjadi bekal yang baik bagi mereka kelak.

2. Memilih sesuai dengan keinginan

2. Memilih sesuai keinginan
mom.me

Tak hanya berani mengemukakan pendapat, Mama juga harus mengajarkan si Kecil untuk dapat memilih hal yang sesuai dengan keinginannya. 

Hal tersebut penting untuk ditanamkan pada anak sejak dini, karena ketika ia memilih berarti ia juga berani menerima risiko dari apa yang ia pilih.

Meskipun ia merdeka atau bebas untuk memilih, namun dari sana ia juga dapat mempertanggung jawabkan apa yang sudah ia pilih sebelumnya.

Jadi, jika Mama terbiasa memilihkan sesuatu untuknya, maka mulai saat ini biarkanlah ia memilih apa yang terbaik untuknya.

Editors' Picks

3. Menjadi diri sendiri

3. Menjadi diri sendiri
todaysparent.com

Mungkin pada usia 4 hingga 5 tahun, si Kecil belum terlalu paham apa arti dari sebuah jati diri.

Namun, tak ada salahnya lho jika Mama mulai memperkenalkan padanya mengenai hal tersebut agar nantinya ia tidak kesulitan menemukan jati dirinya sendiri.

Mama dapat memulainya dengan membiarkan si Kecil memilih pakaian yang ia ingin kenakan, dengan pilihannya tersebut maka dapat tercermin pula jati dirinya sejak kecil.

Meskipun Mama membebaskannya, namun usahakan untuk tetap mengontrol dan mengingatkannya ketika ia melakukan kesalahan ya, Ma.

4. Mendapatkan hak pribadi

4. Mendapatkan hak pribadi
huffingtonpost.com

Ketika ia telah melakukan kewajibannya sebagai anak, maka penting juga bagi Mama untuk memenuhi segala hak pribadinya.

Tak hanya hal untuk mendapatkan asupan makanan dan nutrisi saja, haknya untuk merasa disayang dan menyayangi juga perlu Mama penuhi.

Maka dari itu, usahakan untuk terus menyeimbangkan hak dan kewajiban pada anak agar kehidupannya seimbang.

5. Tidak takut

5. Tidak takut
huffingtonpost.com

Ungkapan lain dari merdeka atau bebas adalah tidak takut.

Seseorang yang bebas atau merdeka tidak pernah merasa takut.

Maka dari itu, salah satu cara yang dapat Mama lakukan untuk menanamkan arti kemerdekaan adalah dengan mengajarkannya untuk tidak takut.

Ajarkanlah hal-hal simpel terlebih dahulu, seperti tidak takut pada gelap, tidak takut sendirian, atau tidak takut pada ancaman dari orang lain.

Untuk menunjang keberaniannya, Mama juga dapat memberikan contoh dan sikap tersebut pada mereka.

Nah, itulah kelima hal mudah yang dapat Mama terapkan pada si Kecil untuk mengajarkan arti kemerdekaan pada anak.

Ternyata mudah bukan, setelah mengetahui 5 poin di atas?

Oleh karena itu, ajarkan si Kecil mulai dari sekarang yuk, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!