Popmama.com/Immanuel Antonius
Metode latihan dance untuk kelompok Little dan Kids berbeda, disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik usia mereka.
Untuk kelompok Little (3-4 tahun), pendekatan yang digunakan adalah menyenangkan dan imajinasi. Coach fokus mencari keseruan terlebih dahulu dengan mengenalkan lagu secara menyenangkan agar anak bisa berimajinasi tentang lagu tersebut.
"Kalo untuk anak-anak, masih basic dulu aja karena mereka masih belum bisa mengikuti untuk gerakan yang terlalu rumit. Yang penting mereka bisa bergerak menyelaraskan anggota tubuh mereka," tambah coach.
Sementara untuk kelompok Kids (5-7 tahun), pendekatan yang digunakan lebih terstruktur. Anak-anak harus belajar hitungan terlebih dahulu, kemudian dikenalkan dengan lagu dan temponya. Dengan begitu, mereka bisa memahami bahwa jika lagunya cepat, mereka harus bergerak dengan cepat juga.
"Di Kids mereka sudah mempelajari teknik tarian. Di Kids, satu term itu satu bulan pertama kita belajar tari hip hopnya. Lalu bulan selanjutnya baru lagu yang seperti KPop, atau mungkin lagu-lagu yang easy listening," tambahnya.
Meskipun sudah belajar berbagai genre, genre yang paling banyak dipelajari adalah Pop karena musiknya lebih familiar di telinga anak dan gerakannya relatif lebih mudah diikuti.
Untuk lagu dan koreografi yang akan ditampilkan, semuanya sudah disiapkan oleh tim kurikulum. Tugas coach adalah mengimplementasikan kurikulum tersebut di dalam kelas dan memastikan setiap anak bisa memahami gerakan dan lagu yang sudah dibuat.
Selain latihan untuk event khusus seperti ini, anak-anak juga memiliki performance rutin setiap 3 bulan sekali di depan orangtua. Performance rutin ini penting untuk melatih mental anak agar terbiasa tampil di depan orang.