Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Sparks Academy Tampil Percaya Diri di Popmama Birthday Bash 2026
Popmama.com/Immanuel Antonius
  • Sparks Academy tampil memukau di Popmama Birthday Bash 2026 pada Sabtu (14/02/2026) dengan dance yang energik dan menggemaskan

  • Dance terbukti melatih kepercayaan diri, daya ingat, fokus, dan kemandirian anak melalui latihan rutin dan metode yang disesuaikan dengan usia

  • Dengan dorongan orangtua, strategi reward, dan latihan bertahap, anak bisa mulai belajar dance dan berkembang dengan baik

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Panggung Popmama Birthday Bash 2026 pada Sabtu (14/02/2026) diramaikan oleh penampilan anak-anak dari Sparks Academy. Gerakan dance mereka yang energik dan menggemaskan berhasil mencuri perhatian para Mama dan anak yang hadir.

Penampilan dibagi dalam dua kategori berdasarkan usia, yaitu untuk anak usia 3-4 tahun dan anak usia 5-7 tahun. Baju mereka yang kompak berwarna pink dan putih disertai aksesoris makin mempermanis penampilan mereka di atas panggung.

Di balik penampilan yang terlihat sederhana, ternyata dance memiliki banyak manfaat untuk perkembangan anak, mulai dari melatih kepercayaan diri hingga kemandirian.

Berikut Popmama.com rangkum penampilan Sparks Academy di Popmama Birthday Bash 2026 dan manfaat dance untuk anak!

1. Penampilan dance dari Sparks Academy

Popmama.com/Immanuel Antonius

Penampilan dibuka oleh kelompok Little pertama yang terdiri dari Dyra, Clara, Hillary, Ghania, dan Bestari. Anak-anak berusia 3-4 tahun ini tampil dengan gerakan yang lucu dan penuh semangat. Meskipun beberapa terlihat masih malu-malu, mereka tetap menyelesaikan penampilan dengan baik.

Sesi kedua dilanjutkan oleh kelompok Kids yang terdiri dari Sera, Isabelle, dan Sherly. Anak-anak berusia 5-7 tahun ini menari diiringi lagu Golden oleh Huntrix dari film animasi KPop Demon Hunter. Ketiganya menampilkan gerakan yang lebih terstruktur dan kompak. Mereka terlihat lebih percaya diri dan hafal gerakan koreografi.

Sesi ketiga ditutup oleh kelompok Little kedua yang terdiri dari Naumi, Ruth, Priscil, Valerie, Devina, Jiliian, dan Alma. Kelompok ini menampilkan energi yang sama menggemaskannya dengan kelompok Little pertama. Para Mama yang menonton tidak berhenti tersenyum melihat penampilan mereka.

2. Proses latihan dan persiapan perform Sparks Academy

Popmama.com/Immanuel Antonius

Penampilan di Popmama Birthday Bash 2026 bukan hasil latihan sehari dua hari.

Anak-anak Sparks Academy mempersiapkan penampilan ini dengan latihan selama 4-5 minggu.

Latihan dilakukan secara rutin, biasanya seminggu sekali atau dua minggu sekali tergantung jadwal kelas masing-masing anak.

3. Metode latihan yang berbeda untuk Little dan Kids

Popmama.com/Immanuel Antonius

Metode latihan dance untuk kelompok Little dan Kids berbeda, disesuaikan dengan kemampuan dan karakteristik usia mereka.

Untuk kelompok Little (3-4 tahun), pendekatan yang digunakan adalah menyenangkan dan imajinasi. Coach fokus mencari keseruan terlebih dahulu dengan mengenalkan lagu secara menyenangkan agar anak bisa berimajinasi tentang lagu tersebut.

"Kalo untuk anak-anak, masih basic dulu aja karena mereka masih belum bisa mengikuti untuk gerakan yang terlalu rumit. Yang penting mereka bisa bergerak menyelaraskan anggota tubuh mereka," tambah coach.

Sementara untuk kelompok Kids (5-7 tahun), pendekatan yang digunakan lebih terstruktur. Anak-anak harus belajar hitungan terlebih dahulu, kemudian dikenalkan dengan lagu dan temponya. Dengan begitu, mereka bisa memahami bahwa jika lagunya cepat, mereka harus bergerak dengan cepat juga.

"Di Kids mereka sudah mempelajari teknik tarian. Di Kids, satu term itu satu bulan pertama kita belajar tari hip hopnya. Lalu bulan selanjutnya baru lagu yang seperti KPop, atau mungkin lagu-lagu yang easy listening," tambahnya.

Meskipun sudah belajar berbagai genre, genre yang paling banyak dipelajari adalah Pop karena musiknya lebih familiar di telinga anak dan gerakannya relatif lebih mudah diikuti.

Untuk lagu dan koreografi yang akan ditampilkan, semuanya sudah disiapkan oleh tim kurikulum. Tugas coach adalah mengimplementasikan kurikulum tersebut di dalam kelas dan memastikan setiap anak bisa memahami gerakan dan lagu yang sudah dibuat.

Selain latihan untuk event khusus seperti ini, anak-anak juga memiliki performance rutin setiap 3 bulan sekali di depan orangtua. Performance rutin ini penting untuk melatih mental anak agar terbiasa tampil di depan orang.

4. Dance melatih daya ingat dan fokus anak

Popmama.com/Immanuel Antonius

Dance melatih daya ingat anak karena mereka harus menghafal koreografi. Menurut coach, proses menghafal ini juga melatih fokus anak, meskipun fokus menjadi tantangan tersendiri terutama untuk anak usia 3-4 tahun.

"Mungkin yang susah itu fokus, karena fokus terutama untuk anak umur 3-4 tahun kan belum bisa begitu fokus terlalu lama. Ya jadi lebih ke melatih fokus mereka sih yang sedikit challenging," jelasnya.

Proses menghafal koreografi berbeda untuk setiap kelompok usia. Untuk kelompok Little (3-4 tahun), proses menghafal membutuhkan waktu lebih lama. Tidak hanya itu, anak-anak di kelompok Little masih membutuhkan bantuan berupa clue dan aba-aba dari coach agar mereka kembali mengingat koreonya.

Sementara untuk kelompok Kids (5-7 tahun), proses menghafal jauh lebih cepat. Hanya perlu waktu sekitar 2 minggu untuk menghafal. Hal ini karena fokus dan daya ingat anak di usia ini sudah lebih panjang dan stabil.

Proses menghafal koreografi ini melatih otak anak untuk mengingat urutan gerakan, koordinasi dengan musik, dan sinkronisasi dengan teman-teman lainnya. Semua ini adalah latihan kognitif yang bermanfaat untuk perkembangan otak anak.

5. Dance melatih kepercayaan diri anak

Popmama.com/Keisha Felita Aryamaulana

Salah satu manfaat utama dance untuk anak adalah melatih kepercayaan diri mereka untuk tampil di depan orang banyak. Menurut coach Sparks Academy yang sudah melatih anak-anak selama setahun, kepercayaan diri adalah fokus utama dalam setiap latihan.

"Sebenernya kalo untuk utamanya mereka melatih kepercayaan diri. Karena kebanyakan anak kecil masih malu untuk naik ke panggung, atau sekadar tampil di depan orang. Kita melatih kepercayaan diri dari dance ini," jelas coach.

Proses membangun kepercayaan diri ini tidak instan dan butuh waktu. Salah satu contoh konkret adalah Ruth, salah satu member Little yang tampil di sesi ketiga. Mama Ruth berbagi cerita tentang perkembangan anaknya yang cukup mengagumkan.

Performance di Popmama Birthday Bash 2026 ini adalah penampilan ketiga Ruth. Di performance pertama di Ice BSD, Ruth masih menangis dan turun dari panggung.

Sekitar 6-8 bulan kemudian di performance kedua, ada progress yang terlihat. Ruth sudah mulai berani, tidak menangis meskipun masih terlihat agak bingung. Mama Ruth melihat ini sebagai kemajuan yang berarti, setidaknya Ruth tidak menangis dan keluar dari panggung lagi seperti sebelumnya.

Dan di performance ketiga kali ini, di Popmama Birthday Bash 2026, Mama Ruth sangat takjub dengan perkembangan Ruth. Ruth tampil dengan percaya diri, menggemaskan, dan bertahan di panggung sampai akhir. Padahal Ruth baru pindah ke kelas Little dan baru latihan 2 minggu, tapi dia sudah berani tampil dengan baik.

6. Cara coach menjaga semangat dan menangani gugup anak

Popmama.com/Immanuel Antonius

Menjaga semangat si Kecil selama latihan dan menangani gugup saat perform adalah tantangan tersendiri bagi coach. Ada beberapa strategi yang digunakan untuk memastikan si Kecil tetap semangat dan tidak terlalu gugup.

  • Energi coach sangat menentukan. Di dalam kelas, coach harus semangat terlebih dahulu karena energi yang diberikan bisa terbaca oleh anak-anak. Anak sangat sensitif terhadap energi orang dewasa di sekitar mereka, sehingga coach harus bisa menjadi role model dalam hal semangat.

  • Sistem reward digunakan untuk memotivasi si Kecil. Biasanya si Kecil diberikan reward berupa stiker yang bisa meningkatkan mood mereka. Sistem reward ini juga membantu si Kecil belajar disiplin. Di kelas, coach juga harus menerapkan aturan yang harus diikuti, dan jika tidak diikuti, anak tidak akan mendapat stiker.

  • Saat anak gugup sebelum perform, coach memberikan dukungan emosional. Coach memberi semangat dengan melambaikan tangan dan meyakinkan si Kecil bahwa naik ke panggung tidak semenakutkan yang mereka bayangkan. Dukungan seperti ini sangat membantu anak merasa lebih berani.

Dukungan ini sangat penting terutama untuk si Kecil yang baru pertama kali atau masih jarang tampil di depan orang banyak. Coach mengakui bahwa anak-anak pasti gugup, tapi secara keseluruhan mereka sudah bisa memahami apa yang harus dilakukan di atas panggung.

7. Tips dari coach dan orangtua untuk anak yang mau mulai dance

Popmama.com/Immanuel Antonius

Bagi Mama yang ingin si Kecil mulai belajar dance, ada beberapa tips yang bisa diterapkan berdasarkan pengalaman coach dan Mama Ruth.

  • Dorongan dari orangtua sangat penting. Orangtua perlu mengenalkan anak dengan musik terlebih dahulu karena ketika anak sudah mengenal musik dan sering melihat orang menari, mereka akan tertarik dan muncul keinginan untuk ikut belajar.

  • GFunakan strategi reward untuk mendorong anak. Orangtua bisa menawarkan hadiah kecil sebagai motivasi agar anak mau mencoba hal baru. Strategi reward ini terbukti efektif membuat anak lebih berani mengambil tantangan, termasuk tampil di depan orang banyak.

  • Biarkan anak belajar mandiri secara bertahap. Di awal, orangtua mungkin perlu mendampingi anak di dalam kelas atau selalu berada di dekatnya. Namun seiring waktu, biarkan anak mulai belajar tanpa pendampingan langsung. Proses ini melatih kemandirian anak dan membuatnya lebih percaya diri untuk berinteraksi dengan coach dan teman-teman sekelasnya tanpa harus bergantung pada orangtua.

Penampilan Sparks Academy di Popmama Birthday Bash 2026 menunjukkan bahwa dance bukan hanya soal gerakan dan musik, tetapi juga tentang proses perkembangan si Kecil yang sangat berharga. Dari melatih kepercayaan diri, daya ingat, fokus, hingga kemandirian, semua ini adalah bekal penting untuk masa depan si Kecil.

Jadi, Ma, apakah si Kecil Mama juga tertarik untuk ikut dance?

Editorial Team