5 Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebih untuk Kesehatan Kulit

Apakah kamu sering memakan makanan manis setiap hari?

29 November 2021

5 Dampak Buruk Konsumsi Gula Berlebih Kesehatan Kulit
Pexels/Piotr Arnoldes

Kini mulai banyak dari minuman kekinian, jajanan pasar sampai dessert yang memiliki cita rasa manis di dalamnya. 

Inilah beberapa penyakit sering kali timbul akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung gula.

Bahkan menjadi salah satu penyebab terburuk penuaan dini langsung pada wajah dan tubuh seseorang. Oleh sebab itu, kamu harus melindungi penampilan.

Sebab, ada 5 dampak buruk konsumsi gula berlebih bagi kecantikan. Berikut Popmama.com berikan informasi selengkapnya:

1. Bisa membuat jerawat muncul

1. Bisa membuat jerawat muncul
Pexels/Andrea Piacquadio

Ketika gula darah kamu melonjak naik, maka perlu waspada. Sebab hal itu bisa menyebabkan tubuh kamu membuat lebih banyak sebum, lho.

Dengan peradangan dan sebum berlebih ini, maka dapat berkontribusi pada perkembangan jerawat dan meningkatkan keparahan jerawat.

Dilansir dari Insider, makan terlalu banyak makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat mempengaruhi kulit dan memperburuk kondisi kulit seperti jerawat maupun eksim. 

Editors' Picks

2. Memicu timbulnya eksim yang memerah dan gatal

2. Memicu timbul eksim memerah gatal
Pexels/Anna Nekrashevich

Ternyata gula membuat kadar insulin kamu jadi melonjak. Hal itulah yang menyebabkan peradangan dalam tubuh. Pada akhirnya mempengaruhi kulit dan memicu timbulnya eksim. 

Eksim atau dermatitis atopik sendiri adalah suatu kondisi yang membuat kulit memerah dan gatal di leher, tangan dan kaki. Bahkan berpotensi memperburuk kondisi kulit kamu.

Selain itu, tingginya kadar insulin juga dapat mengalami kulit yang terasa kering dan mungkin akan menjadi parah saat di malam hari.

3. Mempengaruhi stabilitas dan ketahanan kolagen kulit

3. Mempengaruhi stabilitas ketahanan kolagen kulit
Pexels/Karolina Grabowska

Perlu waspada. Bahwa memakan gula berlebih, hal ini akan merusak kulit melalui proses alami yang disebut glikasi dan membuat radikal bebas berbahaya jadi terakumulasi.

Sedangkan kolagen dan elastin adalah dua protein penting yang menjaga kelenturan dan keremajaan sel kulit. Namun sayangnya, glukosa dan fruktosa pada makanan manis yang kamu konsumsi bisa merusak kedua protein tersebut.

Selain itu, gula menjadikan elastin tidak bisa menjalankan fungsi regenerasi sel. Termasuk mempengaruhi stabilitas, ketahanan dan jenis kolagen yang kamu miliki. 

4. Membuat kulit wajah tampak lebih kering dan kusam

4. Membuat kulit wajah tampak lebih kering kusam
Pexels/KoolShooters

Bahwa mengonsumsi makanan manis berlebih, ini akan paling rentan terhadap kerusakan kulit. Salah satunya membuat kulit kamu menjadi tampak lebih kering dan kusam.

Sedangkan kadar insulin yang terlalu tinggi dalam tubuh, pada akhirnya tidak membuat kolagen kulit kamu berfungsi sebagai bahan pembangun kulit. Jadi akhirnya, malah menyebabkan kulit wajah tak lagi terlihat kencang dan elastis.

Hal itulah yang menciptakan karakteristik kulit wajah muncul bentuk garis-garis halus, kendur dan kerutan. Pasalnya, peradangan menghasilkan enzim yang memecah kolagen tersebut juga memicu kulit kasar dan mudah kemerahan.

5. Muncul warna gelap pada beberapa bagian

5. Muncul warna gelap beberapa bagian
Pexels/Kristina Paukshtite

Lebih jauh lagi, peningkatkan kadar insulin dalam tubuh akan menjadi pemicu timbulnya kantung mata kamu. Termasuk jumlah inflamasi yang lebih besar dan pembengkakan di bawah mata.

Tak hanya di area mata saja, lho. Apabila memiliki kelebihan gula, kondisi ini juga membuat bercak-bercak hitam di leher dan di lipatan tubuh kamu.

Bahkan terdapat warna gelap di bagian belakang leher, ketiak, selangkangan atau di tempat lain akibat terlalu banyak insulin dalam darah kamu.

Itulah 5 dampak buruk akibat jika mengonsumsi banyak gula. Sekarang setelah kamu tahu bagaimana gula dapat merusak kulit, mulailah memerangi kerusakannya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.