Pexels.com/www.kaboompics.com
Memiliki kulit kepala yang sehat bisa dimulai dari cara keramas yang tepat. Salah satunya dengan memperhatikan suhu air yang digunakan. Dibandingkan air panas, air dingin atau air bersuhu sejuk cenderung lebih aman untuk kulit kepala dan rambut.
Air yang terlalu panas dapat menghilangkan minyak alami pada kulit kepala sehingga membuatnya terasa kering atau tertarik. Kondisi ini juga bisa membuat rambut terasa lebih kering dan kasar, terutama bagi yang memang memiliki jenis rambut kering.
Sementara itu, air dingin sering dianggap dapat membuat permukaan rambut terasa lebih rapi. Namun, anggapan bahwa air dingin dapat "menutup kutikula rambut" secara permanen sebenarnya tidak sesederhana itu.
Selain suhu air, frekuensi keramas juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit kepala, jenis rambut, dan aktivitas sehari-hari. Tidak semua orang perlu keramas setiap hari.
Kulit kepala berminyak: Keramas setiap hari dapat membantu mengangkat minyak berlebih dan menjaga rambut tetap terasa bersih.
Sering berkeringat atau berolahraga: Keramas lebih sering dapat membantu membersihkan keringat serta penumpukan produk rambut.
Rambut kering, keriting, atau mudah patah: Hindari keramas terlalu sering agar rambut tidak semakin kehilangan kelembapan.
Kulit kepala sensitif: Gunakan sampo yang lembut dan hindari menggosok kulit kepala terlalu keras.
Jadi, bukan hanya suhu air yang perlu diperhatikan, tetapi juga frekuensi keramas dan jenis sampo yang digunakan. Jika keramas setiap hari membuat kulit kepala terasa kering, gatal, atau rambut menjadi kasar, coba kurangi frekuensinya dan pilih produk yang lebih lembut.