"Sengaja mampir ke sini pengen nyoba kulinernya. Acaranya juga bagus banyak kuliner yang bisa dicoba dan crowd dari acara juga oke. Disini baru nyobain sate taichan. Harganya ga terlalu mahal dan rasanya juga enak," ujar Kevin, salah satu pengunjung Jakarta Food Festival 2026 yang diwawancarai pada Rabu (19/8/2026) di booth sate taichan.
Menikmati Berbagai Kuliner Nusantara di Jakarta Food Festival 2026

Jakarta Food Festival 2026 menghadirkan ratusan kuliner dari berbagai daerah Indonesia dalam satu lokasi.
Booth halal dan non-halal dipisahkan dengan struktur bangunan yang berbeda untuk memudahkan pilihan pengunjung.
Festival dipadati pengunjung yang antusias mencicipi kuliner, termasuk booth makanan ringan.
Jakarta Food Festival 2026 kembali hadir menjadi salah satu perayaan kuliner yang menarik perhatian para pencinta makanan.
Festival ini menghadirkan beragam pilihan kuliner dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga pengunjung bisa mencicipi aneka cita rasa Nusantara dalam satu tempat.
Dengan ratusan makanan Nusantara yang hadir, Jakarta Food Festival 2026 menjadi kesempatan untuk mengenal kekayaan kuliner Indonesia, mulai dari makanan tradisional hingga berbagai sajian khas yang menggugah selera.
Berikut Popmama.com merangkum keseruan di Jakarta Food Festival 2026. Yuk, disimak!
Table of Content
1. Berbagai jenis kuliner halal dan non-halal dipisah dengan jelas

Popmama.com/Adrian Ang Salah satu hal yang menarik dari Jakarta Food Festival 2026 adalah penataan booth makanan halal dan non-halal yang dibuat terpisah. Pembagian ini memudahkan pengunjung untuk memilih kuliner sesuai kebutuhan sekaligus membuat area festival terasa lebih tertata.
Area makanan non-halal hadir dengan desain bangunan yang memiliki nuansa khas Tionghoa, tetapi tetap dipadukan dengan sentuhan Indonesia.
Sementara itu, area makanan halal memiliki bentuk bangunan yang menyerupai masjid, sehingga memberikan identitas visual yang berbeda dan mudah dikenali.
Perbedaan desain kedua area tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri di festival karena tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan unsur budaya melalui konsep boothnya.
2. Antusiasme pengunjung terlihat luar biasa

Popmama.com/Adrian Ang Jakarta Food Festival 2026 juga tampak dipadati pengunjung yang antusias menikmati beragam kuliner Nusantara. Sejak memasuki area festival, suasana ramai sudah terasa dengan banyaknya orang yang datang untuk mencicipi makanan dari berbagai daerah.
Antusiasme tersebut terlihat dari ramainya area booth makanan hingga pengunjung yang rela mengantre untuk mendapatkan hidangan pilihan mereka. Kehadiran ratusan kuliner Nusantara menjadi salah satu daya tarik yang membuat festival ini ramai dikunjungi.
Suasana yang meriah membuat Jakarta Food Festival 2026 terasa semakin hidup. Pengunjung dari berbagai kalangan tampak menikmati kesempatan untuk berburu makanan sekaligus mengenal lebih banyak kekayaan kuliner Indonesia.
3. Menjelajahi berbagai tenant kuliner nusantara

Dok. Jakarta Food Festival Berjalan-jalan di tengah ramainya Kampoeng Tempo Doeloe 2026 terasa seperti melakukan perjalanan kuliner keliling Indonesia. Beragam booth menghadirkan makanan khas dari berbagai daerah, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, hingga wilayah lain di Nusantara.
Tahun ini, KTD menghadirkan 38 tenant baru, di antaranya Cakwe Gang Gloria Pancoran Glodok, Kerak Telor Pak Ahmad, Nasi Goreng Babat Semar Semarang, Rarampa Manado, Lumpia Semarang Gang 9 Sejak 1983, Bakmi Kepiting Akhiong Pontianak, Sego Tempong Rakyat khas Banyuwangi, hingga Lapo Naburju khas Toba.
Setelah menjelajahi sejumlah booth, ada beberapa tempat yang menarik untuk dicoba dan digali budayanya.

Popmama.com/Adrian Ang Ayam Bakar Klaten Tanpa Tulang.
Dalam kesempatan ini, saya mencoba ayam bakar khas Klaten. Uniknya, ayam bakar ini hanya menggunakan potongan paha atas dan bersifat boneless (tanpa tulang).
Ciri khas dari ayam bakar Klaten ini adalah manis gurih. Pembuatannya dilakukan dengan memotong potongan ayam menjadi potongan kecil dan membakarnya di atas grill yang kemudian ditambah dengan kecap manis.
Tekstur dari ayam bakar ini juga sangat empuk karena menggunakan potongan paha atas dengan ketebalan yang tidak terlalu tebal.
"Kita hanya menggunakan potongan paha atas biar lebih besar dan cenderung manis. Untuk jenisnya, memang biasa ada yang menggunakan tulang tapi kita tidak menggunakan tulang dalam potongan ayamnya," ujar mas Gading, salah satu penjual di booth Ayam Bakar Klaten Tanpa Tulang yang diwawancarai pada Rabu (19/8/2026).

Popmama.com/Adrian Ang Warung Dodol Betawi Bang Rizal
Untuk menu kedua, saya berkesempatan mencoba makanan ringan unik yaitu dodol Betawi. Dodol Betawi yang dijual ini didominasi rasa manis dengan ukuran kecil dan besar.
Di booth ini, ada 2 jenis dodol yaitu dodol yang terbuat dari ketan putih dan ketan hitam. Rasanya sendiri tidak terlalu beda, namun yang ketan putih lebih lembut, sedangkan ketan hitam lebih kasar teksturnya.
"Bahan utamanya sendiri santen, ketan, gula aren, dan gula putih yang digabung kemudian di aduk. Untuk rasa sama-sama manis paling hanya beda di teksturnya," ujar mas Arul, salah satu penjual di booth Warung Dodol Betawi Bang Rizal yang diwawancarai pada Rabu (19/8/2026).
Setelah menjelajahi Jakarta Food Festival dan mencoba berbagai menu dari sejumlah tenant, pengalaman kuliner di festival ini terasa cukup lengkap dan beragam. Bagi pencinta kuliner yang ingin mencicipi banyak pilihan makanan dalam satu tempat, Jakarta Food Festival bisa menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk dijelajahi.





















