Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mencabut Komedo Sembarangan, Kulit Wajah Terancam Rusak
Popmama.com/Erica Santoso/AI
  • Mencabut komedo secara paksa dapat meregangkan pori-pori, membuat tekstur kulit tidak merata, serta memudahkan kotoran dan minyak menumpuk kembali.

  • Tangan atau alat yang tidak steril berisiko memasukkan bakteri, memicu peradangan, jerawat nyeri, kemerahan, pembengkakan, dan kerusakan skin barrier.

  • Tekanan berlebih bisa meninggalkan hiperpigmentasi serta merusak kapiler wajah secara menetap; artikel menyarankan eksfoliasi lembut seperti clay mask atau BHA.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Komedo yang menumpuk di area hidung dan dagu sering kali memicu rasa gemas untuk langsung mencabutnya. Kebiasaan memencet atau mencabut komedo secara paksa dianggap sebagai cara cepat untuk mendapatkan kulit mulus kembali.

Namun, tindakan tersebut sebenarnya menyimpan berbagai risiko yang bisa merusak kesehatan kulit wajah. Tanpa teknik dan alat yang steril, paksaan pada pori-pori justru memicu trauma serta peradangan yang makin parah.

Memahami risiko jangka panjang sangat penting agar kamu tidak sembarangan merawat kulit. Berikut Popmama.com bagikan efek mencabut komedo yang perlu kamu waspadai!

1. Pori-pori wajah membesar secara permanen

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Tekanan kuat saat mencabut komedo secara paksa dapat merusak elastisitas dinding pori-pori. Akibatnya, pori-pori yang tadinya berukuran normal akan meregang dan menjadi lebih terbuka.

Pori-pori yang sudah membesar sangat sulit untuk dikembalikan ke ukuran semula. Kondisi ini justru membuat tampilan tekstur kulit wajah terlihat kurang halus dan tidak merata.

Area pori yang membesar juga akan lebih mudah menampung kotoran dan minyak berlebih. Penumpukan tersebut berisiko memicu kemunculan komedo baru dalam jumlah yang lebih banyak.

2. Memicu peradangan dan jerawat parah

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Mencabut komedo dengan tangan atau alat penekan yang tidak steril dapat memindahkan bakteri ke dalam jaringan kulit. Bakteri yang masuk akan bereaksi dengan minyak dan sel kulit mati.

Kondisi ini memicu infeksi lokal yang mengubah komedo biasa menjadi jerawat meradang. Wajah pun akan terasa nyeri, memerah, dan membengkak di area yang dipencet.

Bukannya bersih, kebiasaan ini malah membuat masalah kulit baru yang lebih sulit disembuhkan. Proses penyembuhan jerawat meradang pun membutuhkan waktu yang jauh lebih lama.

3. Menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Dorongan fisik saat memencet kulit dapat merusak lapisan pelindung atau skin barrier. Kulit di sekitar area komedo akan langsung mengalami iritasi dan tampak memerah.

Bagi pemilik kulit sensitif, tindakan kasar ini bisa memicu rasa perih yang mengganggu. Kulit juga menjadi lebih rentan terhadap paparan sinar matahari serta bahan kimia pemicu iritasi.

Iritasi berulang dapat membuat kondisi kulit semakin lemah dan tampak kusam. Butuh waktu bertahap bagi kulit untuk memulihkan kelembapan alaminya kembali.

4. Meninggalkan bekas luka hyperpigmentasi

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Trauma pada jaringan kulit akibat tekanan kuat akan merangsang produksi melanin secara berlebihan. Proses penyembuhan luka ini sering kali meninggalkan noda hitam yang membandel.

Noda bekas luka atau hyperpigmentation ini sangat sulit dipudarkan hanya dengan pembersih biasa. Kamu memerlukan perawatan eksfoliasi dan pencerah khusus dalam jangka panjang.

Membiarkan bekas luka memenuhan area T-zone tentu mengganggu penampilan. Menghilangkan noda hitam bekas pencetan membutuhkan kesabaran yang ekstra.

5. Merusak pembuluh darah kecil di bawah kulit

Popmama.com/Erica Santoso/AI

Tekanan yang terlalu keras dapat memecahkan kapiler atau pembuluh darah kecil di permukaan kulit. Kondisi ini ditandai dengan munculnya garis-garis merah tipis yang terlihat jelas.

Kerusakan pembuluh darah ini bersifat menetap dan tidak bisa hilang dengan sendirinya. Tampilan garis merah ini akan menyulitkan kamu saat meratakan warna kulit.

Untuk memperbaikinya, dibutuhkan tindakan medis khusus seperti terapi laser di klinik kebidanan kulit. Hindari tindakan kasar agar pembuluh darah wajah tetap terlindungi.

Yuk, beralih ke perawatan eksfoliasi lembut seperti clay mask atau kandungan BHA secara rutin agar kulit kamu tetap mulus tanpa risiko iritasi!

Curated For You

Editorial Team

Related Article