Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
skincare collagen
hushla.net

Intinya sih...

  • Kolagen adalah protein struktural utama kulit, tersedia dalam bentuk topikal, konsumsi, dan suntikan. Namun, efektivitasnya dipertanyakan karena molekulnya terlalu besar untuk diserap secara maksimal.

  • Kolagen topikal berfungsi sebagai pelembap dan tidak memicu produksi kolagen baru. Manfaat sebenarnya terletak pada hidrasi, membuat kulit terasa lebih lembut dan halus.

  • Kolagen topikal tidak akan membalikkan proses penuaan. Penggunaan suplemen atau produk perawatan kulit harus hati-hati karena dapat memicu alergi.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kolagen menjadi salah satu kandungan dalam dunia kecantikan yang terus dicari oleh banyak orang. Namun, belakangan ini kolagen menjadi bahan diskusi hangat karena efektivitasnya secara topikal sering dipertanyakan; banyak ahli menyebut molekulnya terlalu besar untuk bisa terserap secara maksimal ke dalam lapisan kulit.

Selain itu, manfaat kolagen juga tidak permanen. Seiring bertambahnya usia, yang dipercepat oleh stresor lingkungan, kadar kolagen secara alami menurun. Kehilangan bertahap ini telah membuka jalan bagi lonjakan produk yang berfokus pada kolagen, mulai dari krim topikal hingga suplemen yang dapat dikonsumsi, semuanya menjanjikan untuk mengisi kembali apa yang telah hilang seiring berjalannya waktu.

Dengan begitu banyak formula kolagen dan metode yang tersedia dalam perawatan kulit saat ini, tidak heran jika pengaplikasian kolagen ini terasa membingungkan. Berikut, Popmama.com bagikan kolagen untuk kulit, bahan ajaib atau mitos pemasaran?

1. Apa itu kolagen?

freepik.com/FP_atkwork

Kolagen adalah protein struktural utama kulit, sering disebut sebagai kerangka tubuh. Meskipun tubuh kita secara alami memproduksinya, kolagen juga berasal dari sumber tumbuhan dan hewan dan tersedia dalam bentuk topikal, yang dapat dikonsumsi, dan yang dapat disuntikkan. 

Dalam perawatan kulit, kolagen paling sering ditemukan dalam krim dan serum, meskipun produk-produk ini mungkin tidak bekerja seperti yang diharapkan banyak orang.

Menurut dokter kulit Dr. Marie Hayag, produksi kolagen mulai menurun di usia 20-an dan terus menurun karena penuaan dan faktor-faktor seperti paparan sinar matahari, merokok, dan asupan gula yang tinggi. Mengaplikasikan kolagen secara topikal terdengar seperti solusi, tetapi dokter kulit Dr. Jeannette Graf menjelaskan bahwa molekul kolagen utuh terlalu besar untuk menembus kulit. 

Kolagen terhidrolisis, yang dipecah menjadi fragmen yang lebih kecil, dapat menembus lebih mudah, namun Dr. Hayag mencatat masih ada bukti klinis terbatas bahwa hal itu benar-benar meningkatkan produksi kolagen.

2. Manfaat kolagen

colpropur.com

Dokter kulit bersertifikat, Dr. Jeannette Graf, MD, menjelaskan bahwa mengoleskan kolagen ke kulit tidak memicu produksi kolagen baru. Meskipun demikian, kolagen topikal bukanlah sesuatu yang tidak berguna, kolagen ini berfungsi dengan baik sebagai pelembap. 

Senada dengan hal ini, Dr. Hayag mencatat bahwa meskipun krim kolagen sering dipasarkan untuk mengurangi garis-garis halus dengan "mengganti" kolagen yang hilang, manfaat sebenarnya terletak pada hidrasi. Efek pelembap ini dapat membuat kulit terasa lebih lembut dan halus, tetapi sebenarnya tidak akan meningkatkan kadar kolagen kulitmu.

3. Potensi efek samping

freepik.com/jcomp

Kolagen topikal tidak akan membalikkan proses penuaan, tetapi Dr. Hayag mengatakan tidak apa-apa untuk menggunakannya jika terasa nyaman dan cocok untuk kulit Mama. Namun demikian, Dr. Graf memperingatkan bahwa setiap bahan perawatan kulit dapat memicu alergi, jadi hentikan penggunaannya jika terjadi iritasi. 

Hal yang sama berlaku untuk suplemen kolagen. Ia juga menyarankan untuk memeriksa sumber kolagen, karena mereka yang memiliki alergi (seperti terhadap susu sapi) harus menghindari kolagen yang berasal dari sapi.

4. Cara menggunakan kolagen

skyatransdermic.com

Baik diminum atau dioleskan secara topikal, kolagen dapat digunakan pagi atau malam hari. Krim kolagen berfungsi dengan baik sebagai pelembap dan dapat dioleskan satu atau dua kali sehari. Selalu ikuti petunjuk penggunaan produk untuk hasil terbaik.

Mama juga bisa mengoombinasi perawatan kulit kolagen, lho. Kulit yang bagus bukan hanya tentang satu produk, tetapi tentang penggunaan berlapis yang cerdas. 

Untuk membantu merangsang produksi kolagen, padukan perawatan kulit kolagen dengan retinoid atau retinol (standar emas), atau pilih alternatif yang lebih lembut seperti peptida dan faktor pertumbuhan. 

Vitamin C dapat lebih mendukung pembentukan kolagen, sementara tabir surya harian dengan perlindungan UVA sangat penting untuk mencegah kerusakan kolagen.

5. Penggunaan topikal VS suplemen

skyatransdermic.com

Kolagen juga tersedia untuk dikonsumsi, yang sering dipasarkan untuk mendukung kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Meskipun terdapat klaim seperti kulit lebih cerah, lebih sedikit kerutan, dan peningkatan elastisitas populer, Dr. Hayag mencatat bahwa bukti ilmiah masih terbatas. 

Namun demikian, antara kolagen topikal dan suplemen, ia menganggap kolagen yang dikonsumsi mungkin lebih bermanfaat bagi kulit. Saat memilih suplemen, kehati-hatian sangat penting. Kamu wajib berkonsultasi dengan dokter 

Dr. Hayag juga menyarankan untuk menghindari produk dengan produk sampingan hewan yang meragukan dan memilih kolagen tipe I dan III yang berasal dari hewan yang dipelihara tanpa kandang, bebas berkeliaran, dan bebas antibiotik.

6. Bentuk kolagen lain untuk kulit

drandrewsplasticsurgery.com

Sebelum filler asam hialuronat menjadi pilihan utama, suntikan kolagen populer di tahun 1980-an untuk menghaluskan kerutan dan mempercantik bibir. Namun, sejak itu popularitasnya menurun karena filler asam hialuronat bertahan lebih lama dan memiliki risiko reaksi alergi yang lebih rendah, menurut Dr. Hayag.

Itulah, kolagen untuk kulit, bahan ajaib atau mitos pemasaran? Suplemen kolagen bukanlah suatu keharusan, terutama jika Mama sudah mengonsumsi cukup protein. Suplemen hanya menawarkan manfaat tambahan untuk kulit dan persendian, tetapi kolagen berlebih akan dikeluarkan oleh tubuh. Hal yang terpenting adalah melindungi kolagen yang sudah ada dengan tabir surya setiap hari dan kebiasaan perawatan kulit yang baik.

Editorial Team