Instagram.com/anaasaber, aimeesong
Dalam beberapa tahun terakhir, pakaian olahraga telah mengalami transformasi yang nyata. Legging hitam yang dulu menjadi andalan kini semakin sering digantikan oleh celana jersey berkaki lebar yang santai serta celana capri bergaya retro ala tahun 90-an. Pada saat yang sama, berbagai busana olahraga andalan dipadukan dengan elemen fesyen yang lebih terencana, sehingga mengaburkan batas antara pakaian untuk berolahraga dan busana sehari-hari.
Menurut Merriam-Webster, istilah sportif – yang berarti penggemar olahraga – berasal dari bahasa Prancis pada tahun 1920-an. Meskipun berakar pada dunia atletik, kamu tentu tidak perlu menjadi anggota tim olahraga untuk mengadopsi gaya ini. Sebaliknya, estetika ini memanfaatkan tren kebangkitan dunia olahraga melalui pendekatan berpakaian yang sengaja dibuat tampak santai dan sedikit "acak".
Bagi para pencinta mode – dan siapa pun yang gemar bereksperimen dengan pakaian mereka – daya tariknya terletak pada perpaduan antara busana dasar yang santai dan siluet yang lebih rapi serta elegan. Bayangkan ballet flats dengan sentuhan sporty, seperti model Puma Speedcat yang ramping, atau celana pendek bergaris khas Adidas yang dimodifikasi menjadi skort untuk memberikan nuansa modern pada gaya santai ala Putri Diana yang klasik.
Hasil akhirnya mungkin tampak kasual dan seolah dipadukan secara asal, namun sebenarnya ada banyak pertimbangan matang di balik kombinasi tersebut.
Tren ini juga memiliki sisi praktis. Gaya berpakaian “sportif” mendorong Mama untuk memaksimalkan koleksi pakaian yang sudah ada di lemari, menciptakan tampilan yang sengaja dibuat kontras tanpa terkesan sembarangan. Jika atasan favorit kamu untuk bepergian mulai terasa membosankan namun kamu nggak mau membeli yang baru, cukup tambahkan satu elemen sporty yang tak terduga. Coba celana olahraga atau dolphin shorts ala Carrie Bradshaw – untuk memberikan nuansa segar pada penampilanmu.