Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Tren Busana “Sportif”, Gaya Sporty yang Chic

Tren Busana “Sportif”, Gaya Sporty yang Chic
vogue.com, Instagram.com/izzipoopi
  • Gaya sportif memadukan pakaian olahraga dan busana rapi untuk menghasilkan tampilan santai, chic, serta terencana tanpa batas tegas antara outfit atletik dan sehari-hari.
  • Tren ini mengangkat jersey, jogger, track pants, kaus rugby, polo oversized, celana capri, dan skort, dengan referensi nuansa retro Y2K serta berbagai cabang olahraga.
  • Kuncinya adalah menyeimbangkan elemen sporty dan polished, termasuk lewat proporsi 3:1, aksesori seperti headband, atau tas duffel sebagai statement pada outfit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tren mode memiliki cara unik untuk memadukan elemen-elemen yang tak terduga. Apa yang dulunya hanya terbatas pada pakaian olahraga kini merambah ke gaya busana sehari-hari, dipadukan dengan potongan yang tampak jauh lebih rapi dan berkelas. Anda bisa melihat interpretasi baru dari estetika "sportif" yang tidak lagi terasa seperti mengikuti aturan kaku, melainkan lebih tentang menemukan cara baru untuk memadupadankan pakaian yang sudah kamu miliki.

Daripada menerapkan bentuk yang berbeda-beda dari ujung kepala hingga kaki, pendekatan terkini lebih mengutamakan keseimbangan – memadukan busana dasar dengan pakaian olahraga untuk menciptakan tampilan yang terkesan santai namun tetap tertata apik. Ini membuktikan bahwa terkadang padu-padan busana paling menarik justru lahir dari kombinasi pakaian yang sebelumnya tak pernah terpikirkan untuk dikenakan bersamaan.

Berikut ini, Popmama.com bagikan tren busana “sportif”, gaya sporty yang chic.

  1. 1. Apa itu estetika sportif?

    sportif (5).png
    Instagram.com/anaasaber, aimeesong

    Dalam beberapa tahun terakhir, pakaian olahraga telah mengalami transformasi yang nyata. Legging hitam yang dulu menjadi andalan kini semakin sering digantikan oleh celana jersey berkaki lebar yang santai serta celana capri bergaya retro ala tahun 90-an. Pada saat yang sama, berbagai busana olahraga andalan dipadukan dengan elemen fesyen yang lebih terencana, sehingga mengaburkan batas antara pakaian untuk berolahraga dan busana sehari-hari. 

    Menurut Merriam-Webster, istilah sportif – yang berarti penggemar olahraga – berasal dari bahasa Prancis pada tahun 1920-an. Meskipun berakar pada dunia atletik, kamu tentu tidak perlu menjadi anggota tim olahraga untuk mengadopsi gaya ini. Sebaliknya, estetika ini memanfaatkan tren kebangkitan dunia olahraga melalui pendekatan berpakaian yang sengaja dibuat tampak santai dan sedikit "acak".

    Bagi para pencinta mode – dan siapa pun yang gemar bereksperimen dengan pakaian mereka – daya tariknya terletak pada perpaduan antara busana dasar yang santai dan siluet yang lebih rapi serta elegan. Bayangkan ballet flats dengan sentuhan sporty, seperti model Puma Speedcat yang ramping, atau celana pendek bergaris khas Adidas yang dimodifikasi menjadi skort untuk memberikan nuansa modern pada gaya santai ala Putri Diana yang klasik. 

    Hasil akhirnya mungkin tampak kasual dan seolah dipadukan secara asal, namun sebenarnya ada banyak pertimbangan matang di balik kombinasi tersebut.

    Tren ini juga memiliki sisi praktis. Gaya berpakaian “sportif” mendorong Mama untuk memaksimalkan koleksi pakaian yang sudah ada di lemari, menciptakan tampilan yang sengaja dibuat kontras tanpa terkesan sembarangan. Jika atasan favorit kamu untuk bepergian mulai terasa membosankan namun kamu nggak mau membeli yang baru, cukup tambahkan satu elemen sporty yang tak terduga. Coba celana olahraga atau dolphin shorts ala Carrie Bradshaw – untuk memberikan nuansa segar pada penampilanmu.

  2. 2. Mengenai tren “sportif”

    sportif (4).png
    revolve.com, Instagram.com/laurareilly___

    Estetika sportif sudah mulai populer di kalangan desainer dan kreator konten bahkan sebelum pakaian olahraga esmi menjadi bagian utama dari busana sehari-hari. Untuk mendapatkan inspirasi yang mudah, cobalah menengok kembali film-film bertema olahraga dari era Y2K, seperti Bring It On dan Ice Princess, yang berhasil menangkap gaya atletis yang keren namun tampak santai dan alami.

    Pada tahun 2026, gaya “sportif” mengambil inspirasi dari hampir semua jenis olahraga, dengan memadukan elemen dasar pakaian atletis dengan mode sehari-hari. Untuk atasan, berbagai busana klasik yang cocok untuk segala suasana kini tampil dengan sentuhan sporty

    Kaus rugby lengan panjang menghadirkan nuansa santai dan nyaman yang mengingatkan pada estetika vintage Ralph Lauren, sementara Miu Miu menyoroti tren kaus polo berukuran besar serta padu-padan tak terduga antara kaus kaki dan sepatu hak tinggi. Di sisi lain, Gucci memberikan sentuhan lebih berkelas pada track pants, memadukan model yang menonjolkan logo dengan busana dasar yang rapi dan elegan. Untuk tampilan yang terinspirasi dari tenis, kamu bisa coba busana klasik bergaya preppy dan menyajikannya dalam siluet yang lebih modern.

    Para seleb dan penggemar mode pun turut mengadopsi estetika ini. SZA layak mendapat sorotan khusus karena kemampuannya mengubah jersey dan celana jogger menjadi busana yang glamor; bahkan, feed Instagramnya kerap menjadi rujukan gaya andalan. 

  3. 3. Elemen-elemen dalam “sportif” aesthetic

    sportif.png
    Instagram.com/triyata_ch

    Bayangkan “sportif” aesthetic sebagai kilas balik ke awal tahun 2000-an – perpaduan antara gaya klasik “yoga mom” dan nuansa santai seperti lagu “Bubbly” dari Colbie Caillat. Pada dasarnya, gaya ini memadukan sejumlah fashion item bernuansa sporty dengan pakaian yang lebih polished, menciptakan perpaduan antara kenyamanan dan gaya yang terlihat effortless.

    • Bawahan sporty: Musim ini, bawahan bernuansa atletik hadir dengan sentuhan yang lebih fashionable. Celana capri dan skort dengan desain eksperimental diprediksi akan semakin banyak terlihat dalam gaya berpakaian musim mendatang. Keduanya memberikan sentuhan sporty yang kuat pada busana, tetapi tetap mudah dipadukan dengan fashion item yang lebih menawan, seperti kitten heels atau kemeja putih berkerah yang rapi.
    • Aksesori yang menawan: Headband katun berukuran lebar juga kembali terlihat dalam berbagai gaya musim gugur selama beberapa tahun terakhir. Modelnya berada di antara gaya pop era ’60-an dan tampilan klasik untuk latihan sepak bola, sehingga terasa praktis sekaligus stylish. Bahkan outfit yang sederhana pun bisa langsung memiliki nuansa retro hanya dengan menambahkan aksesori ini.
    • Tas besar yang santai: Sesekali, coba ganti canvas tote andalanmu dengan sleek duffel bag. Selain lebih luas untuk membawa berbagai kebutuhan sehari-hari, model dengan ritsleting juga membuat barang-barangmu tetap tersimpan dengan aman. Saat ini, tersedia banyak pilihan dengan desain yang lebih polished dari berbagai brand seperti Béis, Vera Bradley, dan MZ Wallace.
    • Fashion item yang tak lekang waktu: Track pants sudah lama menjadi bagian dari dunia fashion sportswear, sehingga item ini bisa menjadi pilihan yang mudah untuk membangun “sportif” look. Warna yang berani dapat membuatnya terlihat lebih fashionable, terutama jika dipadukan dengan detail yang lebih elevated. Coba bereksperimen dengan warna-warna vibrant seperti grape, bubblegum pink, atau teal. Alternatif lainnya, cari track pants klasik di toko thrift yang bisa dikenakan berulang kali dari musim ke musim.

  4. 4. Cara ciptakan “sportif” aesthetic

    sportif (6).png
    Instagram.com/sza

    Kunci untuk mengenakan “sportif” aesthetic adalah menemukan keseimbangan antara fashion item sporty dan pakaian yang lebih stylish. Bayangkan blouse bergaya Copenhagen yang dipadukan dengan track pants panjang, atau kemeja berkancing berukuran besar dengan jogger yang santai. 

    Bahkan jersey olahraga pun bisa dipadukan dengan fashion item yang lebih fashionable. Olivia Rodrigo, misalnya, pernah terlihat mengenakan jersey bersama celana jeans low-rise dengan sentuhan khas awal tahun 2000-an.

    Saat menyusun busana, bermain dengan proporsi juga bisa membuat keseluruhan tampilan terlihat lebih menarik. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah formula 3:1: padukan tiga fashion item yang lebih konvensional dengan satu item bernuansa atletik sebagai statement piece. Kamu bisa menjadikan fashion item sporty tersebut sebagai pusat perhatian, misalnya melalui pilihan atasan atau bawahan, atau justru mempertahankan outfit yang lebih polished dan memasukkan unsur sporty lewat aksesori.

    Apa pun pilihanmu, kuncinya adalah memadukan elemen kasual dan elegan, bukan hanya memilih salah satunya. Pada akhirnya, “sportif” aesthetic sangat cocok dengan tren fesyen 2026 yang menyukai gaya maksimalis. Jadi, tidak perlu terlalu memikirkan setiap detailnya – justru daya tarik gaya ini terletak pada kesan seolah-olah kamu hanya mengambil beberapa fashion item dari lemari dan entah bagaimana semuanya terlihat cocok saat dikenakan bersama.

    Itu dia, tren busana “sportif”, gaya sporty yang chic. Siap mencoba tren satu ini, Ma?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More