Kasusnya Terus Meningkat, Berikut Fakta Virus Corona

Penularannya bisa melalui percikan bersin atau batuk

10 Februari 2020

Kasus Terus Meningkat, Berikut Fakta Virus Corona
Unsplash/Macau Photo Agency

Novel coronavirus (2019-nCoV) atau yang lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus. Merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. 

Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Pada manusia virus corona menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Virus corona semakin menyebar luas dan banyak menginfeksi manusia di berbagai negara. Hingga WHO menetapkan 2019-nCoV sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sejak tanggal 30 Januari 2020 karena adanya peningkatan kasus yang signifikan.

Secara lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan fakta-fakta mengenai virus corona dari para pakar kesehatan saat ditemui pada Selasa (4/2/2020) di RS Universitas Indonesia. 

1. Gejala umum virus corona

1. Gejala umum virus corona
Unsplash/Kinga Chicewicz

Dokter Spesialis Paru RSUI, dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K), menjelaskan, “Virus corona 2019-nCoV menyerang sistem pernafasan manusia dan memiliki gejala yang sama dengan infeksi virus pernafasan lainnya. Bedanya dengan virus lain, ujar virus corona ini memiliki virulensi atau kemampuan yang tinggi untuk menyebabkan penyakit yang fatal.”

Gejala umum dari penyakit ini berupa demam dengan suhu 380C atau lebih, batuk, pilek, nyeri tenggorokan hingga gejala infeksi saluran napas bawah yang berat yaitu pneumonia dengan gejala seperti demam, batuk berdahak, dan sesak napas. 

Pada pneumonia, pertukaran oksigen bisa terganggu sehingga orang mengalami kegagalan pernafasan yang dapat berujung pada kematian. Namun, penyebab kematian juga dipengaruhi faktor kerentanan, seperti usia yang sudah tua sehingga daya tahan tubuh lemah atau adanya penyakit lain yang memang sudah diderita pasien.

Editors' Picks

2. Penyebaran dan penularan virus corona

2. Penyebaran penularan virus corona
Unsplash/Jeremy Stenuit

“Proses penyebaran virus ini melalui udara yang terinhalasi atau terhirup lewat hidung dan mulut sehingga masuk dalam saluran pernafasan atas, lalu ke tenggorokan hingga paru-paru. Masa inkubasi virus ini 2 sampai 14 hari. Itulah mengapa kita mewaspadai periode dua minggu itu," jelas dr. Raden Rara Diah Handayani, Sp.P(K). 

Jika ada orang di sekitar ada yang yang  memiliki gejala tersebut dengan riwayat perjalanan dalam 1 bulan terakhir ke wilayah Cina (terutama Wuhan), atau ke negara-negara yang kasusnya sudah terkonfirmasi, atau pernah merawat/kontak dengan penderita corona biasanya lebih birisiko terinfeksi. 

Sedangkan, penularan virus ini bisa dari droplet atau percikan dari bersin atau batuk. Kemudian, adanya kontak dengan orang yang memang sudah terinfeksi karena proses penularan terjadi antar manusia. Misalnya, bersalaman atau bersentuhan dengan barang bekas orang yang terinfeksi.

3. Pencegahan virus corona

3. Pencegahan virus corona
Unsplash/Alexandra Gorn

Meskipun belum diketahui penyebab dan pengobatan pasti  terhadap virus corona. Namun, infeksi virus ini dapat dicegah penularannya melalui beberapa cara.

Menurut Spesialis Mikrobiologi RSUI, dr. R. Fera Ibrahim, M.Sc., Ph.D., Sp.MK(K), pencegahan dapat dilakukan dengan, "Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal selama 20 detik; hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci; menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, penuhi Kebutuhan nutrisi dengan pola makan seimbang, istirahat cukup, dan berhenti merokok bagi para perokok. Selain itu, hindari kontak dekat dengan orang yang menderita demam dan batuk dan jangan makan makanan mentah terutama dari hewan."

Pencegahan juga dapat dilakukan menggunakan alat pelindung diri, seperti masker. Namun, jangan lupa untuk memerhatikan etika saat batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung dengan menggunakan tisu saat bersin atau batuk.

Jika tidak memiliki tisu, gunakan lengan dalam baju saat bersin atau batuk. Segera buang tisu yang telah dipakai ke dalam tempat sampah lalu cuci tangan dengan air mengalir dan sabun hingga bersih. 

Tetap waspada dan jaga kebersihan diri serta lingkungan agar terhindar dari infeksi virus ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!