5 Manfaat Kedelai, Bisa Perbaiki Kondisi Kesehatan saat Menopouse Ma

Kedelai mengandung isoflavon yang dapat mengurangi gejala tidak nyaman saat menopause

21 September 2020

5 Manfaat Kedelai, Bisa Perbaiki Kondisi Kesehatan saat Menopouse Ma
Pexels/Polina Tankilevitch

Kedelai merupakan kacang-kacangan yang telah dikenal sebagai sumber protein dan serat. Biasanya, kedelai dikonsumsi oleh orang-orang yang alergi terhadap protein hewani. 

Selain protein dan serat, kedelai juga mengandung nutrisi lain. Mulai dari karbohidrat, vitamin, mineral, dan senyawa lain yang baik untuk kesehatan. 

Kedelai dapat dijadikan pilihan makanan untuk membantu program diet. Hal ini karena kedelai dapat memberikan rasa kenyang yang lebih lama. 

Mengonsumsi kedelai juga dapat meningkatkan kesehatan tulang. Hingga dapat memperbaiki kondisi kesehatan sehingga mengurangi gejala tidak nyaman saat menopause. 

Lebih lanjut, berikut Popmama.com jelaskan manfaat kedelai bagi kesehatan tubuh. Dikutip dari pernyataan Dr. Rimbawan, Dosen Senior Ilmu Gizi di IPB. 

1. Sumber protein yang baik untuk tubuh

1. Sumber protein baik tubuh
Pexels/Pixabay

Kedelai merupakan sumber protein yang sangat kaya. Menurut Dr. Rimbawan, kandungan gizi/100 gram kedelai yang direbus mengandung protein sebanyak 16.6gram. 

Kandungan protein dalam kedelai memiliki kualitas yang baik bagi tubuh, meskipun tidak setinggi kualitas protein hewani. 

Bagi orang yang memiliki alergi terhadap protein hewani, mengonsumi kedelai dapat menjadi pilihan solusi sehingga kebutuhan protein dalam tubuh tercukupi. 

Editors' Picks

2. Diperkaya serat sehingga bagus bagi pencernaan

2. Diperkaya serat sehingga bagus bagi pencernaan
Pexels/Polina Tankilevitch

Kedelai diperkaya dengan serat yang baik untuk kesehatan penceranaan. Serat yang terkandung dalam kedelai, yaitu serat larut maupun serat tidak larut. 

Serat larut berfungsi untuk membentuk zat seperti gel tebal pada lambung yang akan dicerna perlahan. Gel berserat tersebut kemudian dipecah oleh bakteri di usus besar. 

Proses ini akan menghasilkan sedikit kalori dalam tubuh. Selain itu, serat larut dapat mencegah kenaikan kadar glukosa dalam darah. 

Sedangkan serat tidak larut dapat mencegah gangguan pencernaan, seperti sembelit, konstipasi, atau wasir.

"Serat yang terkandung dalam kedelai dapat difermentasikan oleh bakteri kolon dan membantu pembentukan Short-chain fatty acids (SCFAs) yang dapat meningkatkan kesehatan usus dan mengurangi risiko kanker kolon," jelas Dr. Rimbawan. 

3. Mengandung vitamin dan mineral

3. Mengandung vitamin mineral
Pexels/Andrea Piacquadio

Kedelai termasuk jenis kacang-kacangan yang padat nutrisi sehingga baik untuk dikonsumsi. Beberapa kandungan vitamin dan mineral dalam kedelai, yaitu:

  • Molibdenum, yang berfungsi sebagai kofaktor beberapa enzim penting,
  • Vitamin K1, yang memegang peran penting dalam proses pembekuan darah,
  • Folat/B9, zat gizi penting untuk tubuh dan bermanfaat selama masa kehamilan,
  • Tembaga, yang dapat menjaga fungsi jantung,
  • Fosfor, yaitu mineral yang penting untuk tubuh, 
  • Vitamin B1, yang memegang peran penting bagi berbagai fungsi tubuh, dan
  • Isoflavon, sumber antioksidan yang baik untuk tubuh. 

4. Meningkatkan kesehatan tulang

4. Meningkatkan kesehatan tulang
Pexels/Pixabay

Kedelai yang diolah menjadi tempe, tahu, atau susu mengandung kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan tulang. Kebutuhan kalsium pada tubuh yang tercukupi dapat membantu tulang tetap padat dan kuat. 

Tak hanya itu, asupan alsium yang memadai juga dapat mencegah perkembangan osteoporosis, gangguan kesehatan yang berhubungan dengan pengeroposan tulang. 

5. Mengurangi gejala tidak nyaman saat menopause

5. Mengurangi gejala tidak nyaman saat menopause
Pexels/Edu Carvalho

"Mengonsumsi kedelai ternyata dapat mengurangi gejala tidak nyaman saat menopause. Misalnya, hotflashes atau rasa panas yang berlebih, berkeringat, atau perubahan suasana hati karena kadar estrogen berkurang," jelas Dr. Rimbawan. 

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perempuan Asia terutama Jepang, lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala menopause ini dibanding perempuan di negara Barat. 

Hal ini karena kebutuhan isoflavon pada perempuan Jepang tercukupi. Dengan mengonsumsi kedelai yang kaya akan isoflavon, gejala tidak nyaman saat menopause pun dapat teratasi. 

Isoflavon juga bermanfaat dalam meningkatkan kepadatan tulang belakang pada perempuan yang mengalami masa menopause. Efek ini dapat menjadi lebih signifikan apabila dikonsumsi dalam takaran lebih dari 90mg/hari. 

Itulah 5 manfaat kesehatan yang didapatkan dari mengonsumsi kedelai. Semoga dapat bermanfaat ya, Ma. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.