Susah Buang Air Besar, Ternyata Ini Dia Penyebabnya

Mulai dari pola makan hingga gaya hidup dapat menyebabkan sulit BAB

15 Mei 2021

Susah Buang Air Besar, Ternyata Ini Dia Penyebabnya
Pexels/Hermaione

Seluruh makanan serta minuman yang masuk ke dalam tubuh akan berakhir pada pembuangan berupa feses. 

Setelah penyerapan nutrisi pada tubuh, sari-sari makanan tersebut kemudian keluar dari tubuh melalui proses yang biasa disebut dengan Buang Air Besar (BAB). 

Pada kondisi normal seseorang akan BAB secara rutin minimal tiga kali dalam seminggu. Namun, terkadang BAB menjadi sesuatu yang sulit dilakukan karena keluarnya feses tidak lancar. 

Sulit BAB seperti ini biasanya ditandai dengan rasa sembelit dimana perut merasa nyeri dan kembung, BAB terasa sakit, hingga adanya darah pada feses. 

Terdapat banyak faktor yang dapat memengaruhi sulitnya BAB. Berikut Popmama.com beri tahu penyebab yang mengakibatkan sulitnya BAB yang dilansir dari berbagai sumber.

1. Kurangnya asupan serat

1. Kurang asupan serat
Pexels/Ella Olsson

Ketika mengalami sulit BAB, perut akan terasa tidak nyaman. Pola makan sangat berpengaruh dalam hal ini. Kurangnya asupan serat pada tubuh dapat memperlambat proses keluarnya kotoran. 

Tekstur serat yang besar dan lembut membantu mencegah tinja kering dan keras yang sulit dilewati. 

Maka, penting untuk memgonsumsi makanan yang kaya akan serat karena serat dapat membuat feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Serat dapat diperoleh dari buah, sayur, atau biji-bijian. 

2. Tubuh tidak cukup cairan

2. Tubuh tidak cukup cairan
Pexels/Pixabay

Tubuh yang tidak memiliki cairan yang cukup dapat berpengaruh pasa feses. Cairan dapat menambah jumlah besar pada feses sehingga gerakan usus lebih lembut dan lebih mudah untuk dilewati.

Mengonsumsi air dalam jumlah yang tepat setiap harinya akan membantu dalam proses BAB. 

Tubuh setidaknya memerlukan cairan dari 8 gelas air yang dikonsumsi. Namun, sebaiknya hindari minuman yang mengandung kafein dan alkohol karena dapat menyebabkan dehidrasi. 

Editors' Picks

3. Tidak olah raga secara rutin

3. Tidak olah raga secara rutin
Pexels/Pixabay

Seperti yang diketahui, olah raga merupakan hal penting dan bermanfaat besar bagi tubuh. Tak terkecualu pada hasil proses pencernaan, yaitu feses. 

Tidak berolahraga secara rutin dapat menyebabkan sulitnya BAB. Hal ini karena aktivitas fisik seperti olah raga sebenarnya dapat membantu pergerakan usus dalam tubuh. 

4. Efek penuaan

4. Efek penuaan
Pexels/Tristan Le

Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, perubahan dalam tubuh dapat menyebabkan sulitnya BAB. 

Misalnya, adanya kerusakan panggul yang dapat melemahkan otot atau kerusakan saraf sehingga membuat BAB terasa sulit dilakukan. 

5. Program diet yang keliru

5. Program diet keliru
Pexels/Markus Spiske

Sebagian orang menjalani diet untuk menurunkan berat badan atau menjaga pola hidup yang lebih sehat. 

Namun, menjalani program diet yang keliru dapat menyebabkan tidak lancarnya proses pencernaan sehingga sulit BAB.

Misalnya, pola makan yang rendah serat karena serat dapat mendorong transit makanan melalui saluran pencernaan dan menyerap air untuk melunakkan feses. 

Maka, penting untuk memerhatikan pola makan saat menjalani diet agar proses pencernaan dan BAB lancar. 

6. Pengaruh penyakit kronis

6. Pengaruh penyakit kronis
Pexels/Pixabay

Berbagai macan kondisi medis seperti diabetes, penyakit Alzheimer, dan kanker dapat menjadi penyebab sulitnya pengeluaran feses. 

Penyakit kronis yang sangat memengaruhi terhambatnya feses, yaitu kanker usus besar sehingga jalannya feses terganggu.

Penggunaan obat-obatan dalam upaya perawatan penyakit kronis tersebut juga dapat berpengaruh. Misalnya, obat pereda nyeri atau obat antidepresan yang menyebabkan proses pencernaan terhambat.

7. Kehamilan dan melahirkan

7. Kehamilan melahirkan
Pexels/Garon Piceli

Pada masa kehamilan, BAB mungkin sulit dilakukan karena adanya peningkatan hormon progesteron yang memengaruhi relaksasi otot sehingga memperlambat gerakan usus. Keadaan ini membuat proses pencernaan makanan menjadi lebih lama sehingga menyebabkan susah BAB.

Tingkat hormon yang berfluktuasi dan perubahan dalam tubuh wanita, seperti peningkatan tekanan dasar panggul, dapat menyebabkan feses yang keras selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Setelah mengetahui penyebab sulit BAB seperti yang telah disebutkan di atas. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, seperti mengonsumsi makanan kaya serat, mencukupi kebutuhan cairan, dan rajin berolah raga. Apabila kondisi sulit BAB sudah mengkhawatirkan, disarankan untuk melakukan perawatan medis karena jika dibiarikan dapat memicu timbulnya penyakit.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.