Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Avolition? Bisa Sampai Mengganggu Aktivitas Harian!
Pexels/cottonbro studio
  • Avolition adalah kondisi mental yang membuat seseorang sulit memulai tindakan meski memiliki keinginan, berbeda dari rasa malas atau lelah biasa karena terkait gangguan fungsi otak.
  • Kondisi ini sering muncul pada pengidap skizofrenia dan depresi berat, ditandai hilangnya motivasi, energi, serta minat terhadap aktivitas sehari-hari maupun interaksi sosial.
  • Penanganan avolition memerlukan bantuan profesional seperti terapi dan dukungan lingkungan yang empatik, dengan pendekatan bertahap agar penderita dapat kembali menjalani aktivitas secara perlahan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah merasa ingin melakukan sesuatu, tapi tubuh dan pikiran seperti tidak bisa diajak bergerak? Ternyata kondisi ini bukan sekadar malas atau capek. Dalam dunia kesehatan mental, kondisi ini dikenal sebagai avolition. 

Sekilas terlihat sepele, namun dampaknya bisa sangat besar karena menyangkut kemampuan seseorang untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Orang yang mengalaminya sebenarnya bisa saja punya keinginan, ingin bekerja, ingin bersih-bersih, atau sekadar mandi, namun ada hambatan yang membuat semua itu terasa sangat sulit untuk dilakukan. 

Ingin tahu lebih lanjut? berikut Popmama.com telah menyiapkan penjelasan mengenai apa itu avolition selengkapnya.

Bukan Sekadar Malas, Tapi Dorongan yang Terputus

Pexels/Ron Lach

Sebagaimana dilansir dari Healthline, avolition bukan sekadar rasa malas atau kelelahan fisik. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada fungsi otak yang mengatur kemampuan untuk memulai suatu tindakan. 

Seseorang bisa saja tahu apa yang perlu dilakukan, bahkan ingin melakukannya, tetapi tidak mampu mengubah keinginan tersebut menjadi aksi nyata.

Situasi ini sering digambarkan seperti kehilangan tombol mulai dalam diri. Akibatnya, muncul perasaan terjebak, ingin bergerak, tapi tidak bisa benar-benar memulai. Inilah yang membuat avolition terasa sangat menguras energi secara mental.

Sering Muncul pada Pengidap Skizofrenia

Pexels/Vitaly Gariev

Dalam konteks gangguan seperti skizofrenia, avolition termasuk dalam kategori gejala negatif. 

Dilansir dari Medical News Today, istilah negatif di sini bukan berarti sesuatu yang buruk, melainkan menunjukkan adanya penurunan fungsi yang dalam hal ini adalah motivasi.

Orang yang mengalami kondisi ini bisa terlihat menarik diri dari lingkungan sosial. Mereka mungkin kesulitan memulai percakapan, enggan menghadiri pertemuan, atau menghabiskan waktu lama tanpa aktivitas karena dorongan untuk memulai sesuatu terasa sangat lemah.

Kaitannya dengan Depresi Berat

Pexels/MART PRODUCTION

Selain skizofrenia, avolition juga sering muncul pada kondisi depresi berat. 

Menurut Mental Health Commission of Canada, kondisi ini biasanya ditandai dengan hilangnya minat dan energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

Hal-hal sederhana seperti membuka pesan, menyelesaikan pekerjaan, atau merawat diri bisa terasa sangat melelahkan. Bahkan aktivitas yang dulu menyenangkan pun tidak lagi memberikan rasa puas. 

Ini terjadi karena salah satu sistem di otak tidak bekerja optimal, sehingga segala sesuatu terasa datar dan tidak bermakna. 

Berbeda dengan Malas atau Lelah Biasa

Pexels/cottonbro studio

Penting untuk membedakan avolition dengan rasa malas atau lelah. Orang yang malas masih bisa termotivasi jika ada dorongan tertentu, misalnya hadiah atau deadline. Sementara pada avolition, dorongan itu hampir tidak terasa sama sekali.

Begitu juga dengan kelelahan. Jika lelah biasanya berkaitan dengan kondisi fisik, avolition lebih ke hambatan mental untuk memulai. 

Jadi, meskipun tubuh tidak terlalu capek, tetap saja rasanya sulit untuk bergerak.

Dampaknya Bisa Meluas ke Kehidupan Sehari-hari

Pexels/Ron Lach

Avolition bisa berdampak besar pada kehidupan sehari-hari, mulai dari pekerjaan, hubungan sosial, sampai kesehatan fisik. 

Orang di sekitar sering kali salah paham dan menganggap kondisi ini sebagai sikap tidak peduli atau kurang tanggung jawab. Padahal, di sisi lain, orang yang mengalaminya bisa merasa bersalah karena tidak mampu melakukan hal-hal yang dianggap normal. 

Jika dibiarkan, kondisi ini bisa membuat seseorang semakin menarik diri dan merasa sendirian.

Perlu Penanganan dan Dukungan yang Tepat

Pexels/SHVETS production

Mengatasi avolition tidak bisa hanya mengandalkan kemauan sendiri. Biasanya dibutuhkan bantuan profesional, seperti terapi dan dalam beberapa kasus juga obat-obatan.

Pendekatan yang sering digunakan adalah memecah aktivitas menjadi langkah-langkah kecil agar terasa lebih ringan. Misalnya, mulai dari merapikan satu sudut kecil rumah perlahan-lahan.

Dukungan dari orang terdekat juga penting, terutama dengan memberikan ruang yang aman tanpa tekanan atau penilaian.

Itu tadi penjelasan mengenai apa itu avolition. Jika mulai merasakan tanda-tandanya, penting untuk tidak memendamnya sendiri dan mulai mencari dukungan, baik dengan bercerita ke orang terdekat maupun berkonsultasi dengan tenaga profesional.

FAQ Tentang Avolition

1. Apakah avolisi merupakan gejala ADHD?

Avolisi dapat menyerang siapa saja, bukan hanya orang-orang dengan gangguan perhatian defisit hiperaktif (ADHD). Sebenarnya, kondisi ini lebih sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental lainnya, seperti gangguan bipolar, skizofrenia, dan gangguan suasana hati lainnya.

2. Apa contoh dari avolisi?

Seseorang mengalami avolisi jika tidak mampu menjalani aktivitas harian yang umum dilakukan seperti rutinitas kebersihan, bersekolah, atau bahkan bangun dari tempat tidur.

3. Apakah avolisi merupakan penyakit mental?

Dalam psikologi, avolisi bukanlah penyakit mental itu sendiri melainkan gejala yang paling sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental serius seperti skizofrenia, gangguan depresi mayor, dan gangguan suasana hati lainnya.

Editorial Team