"Ini cara untuk mengalihkan dan menenangkan. Menciptakan sensasi lain agar kamu tidak sepenuhnya dikuasai oleh pikiran cemas," kata Dr. Kyra Bobinet, dokter dan ahli neuroscience, seperti dikutip New York Post.
Apa Itu Anxiety Bag? Cara Redakan Cemas yang Viral di Kalangan Gen Z

- Anxiety bag adalah tas kecil berisi alat bantu sederhana untuk menenangkan diri saat cemas, tren ini populer di kalangan Gen Z yang mengalami peningkatan gangguan kecemasan.
- Isi anxiety bag disesuaikan dengan kebutuhan individu, seperti obat-obatan, minyak esensial, atau permen asam yang membantu mengalihkan pikiran dan menenangkan tubuh secara cepat.
- Teknik grounding dan stimulasi sensorik menjadi kunci kerja anxiety bag, namun para ahli menekankan pentingnya tidak bergantung sepenuhnya pada alat ini untuk mengelola kecemasan jangka panjang.
Sejumlah survei menunjukkan tingkat anxiety alias kecemasan di kalangan usia muda terus meningkat. Bahkan, dikatakan bahwa beberapa orang yang mengalami anxiety berujung mengalami serangan panik.
Di tengah kondisi ini, muncul cara sederhana yang viral di media sosial yaitu anxiety bag atau tas kecil berisi alat bantu untuk menenangkan diri ketika rasa cemas datang tiba-tiba.
Lantas, apa saja isi anxiety bag yang sedang viral di kalangan Gen Z? Simak pembahasan selengkapnya telah Popmama.com siapkan.
Table of Content
1. Apa itu anxiety bag?

Anxiety bag dikenal juga dengan nama panix pouch atau calm-down kit. Pada dasarnya, anxiety bag adalah sebuah tas kecil berisi alat bantu sederhana untuk menenangkan diri ketika merasa cemas atau sakit.
Tren anxiety bag semakin populer di kalangan Gen Z, khususnya perempuan. Berdasarkan survei di hampir 1.000 orang usia 18-26 tahun, sebanyak 61% mengaku memiliki gangguan kecemasan yang terdiagnosis dan 43% mengalami serangan panik setidaknya sebulan sekali. Di kondisi inilah anxiety bag berperan sebagai penenang bagi individunya.
Gen Z disebut sebagai generasi paling cemas di antara generasi lainnya. Survei Gallup 2023 menunjukkan hampir setengah anak muda usia 12-26 tahun sering atau selalu merasa cemas.
2. Contoh isi anxiety bag

Setiap orang memiliki pemicu kecemasan yang berbeda-beda, sehingga isi anxiety bag juga perlu disesuaikan pada masing-masing orang.
Contohnya seperti Stefany Staples (24) yang mulai mengalami kecemasan dengan gejala fisik, seperti jantung berdebar hingga membuatnya beberapa kali harus ke rumah sakit.
Di dalam anxiety bag-nya, Stefany membawa obat-obatan, minyak esensial lavender untuk menenangkan, serta permen asam dengan rasa tajam untuk mengalihkan pikiran.
"Ini (anxiety bag) membatu aku lebih tenang. Benar-benar memutus siklus kecemasan di kepala," ujarnya.
3. Cara kerja anxiety bag dalam menenangkan diri

Menurut psikolog klinis dr. Jenny Martin, intervensi sensorik cepat seperti memegang es, menghisap permen asam, atau mencium aroma kuat bisa menghentikan lonjakan sistem saraf.
"Alat-alat ini bekerja dengan mengalihkan perhatian dari pikiran cemas ke tubuh dan momen saat ini," jelasnya.
Mengingat setiap orang memiliki pemicu kecemasan yang berbeda, isi anxiety bag juga perlu disesuaikan.
Dr. MaryEllen Eller menjelaskan bahwa jika kecemasan dipicu oleh overstimulasi, maka alat seperti headphone peredam suara atau musik yang menenangkan bisa sangat membantu.
Sebaliknya, jika kecemasan muncul dari pikiran berulang seperti ‘bagaimana jika’, maka teknik grounding akan lebih efektif, misalnya dengan mengunyah permen mint sambil fokus pada rasa dan teksturnya.
4. Apa itu teknik grounding?

Teknik grounding adalah metode sederhana yang digunakan untuk membantu seseorang kembali fokus pada momen saat ini ketika sedang merasa cemas, panik, atau overthinking.
Cara ini bekerja dengan mengalihkan perhatian dari pikiran yang penuh kekhawatiran ke hal-hal nyata yang bisa dirasakan oleh tubuh, seperti apa yang dilihat, didengar, disentuh, dicium, atau dirasakan secara fisik.
Saat anxiety muncul, pikiran sering kali dipenuhi skenario ‘bagaimana jika’ yang membuat tubuh ikut tegang. Di sinilah teknik grounding berperan, yaitu membantu ‘menarik’ kembali kesadaran ke kondisi nyata agar sistem saraf bisa lebih tenang.
Contohnya seperti metode 5-4-3-2-1, fokus pada napas, atau menggunakan stimulasi sensorik seperti memegang es dan mengunyah permen mint. Teknik ini praktis dilakukan kapan saja dan sering menjadi bagian penting dalam penggunaan anxiety bag untuk meredakan kecemasan secara cepat.
5. Jangan sampai bergantung sepenuhnya pada anxiety bag

Walaupun terbukti membantu, para ahli mengingatkan agar penggunaan anxiety bag sebaiknya jangan sampai menimbulkan ketergantungan.
Dalam jangka panjang, penting bagi individu untuk tetap belajar mengelola kecemasan tanpa harus selalu bergantung pada alat tersebut.
"Ini ide yang bagus untuk membantu pasien. Namun dalam jangka panjang, tujuannya adalah mengurangi ketergantungan, bahkan belajar tanpa tas itu," kata psikiater Dr. Vinay Saranga.
Demikian penjelasan mengenai apa itu anxiety bag. Bagaimana menurut pendapatmu?
















-7rKUBW2n9HaahT92AiEcBDRJXaxRufM5.jpg)

