potret suasana Kota Tokyo, Jepang (pixabay.com/uniquedesign52)
Pekan liburan padat di Indonesia biasanya terjadi saat libur nasional memperingati hari raya keagamaan. Di Jepang, Golden Week merupakan gabungan dari beberapa hari besar nasional.
Hari libur di Jepang yang masuk dalam Golden Week meliputi:
Showa day merupakan hari libur nasional untuk memperingati hari kelahiran Kaisar Showa atau Hirohito (1901 - 1989). Meskipun sempat kontroversial karena masa pemerintahannya merupakan masa kolonial hingga kekalahan pada Perang Dunia II, peringatan ini jadi momentum merenungkan kembali perjalanan bangsa Jepang.
Ini merupakan hari libur nasional untuk memperingati diberlakukannya Konstitusi Jepang pada 3 Mei 1947 pada masa pendudukan Amerika Serikat pasca Perang Dunia II. Momen ini dimanfaatkan untuk merenungkan definisi pemerintahan dan demokrasi di Jepang.
Awalnya, Greenery Day diperingati pada 29 April, berbarengan dengan peringatan kelahiran Kaisar Hirohito yang semasa hidup memiliki kecintaan terhadap tumbuhan dan alam. Namun sejak 2007, Greenery Day dipindahkan ke tanggal 4 Mei untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam serta meningkatkan kesadaran menjaga lingkungan.
Puncak Golden Week merupakan peringatan hari anak nasional Jepang yang menjadi hari libur nasional sejak 5 Mei 1948. Perayaan ini berkembang dari tradisi Tango No Sekku atau hari anak laki-laki, namun kini dirayakan untuk semua anak.