“Generasi X, Y, dan Z itu rata-rata sama, traveling itu satu sampai dua kali setahun dan Jepang menjadi salah satu destinasi favorit nomor satu bagi mereka,”ujar Febri Rusli, Digital Banking Product & Innovation Head SMBC Indonesia dalam acara bertajuk Media Gathering Jenius Jelajah Jepang di Pan Pacific Hotel, pada Selasa (3/3/2026).
Berencana Liburan ke Jepang untuk Melihat Bunga Sakura? Ini Strategi agar Budget Tetap Aman

- Sakura di Jepang diprediksi mekar lebih awal pada 19–20 Maret, menjadikannya momen favorit bagi wisatawan lintas generasi yang menjadikan Jepang destinasi utama untuk liburan keluarga.
- Studi Jenius 2026 menunjukkan mayoritas traveler menyiapkan dana tiga bulan sebelumnya, menukar Yen lewat aplikasi Jenius, serta membawa kartu cadangan agar transaksi tetap aman dan praktis.
- Febri Rusli menekankan pentingnya proteksi perjalanan dan evaluasi cash flow pascaliburan, termasuk strategi “funding forward” agar tabungan tetap utuh melalui cicilan atau promo cashback.
Menikmati keindahan bunga Sakura di Jepang pasti jadi impian banyak keluarga ya, Ma? Kabar baiknya, tahun ini Sakura diprediksi mekar lebih awal, yaitu sekitar tanggal 19-20 Maret.
Jepang sendiri merupakan destinasi yang sangat spesial karena udaranya yang segar, makanannya yang lezat, serta dikenal sebagai negara yang sangat aman untuk wisatawan keluarga.
Berdasarkan Jenius Study 2026, Mama dari generasi X (kelahiran 1965-1980) cenderung menjadi "Smart Planner" (51%) yang sangat fokus pada harga dan promo. Mereka biasanya menyusun itinerary yang efisien dengan mengunjungi tempat-tempat yang berdekatan.
Agar liburan tetap berkesan tanpa merusak tabungan, Popmama.com rangkum strategi cerdas dari program Jenius Jelajah Jepang berikut ini.
Table of Content
1. Persiapkan dana keuangan 3 bulan sebelumnya

Berdasarkan studi, lebih dari 50% traveler lintas generasi sudah menyiapkan anggaran liburan mereka sejak 3 bulan sebelum keberangkatan.
Mama sebaiknya sudah menyusun itinerary yang efisien dengan mengunjungi tempat-tempat yang berdekatan agar waktu dan ongkos transportasi lebih hemat.
2. Tukarkan mata uang Yen agar tidak repot saat di Jepang

Jepang dikenal sebagai negara yang masih sangat mengandalkan uang tunai (cash-driven country), sehingga memiliki persediaan Yen yang cukup adalah kunci kenyamanan selama di sana.
Kabar baiknya, Mama tidak perlu lagi repot mengantre di money changer atau mengejar jam operasional bank yang terbatas, solusinya aplikasi Jenius menawarkan kemudahan menukar mata uang asing kapan saja.
“Terus jangan lupa kartu Debit Jenius (m-Card) tadi juga dihubungkan ke saldo Yen. Jadi nanti kalau ngetap-ngetap di Jepang langsung ambil dari yen. Enggak kena konversi lagi karena teman-teman kan langsung beli yennya," jelas Febri Rusli.
3. Siapkan kartu cadangan

Kehilangan kartu di luar negeri saat membawa anak-anak tentu bisa memicu kepanikan. Selain melakukan blokir sementara (temporary block) melalui aplikasi, ada trik khusus yang bisa Mama lakukan: membuat kartu tambahan (X-Card) untuk diri sendiri.
Febri Rusli menyarankan, Mama dapat membawa dua kartu. Kartu utama digunakan untuk keperluan transaksi harian, sedangkan kartu tambahan disimpan dengan aman di tempat terpisah, seperti di dalam koper bersama paspor.
Dengan fitur X-Card dari Jenius, Mama bisa memiliki hingga 5 kartu cadangan yang limitnya bisa diatur sendiri. Jadi, jika kartu utama hilang, Mama cukup mengambil cadangan tanpa perlu menelepon bank.
4. Jangan abaikan proteksi perjalanan

Meskipun Jepang sangat aman, data menunjukkan bahwa 58% traveler ternyata tidak membeli asuransi perjalanan.
Padahal, proteksi ini sangat penting untuk melindungi keluarga dari risiko tak terduga seperti pembatalan perjalanan, kehilangan bagasi, hingga biaya medis darurat.
5. Evaluasi dan pengaturan cash flow setelah pulang

Fase evaluasi sangat penting untuk melihat seberapa besar anggaran yang telah terpakai. Febri Rusli menjelaskan bahwa banyak orang baru menyadari pengeluaran mereka setelah liburan selesai. Jika Mama merasa ada pengeluaran yang "khilaf" atau berlebih.
Alih-alih membiarkan tabungan utama habis untuk membayar biaya liburan sekaligus, Mama bisa mengikuti trik Febri Rusli yang menyebutnya sebagai funding forward.
“Saya itu tipe orang yang liburan enggak mau mengganggu tabungan. Saya enggak mau ngelihat angka tabungan saya berkurang. Tapi saya finance ke depan caranya cicilan 0%,” kata Febri Rusli.
Dengan memanfaatkan fitur cicilan atau promo cashback, Mama bisa menjaga agar tabungan tetap utuh menghasilkan bunga atau dialokasikan ke investasi lain, sementara biaya liburan dibayarkan secara bertahap.
Nah, itulah beberapa strategi cerdas yang bisa Mama lakukan jika ingin liburan ke Jepang saat musim sakura tanpa membuat kondisi keuangan jadi berantakan.
FAQ Seputar Liburan ke Jepang
| Kapan waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang? | Waktu terbaik untuk berkunjung ke Jepang biasanya pada musim semi (Maret–Mei) saat bunga sakura bermekaran. |
| Apakah Jepang aman untuk wisatawan? | Ya, Jepang dikenal sebagai salah satu negara paling aman di dunia. |
| Berapa lama idealnya liburan di Jepang? | Durasi ideal liburan di Jepang sekitar 7–10 hari agar bisa mengunjungi beberapa kota populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka tanpa terburu-buru. |



















