Hantavirus merupakan infeksi langka dan berisiko fatal karena dapat berkembang cepat tanpa penanganan tepat. Virus ini menular dari hewan, terutama tikus, ke manusia dan kerap tidak terdeteksi hingga gejalanya memburuk.
Pada tahap awal, gejalanya sering tampak seperti penyakit umum, tetapi dalam waktu singkat dapat berkembang menjadi kondisi serius yang mengancam nyawa.
Mengingat tingkat keparahannya, hantavirus tidak boleh dianggap remeh dan perlu diwaspadai sejak dini.
Mengenali penyebab, memahami gejala sejak dini, serta mengetahui langkah penanganannya bisa menjadi kunci untuk mencegah risiko yang lebih besar.
Berikut Popmama.com sajikan informasi lengkap tentang apa itu hantavirus? Beserta penyebab, gejala, dan pengobatannya. Simak di bawah!
Apa Itu Hantavirus? Ini Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

1. Apa itu hantavirus?
Melansir CDC, hantavirus adalah kelompok virus yang dapat memicu dua penyakit serius, yaitu Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang memengaruhi pembuluh darah serta ginjal.
Virus ini dibawa oleh hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menular ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui paparan feses, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi, baik lewat kontak langsung maupun partikel yang terhirup.
Meski tergolong jarang, hantavirus memiliki tingkat kematian yang cukup tinggi. Pada kasus HPS, angka kematian bisa mencapai sekitar 40%, sementara HFRS berkisar antara 5–15%. Karena itu, infeksi ini perlu diwaspadai sejak dini.
2. Penyebab dan cara penularan hantavirus
Hantavirus ditularkan dari hewan pengerat, terutama tikus, ke manusia. Penularan langsung antarmanusia sangat jarang terjadi, sehingga risiko utama berasal dari paparan lingkungan yang terkontaminasi.
Beberapa kondisi yang dapat memicu infeksi hantavirus antara lain:
Kontak langsung dengan feses, air liur, atau urine tikus yang terinfeksi
Menghirup partikel udara yang mengandung virus dari kotoran tikus
Mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi
Terkena gigitan tikus yang membawa virus
Menyentuh area wajah seperti mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan setelah terpapar benda yang terkontaminasi
Paparan yang terlihat sepele ini sering tidak disadari, padahal bisa menjadi jalur utama masuknya virus ke dalam tubuh.
3. Gejala hantavirus yang perlu diwaspadai
Gejala hantavirus biasanya baru muncul sekitar 1–8 minggu setelah terpapar. Tanda yang dirasakan bisa berbeda, tergantung bagian tubuh yang diserang, apakah paru-paru atau ginjal.
Menurut Cleveland Clinic, pada Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), gejala awal sering menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, hingga gangguan pencernaan.
Namun dalam beberapa minggu, kondisi dapat memburuk menjadi batuk, sesak napas, detak jantung cepat, dan nyeri dada. Pada tahap lanjut, cairan dapat menumpuk di paru-paru (edema paru), memicu syok, dan berisiko fatal.
Sementara itu, Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) biasanya diawali dengan demam, sakit kepala berat, nyeri punggung dan perut, kelelahan, hingga gangguan penglihatan dan ruam kulit.
Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi tekanan darah rendah, perdarahan, gangguan sirkulasi, kebocoran plasma, hingga gagal ginjal akut.
4. Cara mencegah infeksi hantavirus
Hingga saat ini belum tersedia vaksin untuk mencegah hantavirus, sehingga langkah paling efektif adalah mengurangi risiko paparan sejak awal. Pencegahan berfokus pada menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan sumber penularan, terutama tikus.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
Menjaga kebersihan bahan makanan serta peralatan masak
Mengendalikan populasi tikus di rumah atau tempat kerja dan menutup celah masuknya
Membersihkan area secara berkala dengan disinfektan, terutama tempat yang berpotensi menjadi sarang tikus seperti gudang atau tempat sampah
Menghindari kontak langsung dengan tikus maupun cairan tubuhnya
Menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar jika pekerjaan berisiko terpapar
Langkah-langkah ini penting untuk meminimalkan risiko infeksi yang sering kali tidak disadari.
Nah itu dia informasi tentang apa itu hantavirus, mulai dari penyebab, gejala, hingga cara pencegahannya. Meski jarang, penyakit ini tetap perlu diwaspadai karena risikonya yang serius.
Referensi:
“Hantavirus: Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS)”. Centers for Disease Control and Prevention, diakses Mei 2026.
“Hemorrhagic Fever Renal Syndrome”. National Institutes of Health, diakses Mei 2026.
“Disease & Conditions. Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)”. Cleveland Clinic, diakses Mei 2026.
FAQ Tentang Hantavirus
1. Apakah hantavirus bisa sembuh total? | Bisa, terutama jika ditangani sejak dini. Perawatan intensif dapat membantu meningkatkan peluang pemulihan, meski tingkat keparahannya berbeda pada tiap pasien. |
2. Siapa yang paling berisiko terkena hantavirus? | Orang yang sering berada di lingkungan dengan potensi paparan tikus, seperti pekerja gudang, petani, atau mereka yang tinggal di area dengan sanitasi kurang baik. |
3. Apakah hantavirus bisa menular melalui udara bebas seperti flu? | Tidak seperti flu, penularan hantavirus tidak terjadi melalui percikan batuk antarmanusia, melainkan dari partikel yang terkontaminasi kotoran tikus. |