Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah COVER
Freepik
Intinya sih...
  • Babi adalah inang perantara utama yang memperbanyak virus Nipah dan sangat berisiko menularkannya ke manusia.
  • Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing berisiko tertular jika memangsa kelelawar atau memakan buah yang terkontaminasi.
  • Hewan ternak (domba, kambing, kuda) dapat menularkan virus melalui cairan tubuh, sehingga kebersihan dan pengolahan daging yang matang sangat penting.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kewaspadaan terhadap penyebaran virus Nipah perlu ditingkatkan, mengingat penyakit ini bersifat zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. Virus yang inang alaminya adalah kelelawar buah (genus Pteropus) ini ternyata dapat menginfeksi hewan lain sebelum akhirnya menular ke manusia.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), selain kontak langsung dengan kelelawar, penularan juga bisa terjadi melalui kontak dengan hewan peliharaan atau ternak yang terinfeksi. Hewan-hewan ini dapat membawa virus setelah memakan buah bekas gigitan kelelawar atau terpapar cairan tubuh kelelawar.

Berikut Popmama.com telah merangkum beberapa hewan peliharaan dan ternak yang bisa menularkan virus Nipah

Yuk, disimak!

Kumpulan Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah

1. Anjing

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah 1
Freepik/gpointstudio

Hewan peliharaan yang sering berinteraksi dekat dengan manusia ini memiliki risiko tertular virus Nipah. Anjing dapat terinfeksi jika memakan buah sisa gigitan kelelawar yang jatuh ke tanah atau berinteraksi dengan hewan lain yang sakit.

Meskipun kasus penularan dari anjing ke manusia tidak sesering kasus pada kelelawar, Kemenkes mengingatkan bahwa anjing yang terinfeksi tetap berpotensi menularkan virus.

Gejala pada anjing bisa berupa gangguan pernapasan, demam, atau bahkan tanpa gejala sama sekali (asimtomatik), sehingga pemilik harus memastikan anjing peliharaan tidak berkeliaran di area yang menjadi habitat kelelawar.

2. Babi

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah 2
Freepik

Babi merupakan inang perantara utama dan paling efektif dalam penyebaran virus Nipah ke manusia. Di dalam tubuh babi, virus Nipah dapat bereplikasi (memperbanyak diri) dengan sangat cepat dan masif. Hal ini menjadikan babi sebagai "amplifier" virus yang sangat infeksius.

Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh babi yang sakit, seperti urine, air liur, atau kotoran.

Peternak babi dan pekerja pemotongan hewan adalah kelompok yang paling berisiko tinggi tertular. Oleh karena itu, penggunaan alat pelindung diri dan kebersihan kandang sangat krusial.

3. Domba

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah 3
Freepik

Hewan ternak seperti domba juga masuk dalam daftar kewaspadaan.

Domba dapat tertular virus Nipah melalui pakan atau rumput yang tercemar air liur, urine, atau kotoran kelelawar buah yang mencari makan di sekitar area penggembalaan.

Virus Nipah dapat ditemukan dalam cairan tubuh domba yang terinfeksi. Risiko penularan ke manusia bisa terjadi saat proses pemeliharaan, penyembelihan, atau pengolahan daging yang tidak higienis.

Penting untuk memastikan daging domba dimasak hingga matang sempurna untuk mematikan virus.

4. Kambing

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah 4
Freepik

Serupa dengan domba, kambing merupakan hewan ternak yang rentan menjadi inang virus Nipah. Kebiasaan kambing yang sering digembalakan di area terbuka, terutama di bawah pohon buah-buahan, meningkatkan risiko paparan virus dari kelelawar.

Data kesehatan mencatat adanya temuan antibodi virus Nipah pada kambing di daerah wabah, yang menandakan bahwa hewan ini pernah terinfeksi.

Hindari kontak langsung tanpa pelindung dengan kambing yang menunjukkan gejala sakit seperti lesu atau sesak napas.

5. Kucing

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah 5
Freepik

Kucing, sebagai hewan peliharaan maupun hewan liar di sekitar rumah, juga memiliki risiko. Sebagai predator, kucing mungkin memangsa kelelawar yang sakit atau memakan tikus dan burung yang terkontaminasi, sehingga mereka rentan tertular virus Nipah.

Kucing yang terinfeksi virus Nipah biasanya menunjukkan gejala klinis yang cukup parah, seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, dan kejang.

Cairan tubuh dari kucing yang sakit, terutama air liur dan ingus, sangat berbahaya jika mengenai selaput lendir atau luka terbuka pada manusia.

6. Kuda

6 Hewan Peliharaan dan Ternak yang Bisa Menularkan Virus Nipah 6
Freepik

Kuda juga teridentifikasi sebagai hewan yang dapat terinfeksi virus Nipah secara fatal. Kasus infeksi pada kuda biasanya terjadi di daerah di mana populasi kelelawar buah sangat padat dan berbagi habitat atau sumber pakan.

Kuda yang terinfeksi dapat menularkan virus ke manusia, seperti perawat kuda atau penunggangnya, melalui sekresi pernapasan (batuk atau bersin) dan cairan tubuh lainnya. Pemeriksaan kesehatan rutin oleh dokter hewan sangat disarankan, terutama jika kandang kuda berdekatan dengan sarang kelelawar.

Itulah beberapa hewan peliharaan dan ternak yang bisa menularkan virus Nipah menurut Kemenkes RI.

Masyarakat diimbau untuk menjaga kebersihan kandang, mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan hewan, serta memastikan daging ternak dimasak hingga matang sempurna sebelum dikonsumsi.

FAQ Hewan Penular Nipah

Apakah semua hewan peliharaan dan ternak pasti membawa virus Nipah?

Tidak. Hewan hanya berisiko jika pernah kontak dengan kelelawar buah yang membawa virus atau memakan pakan yang terkontaminasi cairan tubuh kelelawar tersebut.

Bagaimana ciri-ciri hewan yang terinfeksi virus Nipah?

Gejala umum meliputi demam, lesu, gangguan pernapasan (batuk/sesak), kejang, jalan sempoyongan, atau kematian mendadak. Namun, beberapa hewan bisa saja tidak menunjukkan gejala.

Apakah aman memelihara hewan tersebut saat ada wabah?

Tetap aman asalkan aspek kebersihan dijaga ketat. Hindari membiarkan hewan berkeliaran di area yang banyak kelelawarnya, dan pastikan pakan hewan tidak tercemar kotoran atau sisa makanan kelelawar.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dimas Prasetyo
EditorDimas Prasetyo
Follow Us

Latest in Life

See More

Cap Go Meh Berapa Hari Setelah Imlek? Perhatikan Tanggalnya!

11 Feb 2026, 07:03 WIBLife