Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Hernia Scrotalis? Jangan Abaikan Benjolan di Skrotum.jpg
Freepik

Intinya sih...

  • Hernia scrotalis adalah jenis hernia inguinal yang turun sampai ke skrotum

  • Gejala biasanya ditandai dengan benjolan di selangkangan atau skrotum yang sering kali tidak terasa nyeri

  • Dokter umumnya dapat mendiagnosis hernia scrotalis melalui pemeriksaan fisik, dengan meminta pasien berdiri, batuk, atau mengejan untuk melihat apakah benjolan muncul atau membesar

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah mendengar hernia scrotalis atau hernia yang turun ke kantung buah zakar? Kondisi ini merupakan jenis hernia inguinalis yang lebih berat, di mana organ dalam perut seperti usus atau jaringan lemak menonjol keluar dan turun hingga ke skrotum.

Berbeda dari hernia biasa, hernia scrotalis membuat kantung zakar tampak membesar dan sering terasa tidak nyaman, terutama saat berdiri lama, batuk, atau mengejan. Pada tahap awal, keluhannya bisa ringan sehingga kerap diabaikan.

Berikut Popmama.com rangkum penjelasan tentang hernia scrotalis. Yuk, simak! 

Apa Itu Hernia Scrotalis?

Freepik/krakenimages.com

Menurut U.S. National Library of Medicine (NCBI), Hernia scrotalis adalah jenis hernia inguinal yang turun sampai ke skrotum (kantong kemaluan). Artinya, sebagian isi perut, biasanya usus, terdorong keluar melalui titik lemah di dinding perut lalu masuk ke skrotum.

Kondisi ini berbeda dengan hernia inguinal biasa karena benjolannya tidak hanya di selangkangan, tapi menjorok ke skrotum. Jika tidak ditangani, benjolan bisa makin besar seiring waktu.

Walau terdengar menakutkan, hernia scrotalis sebenarnya bisa dideteksi sejak awal. Penanganan medis yang tepat biasanya membuatnya aman dan nyaman bagi pasien.

Gejala Hernia Scrotalis

Freepik

Melansir dari laman Manual MSD, gejala biasanya ditandai dengan benjolan di selangkangan atau skrotum yang sering kali tidak terasa nyeri. Benjolan ini dapat membesar saat berdiri dan mengecil ketika berbaring, mengikuti pergerakan usus akibat gravitasi.

Seiring waktu, hernia yang membesar bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, terutama saat batuk, mengejan, atau mengubah posisi tubuh. Pada sebagian kasus, usus dapat terjebak di dalam skrotum, kondisi yang dikenal sebagai inkarserasi.

Jika usus yang terjebak tersebut mengalami terputusnya aliran darah (strangulasi), ini merupakan kondisi darurat. Tanpa penanganan segera, jaringan usus dapat rusak dan mati hanya dalam hitungan jam.

Cara Mendiagnosis Hernia Scrotalis

Freepik/serhii_bobyk

Menurut Manual MSD, dokter umumnya dapat mendiagnosis hernia scrotalis melalui pemeriksaan fisik, dengan meminta pasien berdiri, batuk, atau mengejan untuk melihat apakah benjolan muncul atau membesar.

Dalam beberapa kasus, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti:

  • USG skrotum

  • CT scan atau MRI (jika diagnosis belum jelas)

Pemeriksaan ini membantu memastikan isi hernia dan menyingkirkan kondisi lain, seperti hidrokel atau pembesaran testis.

Pengobatan Hernia Scrotalis

Freepik/rawpixel.com

Hingga saat ini, operasi merupakan satu-satunya pengobatan efektif untuk hernia scrotalis. Melansir dari Mayo Clinic, hernia tidak dapat sembuh dengan obat-obatan atau terapi konservatif.

Jenis operasi yang umum dilakukan meliputi:

  • Operasi terbuka (open surgery)

  • Operasi laparoskopi dengan sayatan kecil

Tujuan operasi adalah mengembalikan organ ke posisi semula dan memperkuat dinding perut yang lemah. 

Nah, itulah informasi mengenai hernia scrotalis. Meski sering tidak menimbulkan nyeri di awal, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat berkembang menjadi serius jika tidak ditangani. 

Editorial Team