Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apa Itu Kanker Prostat? Kenali Gejala dan Jenisnya
dok. Siloam Hospitals
  • Kanker prostat adalah pertumbuhan sel-sel tidak normal di kelenjar prostat, organ penting pada sistem reproduksi laki-laki.

  • Jenis-jenis kanker prostat meliputi adenokarsinoma asinar, duktal, sarkoma, transitional cell carcinoma, squamous cell carcinoma, dan neuroendokrin.

  • Gejala kanker prostat termasuk kesulitan buang air kecil, nyeri saat buang air kecil, darah dalam urine atau air mani, serta gangguan ereksi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Aditya Pramaviri, Sp.U

Kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering dialami pria, terutama seiring bertambahnya usia. Penyakit ini berkembang di kelenjar prostat, yaitu organ kecil yang berperan penting dalam sistem reproduksi laki-laki.

Sifat gejalanya sering muncul secara perlahan dan bisa terasa ringan di awal, banyak orang tidak langsung menyadari keberadaannya. Padahal, mengenali tanda-tanda awal dan memahami jenisnya sangat penting. 

Berikut Popmama.com sajikan informasi apa itu kanker prostat? Simak selengkapnya di bawah!

1. Apa itu kanker prostat?

dok. Siloam Hospitals

Kanker prostat adalah penyakit yang muncul ketika sel-sel di kelenjar prostat tumbuh secara tidak normal. Prostat sendiri merupakan organ kecil pada sistem reproduksi pria yang berperan dalam menghasilkan cairan penting untuk sperma.

Gangguan pada prostat sering kali memengaruhi proses buang air kecil karena letaknya mengelilingi saluran kemih. Pada tahap awal, kanker prostat bisa berkembang tanpa gejala yang jelas. 

Namun seiring waktu, penderitanya dapat mengalami kesulitan berkemih hingga gangguan fungsi seksual. Meski lebih sering terjadi pada pria usia lanjut, kondisi ini juga bisa dialami laki-laki yang lebih muda. 

Maka dari itu, deteksi sejak dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kanker prostat menyebar ke bagian tubuh lain.

2. Jenis-jenis kanker prostat

facilconsulta.com.br

Sekitar 95% kanker prostat merupakan adenokarsinoma (acinar) yang berasal dari sel kelenjar prostat penghasil cairan. Jenis ini umumnya tumbuh lambat dan sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan rutin penting untuk deteksi dini.

Selain adenokarsinoma acinar, terdapat beberapa jenis kanker prostat yang lebih jarang, yaitu:

  • Adenokarsinoma duktal – berasal dari sel saluran prostat, lebih agresif dan tumbuh lebih cepat.

  • Sarkoma prostat – berasal dari jaringan penunjang seperti otot atau jaringan ikat, sangat jarang dan bersifat agresif.

  • Karsinoma sel transisional – berkembang dari sel yang melapisi saluran kemih.

  • Karsinoma sel skuamosa – berasal dari sel skuamosa dan biasanya kurang responsif terhadap terapi hormon.

  • Karsinoma sel neuroendokrin – sangat jarang, berasal dari sel neuroendokrin dan cenderung agresif.

3. Gejala kanker prostat

pexels.com/Andrea Piacquadio

Pada tahap awal, kanker prostat sering tidak menunjukkan tanda yang jelas. Maka itu, banyak kasus baru terdeteksi saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Namun seiring perkembangan penyakit, beberapa gejala mulai muncul dan perlu diwaspadai.

Tanda yang sering dirasakan meliputi kesulitan saat buang air kecil, frekuensi berkemih yang meningkat, serta munculnya rasa nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil. Keluhan ini biasanya terasa mengganggu dan tidak bisa dianggap sepele.

Selain itu, kanker prostat juga dapat ditandai dengan adanya darah dalam urine atau air mani, nyeri di area punggung, pinggul, atau panggul, hingga gangguan ereksi. Jika mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatan prostat.

4. Penegakkan Diagnosis Kanker Prostat

unsplash.com/National Cancer Institute

Dugaan terhadap adanya kanker prostat dapat di deteksi dengan cara : 

  • Rectal Toucher, merupakan pemeriksaan fisik untuk meraba adanya benjolan atau tekstur tidak normal pada dubur.

  • Tes PSA (Prostate Specific Antigen, pemeriksaan yang menyatakan apabila ada peningkatan kadar PSA berarti menunjukkan kelainan prostat, namun tidak selalu kanker.

  • Biopsi Prostat, merupakan metode pasti untuk menegakkan diagnosis dengan mengambil sampel jaringan.

5. Pengobatan kanker prostat

ilustrasi pita kanker prostat (freepik.com/freepik)

Penanganan kanker prostat disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit, agresivitas sel kanker, usia, serta kondisi kesehatan pasien. Tujuan utamanya adalah menghentikan pertumbuhan kanker dan mencegah penyebarannya ke organ lain. 

Operasi atau prostatektomi dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat yang terkena kanker, terutama jika penyakit masih terbatas di area tersebut. 

Selain itu, radioterapi menggunakan radiasi untuk menghancurkan sel kanker, baik melalui sinar dari luar tubuh maupun dengan menanamkan sumber radiasi langsung ke prostat.

Untuk memperlambat pertumbuhan kanker, dokter juga dapat memberikan terapi hormonal dengan menurunkan kadar testosteron. Pada kasus yang lebih lanjut, kemoterapi digunakan ketika kanker tidak lagi merespons terapi hormon. 

Sementara itu, terapi target dan imunoterapi membantu menyerang sel kanker secara lebih spesifik serta mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar melawan sel abnormal.

Referensi:

“Understanding Prostate Cancer and Its Treatment”. Hermina Hospitals. Diakses Januari 2026.

“About prostate cancer”. Prostate Cancer UK. Diakses Januari 2026.

“Prostate cancer | Causes, Symptoms & Treatments”. Cancer Council. Diakses Januari 2026.

“Prostate cancer - Diagnosis and treatment”. Mayo Clinic. Diakses Januari 2026.


FAQ Tentang Kanker Prostat

Apakah kanker prostat bisa dicegah sepenuhnya?

Tidak ada cara yang benar-benar bisa mencegah kanker prostat, tetapi pola hidup sehat seperti makan bergizi, rutin olahraga, dan menjaga berat badan ideal dapat membantu menurunkan risikonya.

Siapa saja yang berisiko tinggi terkena kanker prostat?

Laki-laki berusia di atas 50 tahun, memiliki riwayat keluarga dengan kanker prostat, atau memiliki gaya hidup tidak sehat cenderung memiliki risiko lebih tinggi.

Apakah kanker prostat selalu bersifat mematikan?

Tidak selalu. Banyak kasus kanker prostat tumbuh sangat lambat dan dapat dikontrol dengan pengobatan yang tepat, terutama jika terdeteksi sejak dini.

Editorial Team