Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu Penyakit Jantung Rematik? Berawal dari Sakit Tenggorokan
Popmama.com/Sania Chandra
  • Yayasan Jantung Indonesia dan PERKI meluncurkan kampanye Hari Jantung Sedunia 2026, menyoroti penyakit jantung rematik sebagai masalah kesehatan yang gejalanya kerap tidak disadari.

  • Penyakit jantung rematik terjadi saat demam rematik akibat infeksi Streptococcus grup A merusak katup jantung, berpotensi menyebabkan kebocoran, penyempitan, hingga gagal jantung.

  • Pencegahan dilakukan dengan segera mengobati sakit menelan, batuk, atau infeksi kulit, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan untuk menghindari infeksi berulang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Yayasan Jantung Indonesia dan PERKI meluncurkan kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 bertema “Don’t Miss A Beat”, termasuk edukasi mengenai penyakit jantung rematik.
  • Who?
    Yayasan Jantung Indonesia, PERKI, dan dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, Ketua Pengurus Pusat PERKI, terlibat dalam penyampaian kampanye dan edukasi kesehatan jantung.
  • Where?
    Konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2026 berlangsung di Yayasan Jantung Indonesia. Penyakit jantung rematik disebut masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia.
  • When?
    Peluncuran kampanye dan konferensi pers berlangsung pada Rabu, 23 September 2026.
  • Why?
    Penyakit jantung rematik terjadi akibat kerusakan katup jantung setelah demam rematik, yang dapat dipicu infeksi Streptococcus tipe A tidak tertangani dan berisiko menyebabkan gagal jantung.
  • How?
    Infeksi berulang dapat memicu respons imun yang menyerang katup jantung, menimbulkan fibrosis, kebocoran, atau penyempitan katup. Pencegahan dilakukan dengan segera mengobati infeksi serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sakit jantung rematik bisa mulai dari sakit tenggorokan, batuk, atau kulit bernanah yang tidak diobati. Kuman bisa membuat tubuh salah menyerang katup jantung. Katup jantung lalu bisa rusak, bocor, atau sempit. Anak umur 5 sampai 15 tahun lebih sering kena. Dokter mengajak kita cepat berobat dan menjaga kebersihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yayasan Jantung Indonesia (YJI) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) resmi meluncurkan kampanye nasional Hari Jantung Sedunia 2026 dengan tema ‘Don’t Miss A Beat’.

Kampanye ini menjadi ajakan untuk lebih peka terhadap tubuh, peduli pada kesehatan jantung, dan berani mengambil langkah nyata menuju hidup lebih sehat. Salah satu penyakit masih menjadi masalah kesehatan signifikan di Indonesia adalah Penyakit Jantung Rematik.

Gejala Penyakit Jantung Rematik banyak tidak disadari penderitanya, sehingga perlu menjadi perhatian bagi masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak menyepelekannya. 

Lantas, apa itu Penyakit Jantung Rematik? Simak pembahasannya telah Popmama.com siapkan. 

1. Apa itu penyakit jantung rematik?

Magnific/Lifestylememory

Penyakit jantung rematik adalah kondisi ketika katup jantung mengalami kerusakan akibat komplikasi dari demam rematik. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya gagal jantung. 

Demam rematik sendiri merupakan peradangan yang dapat menyerang berbagai organ tubuh, termasuk jantung. Jika tidak segera ditangani, peradangan tersebut dapat menyebabkan katup jantung mengalami penyempitan atau kebocoran. 

Kerusakan inilah yang kemudian dapat berkembang menjadi penyakit jantung rematik. Penyakit jantung rematik sebenarnya dapat dialami oleh siapa saja. Namun, kondisi ini lebih sering ditemukan pada anak-anak, terutama mereka yang berada pada rentang usia 5–15 tahun.

2. Berawal dari infeksi bakteri yang tidak ditangani

Popmama.com/Sania Chandra

Penyakit jantung rematik dapat terjadi ketika demam rematik tidak mendapatkan penanganan serius. Demam rematik dapat dipicu oleh infeksi bakteri Streptococcus tipe A atau Streptococcus pyogenes, yang juga dapat menyebabkan demam scarlet

Infeksi tersebut dapat memicu respons sistem kekebalan tubuh yang kemudian menyerang jaringan jantung. 

Kondisi ini dapat berawal dari infeksi yang tampak sederhana, seperti sakit ketika menelan atau batuk yang tidak mendapatkan pengobatan. Infeksi kulit yang disertai nanah dan tidak ditangani juga dapat menjadi salah satu pemicunya. 

“Jantung rematik itu diakibatkan karena diinfeksi. Jadi ini sederhana, misalnya sakit nelan, kadang sering batuk, terus nggak diobatin. Terus kemudian kadang-kadang ada namanya infeksi kulit, bernanah, tapi nggak diobati,” kata dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Ketua Pengurus Pusat PERKI saat acara ‘Konferensi Pers Hari Jantung Sedunia 2026’ di Yayasan Jantung Indonesia, Rabu (23/9/2026). 

Menurutnya, masyarakat terkadang masih menganggap remeh keluhan seperti sakit ketika menelan atau infeksi, sehingga tidak segera mendapatkan pengobatan. Padahal, tubuh memiliki sistem kekebalan yang akan merespons ketika terjadi infeksi. 

“Tubuh kita memiliki respon imun. Makanya penyakit ini paling sering terjadi di daerah yang kumuh, kebersihannya jelek, rumahnya padat. Kenapa? Karena kesehatan lingkungannya nggak bagus, sehingga mudah kena infeksi,” lanjutnya. 

3. Respon imun tubuh yang berujung merusak katup jantung

Popmama.com/Sania Chandra

Ketika infeksi terus terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat memberikan respons yang justru berdampak pada katup jantung. Kondisi tersebut terjadi karena sel pada katup jantung memiliki kemiripan dengan sel yang terdapat pada bakteri penyebab infeksi. 

“Setiap sakit jantung pasti bergejala, paling nggak ada demam. Nah, kalau infeksinya terus-terusan terjadi, maka imunitas kita bisa menyerang katup kita, karena katup kita itu selnya sama dengan selnya si kuman gitu. Niatnya bagus dia bunuh kuman, tapi ternyata bunuh katup ini merusak katupnya,” jelas dr. Ade. 

Kerusakan pada katup jantung tersebut kemudian dapat menyebabkan terbentuknya fibrosis. Akibatnya, fungsi katup jantung dapat terganggu dan menyebabkan berbagai masalah. 

“Jadi namanya fibrosis, jaringan parut terus katupnya rusak. Apa yang terjadi? Bisa dia bocor, bisa dia bukanya nggak lebar namanya mitral stenosis. Itu yang nggak dikepalkan oleh penyakit jantung rematik,” sambungnya. 

4. Segera obati infeksi dan jaga kebersihan untuk mencegah terjadinya Penyakit Jantung Rematik

Popmama.com/Sania Chandra

Pencegahan penyakit jantung rematik dapat dimulai dengan tidak menyepelekan gejala infeksi. Ketika mengalami keluhan seperti sakit saat menelan, batuk, atau infeksi kulit, masyarakat dianjurkan untuk segera mendapatkan pengobatan agar infeksi tidak berkembang lebih parah. 

Selain mendapatkan pengobatan, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya infeksi. Pasalnya, infeksi yang muncul berkali-kali selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan pada katup jantung.

“Kalau ada keluhan menelan, batuk, infeksi kulit, cepat segera diobati. Selain diobati, perlu juga jaga kebersihan supaya nggak infeksi berulang. Karena infeksinya timbul berkali-kali sampai bertahun-tahun berujung membuat katupnya rusak,” pungkas dr. Ade. 

Demikian informasi mengenai apa itu Penyakit Jantung Rematik yang gejalanya sering tidak disadari dan bahkan disepelekan. Semoga informasi ini bisa membuat kita semua lebih aware untuk menjaga kesehatan jantung, ya. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article