Popmama.com/Sania Chandra
Penyakit jantung rematik dapat terjadi ketika demam rematik tidak mendapatkan penanganan serius. Demam rematik dapat dipicu oleh infeksi bakteri Streptococcus tipe A atau Streptococcus pyogenes, yang juga dapat menyebabkan demam scarlet.
Infeksi tersebut dapat memicu respons sistem kekebalan tubuh yang kemudian menyerang jaringan jantung.
Kondisi ini dapat berawal dari infeksi yang tampak sederhana, seperti sakit ketika menelan atau batuk yang tidak mendapatkan pengobatan. Infeksi kulit yang disertai nanah dan tidak ditangani juga dapat menjadi salah satu pemicunya.
“Jantung rematik itu diakibatkan karena diinfeksi. Jadi ini sederhana, misalnya sakit nelan, kadang sering batuk, terus nggak diobatin. Terus kemudian kadang-kadang ada namanya infeksi kulit, bernanah, tapi nggak diobati,” kata dr. Ade Meidian Ambari, SpJP(K), PhD, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah sekaligus Ketua Pengurus Pusat PERKI saat acara ‘Konferensi Pers Hari Jantung Sedunia 2026’ di Yayasan Jantung Indonesia, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, masyarakat terkadang masih menganggap remeh keluhan seperti sakit ketika menelan atau infeksi, sehingga tidak segera mendapatkan pengobatan. Padahal, tubuh memiliki sistem kekebalan yang akan merespons ketika terjadi infeksi.
“Tubuh kita memiliki respon imun. Makanya penyakit ini paling sering terjadi di daerah yang kumuh, kebersihannya jelek, rumahnya padat. Kenapa? Karena kesehatan lingkungannya nggak bagus, sehingga mudah kena infeksi,” lanjutnya.