Banyak orang mengabaikan tanda dan faktor yang memicu stroke non hemoragik. Ini 4 penyebab yang paling sering terjadi, yaitu:
Trombosis (gumpalan darah di arteri otak)
Trombosis terjadi saat gumpalan darah terbentuk di pembuluh otak dan menyumbat aliran darah. Bagian otak di belakang penyumbatan kehilangan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel otak rusak.
Trombosis bisa dipicu oleh tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, atau gaya hidup kurang aktif. Contohnya seperti melihat seseorang tiba-tiba sulit mengangkat lengan atau kesulitan berjalan.
Emboli (gumpalan darah dari jantung atau pembuluh lain)
Emboli terjadi ketika gumpalan darah terbawa dari jantung atau pembuluh lain ke otak dan menyumbat aliran darah. Dampaknya bisa mendadak karena bagian otak yang tersumbat langsung kekurangan oksigen.
Emboli sering dikaitkan dengan gangguan irama jantung, seperti fibrilasi atrium. Orang yang sebelumnya sehat bisa tiba-tiba mengalami wajah miring, kesemutan, atau bicara pelo.
Aterosklerosis (penumpukan plak lemak)
Aterosklerosis adalah penumpukan plak di dinding arteri, sehingga darah sulit mengalir. Ketika aliran darah terganggu, risiko terbentuknya gumpalan meningkat, yang dapat memicu stroke.
Faktor ini sering berkembang bertahun-tahun. Konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, jarang olahraga, atau merokok bisa mempercepat prosesnya. Mama bisa membantu keluarga mengontrol faktor risiko ini sejak dini.
Faktor risiko tambahan
Tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, merokok, dan riwayat penyakit jantung meningkatkan kemungkinan stroke non-hemoragik.
Kondisi ini memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyumbatan. Faktor ini bisa dikontrol dengan pemeriksaan rutin, diet seimbang, olahraga, dan berhenti merokok.
Stroke non hemoragik kerap diawali perubahan kecil pada fungsi tubuh yang tidak terasa mengkhawatirkan. Karena muncul perlahan, banyak orang tidak menyadari risikonya sejak awal.
Setelah mengetahui apa itu stroke non hemoragik, beserta dengan gejala dan penyebabnya, di harapkan Mama dan Papa dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan seimbang.
Kelemahan tubuh, gangguan bicara, perubahan penglihatan, atau pusing mendadak merupakan sinyal penting dari gangguan aliran darah ke otak.
Saat gejala ini muncul bersamaan atau dalam waktu dekat, tubuh sedang memberi tanda serius yang membutuhkan perhatian medis. Maka dari itu, jangan menunda untuk kontrol diri kepada dokter ahlinya, ya, Ma, Pa.