Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Apa Itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/may1985
Intinya sih...
  • Boundaries adalah batasan pribadi untuk melindungi kesejahteraan fisik, emosional, dan mental saat berinteraksi dengan orang lain.
  • Emotional boundaries membantu menjaga emosi tanpa ikut tenggelam, material boundaries menjaga uang dan barang pribadi, mental boundaries menghargai pikiran dan keyakinan.
  • Physical boundaries berkaitan dengan ruang pribadi dan sentuhan fisik, time & energy boundaries mengatur waktu dan tenaga untuk mencegah burnout.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kamu mungkin pernah merasa lelah secara emosional tanpa tahu penyebab pastinya. Bisa jadi bukan karena masalah besar, tapi karena terlalu sering mengabaikan kebutuhan diri sendiri demi orang lain.

Dalam psikologi, kondisi ini sering berkaitan dengan boundaries yang kurang jelas. Boundaries sering dibahas, tapi masih banyak yang salah paham dan mengira ini soal bersikap dingin atau egois.

Menurut American Psychological Association (APA), personal boundaries adalah batasan psikologis yang membantu seseorang menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan tuntutan lingkungan sekitar.

Boundaries bukan bentuk penolakan terhadap hubungan, melainkan cara sehat untuk menjaga diri tetap utuh secara mental dan emosional. Tanpa batasan yang jelas, seseorang lebih rentan mengalami stres, kelelahan emosional, dan kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.

Karena itu, memahami jenis-jenis boundaries penting agar kamu bisa mengenali area mana yang perlu dijaga. Setiap jenis boundaries punya fungsi berbeda, tapi semuanya saling terhubung dalam menjaga kesehatan mental dan kualitas hubungan.

Nah, Popmama.com akan menjelaskan apa itu boundaries dan jenis-jenisnya. Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Boundaries?

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/NickyLIoyd

Boundaries adalah batasan pribadi yang kita tetapkan untuk melindungi kesejahteraan fisik, emosional, dan mental kita saat berinteraksi dengan orang lain.

Menurut NCBI (National Center for Biotechnology Information), boundaries mencakup batasan dalam berbagai aspek kehidupan seperti fisik, emosional, intelektual, dan sosial, yang mendukung rasa aman dan mencegah stres berlebih dalam hubungan.

Sumber lain dari Berkeley Well-Being Institute menjelaskan bahwa psychological boundaries adalah garis tak terlihat yang membantu menjaga identitas dan kebutuhan diri sendiri sambil tetap berhubungan dengan orang lain secara sehat.

Mereka membantu menentukan apa yang membuat kita nyaman atau tidak, serta bagaimana orang lain boleh berperilaku terhadap kita tanpa merasa disalahgunakan atau kehilangan ruang pribadi.

1. Emotional boundaries – menjaga emosi tanpa ikut tenggelam

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/JohnnyGreig

Emotional boundaries berkaitan dengan kemampuan memisahkan emosi pribadi dari emosi orang lain. Hal ini perlu dipelajari karena sering menjadi salah paham.

Menurut Dr. Carla Marie Manly, PhD, seorang Clinical Psychologist asal Amerika Serikat, emotional boundaries membantu seseorang tetap empatik tanpa menyerap stres dan konflik emosional orang lain.

Ia menjelaskan bahwa terlalu sering menanggung beban emosi orang lain dapat memicu kelelahan mental jangka panjang. Inilah alasan banyak orang merasa capek secara emosional meski tidak sedang punya masalah besar.

Dalam kehidupan sehari-hari, emotional boundaries sering kabur karena rasa tidak enak atau takut mengecewakan. Menurut PsychCentral, kondisi ini disebut emotional over-responsibility, yaitu saat seseorang merasa bertanggung jawab atas perasaan orang lain.

Jika dibiarkan, seseorang bisa mengabaikan kebutuhan emosinya sendiri. Emotional boundaries membantu kamu tetap peduli tanpa kehilangan keseimbangan emosi.

Contoh sederhananya, kamu bisa berkata, “Aku peduli dengan ceritamu, tapi aku butuh waktu untuk menenangkan diri dulu.” Menurut PsychCentral, komunikasi seperti ini termasuk bentuk assertive communication yang sehat dan menjaga hubungan tetap aman secara emosional.

2. Material boundaries – menjaga uang dan barang pribadi

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/valentinrussanov

Material boundaries berkaitan dengan uang, barang, dan bantuan praktis yang kamu berikan kepada orang lain. Menurut PsychCentral, batasan ini penting agar seseorang tidak merasa dimanfaatkan secara finansial atau logistik.

Memberi bantuan seharusnya dilakukan dengan sadar, bukan karena tekanan atau rasa bersalah. Tanpa material boundaries yang jelas, seseorang bisa terjebak dalam pola memberi berlebihan.

PsychCentral menjelaskan bahwa hal ini sering memicu rasa kesal terpendam yang akhirnya merusak hubungan. Dengan batasan yang sehat, kamu bisa tetap membantu tanpa mengorbankan kestabilan pribadi.

Contohnya, kamu bisa mengatakan, “Aku belum bisa meminjamkan uang, tapi aku bisa bantu cari solusinya.” Kalimat ini menjaga hubungan tetap hangat tanpa mengorbankan batas pribadi.

3. Mental boundaries – menghargai pikiran dan keyakinan

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/hxyume

Mental boundaries berkaitan dengan hak seseorang untuk memiliki pendapat, nilai, dan sudut pandang sendiri. Mental boundaries membantu kamu tetap terbuka tanpa kehilangan prinsip.

Menurut Dr. Nedra Glover Tawwab, LCSW, terapis dan penulis buku Set Boundaries, Find Peace, mental boundaries membantu seseorang berdiskusi tanpa merasa diserang secara pribadi. Perbedaan pendapat adalah hal wajar dalam hubungan yang sehat.

Tanpa mental boundaries, seseorang bisa merasa tertekan untuk selalu setuju dengan orang lain. Menurut Psychology Today, kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan diri dan membuat seseorang ragu pada penilaiannya sendiri.

Contoh penerapannya, kamu bisa berkata, “Aku menghargai pendapatmu, tapi aku punya pandangan yang berbeda.” Psychology Today menyebut pendekatan ini efektif untuk menjaga diskusi tetap dewasa dan saling menghormati.

4. Physical boundaries – menjaga ruang dan kenyamanan tubuh

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/greenleaf123

Physical boundaries berkaitan dengan ruang pribadi dan sentuhan fisik. Menurut Greater Good Science Center dari University of California, Berkeley, setiap orang memiliki tingkat kenyamanan fisik yang berbeda, dan semuanya valid.

Ada yang nyaman dipeluk, ada juga yang lebih nyaman menjaga jarak. Sering kali physical boundaries diabaikan karena alasan sopan santun. Padahal, menurut Greater Good Science Center, mengabaikan sinyal ketidaknyamanan tubuh dapat memicu kecemasan dan stres.

Tubuh biasanya memberi tanda saat batas ini dilanggar, seperti tegang atau ingin menjauh. Memang terkadang kita suka tidak sadar, namun reaksi tubuh kita adalah penandanya.

Contoh kalimat sederhana yang bisa kamu gunakan, “Aku lebih nyaman kalau jaga jarak dulu, ya.” Menurut para peneliti UC Berkeley, kejelasan seperti ini justru membantu membangun hubungan yang saling menghormati.

5. Time & energy boundaries – mengatur waktu dan tenaga

Apa itu Boundaries? Ini Jenis-Jenisnya!
istockphoto/bernardbodo

Time boundaries berkaitan dengan cara kamu membagi waktu dan energi. Tanpa batasan ini, hidup bisa terasa penuh tuntutan tanpa jeda.

Menurut Cleveland Clinic, terlalu sering mengabaikan batas waktu pribadi dapat memicu burnout dan kelelahan kronis. Banyak orang merasa bersalah saat menolak permintaan, padahal kapasitas energi setiap orang terbatas.

Cleveland Clinic juga menegaskan bahwa mengatakan “tidak” pada waktu yang tidak memungkinkan adalah bagian dari perawatan diri. Time boundaries membantu kamu memastikan ada ruang untuk istirahat dan pemulihan.

Contohnya, kamu bisa berkata, “Aku bisa bantu sampai jam 6 sore, tapi setelah itu aku perlu istirahat.” Menurut Cleveland Clinic, kejelasan waktu seperti ini membantu mencegah stres dan konflik.

Boundaries bukan tentang menjauh dari orang lain, melainkan tentang menjaga diri agar tetap sehat secara mental dan emosional. Para ahli sepakat bahwa batasan yang jelas justru membuat hubungan lebih jujur dan berkelanjutan.

Kamu tidak harus sempurna dalam menerapkannya tapi yang penting mulai sadar dan konsisten. Menurut Dr. Nedra Glover Tawwab, membangun boundaries adalah proses bertahap.

Akan ada rasa canggung di awal, tapi seiring waktu kamu akan merasa lebih tenang dan percaya diri. Karena menjaga diri sendiri bukan egois, melainkan bentuk self-respect yang paling mendasar.

Nah, setelah mengetahui apa itu Boundaries dan jenis-jenisnya, jadi kamu bisa membedakan mana perasaan emosi personal, mana emosi sesaat. Yuk mulai mengenali diri sendiri dengan mengetahui banyak hal tentang apa itu Boundaries.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias
Follow Us

Latest in Life

See More

Kenapa Gula Rasanya Manis? Ini Kata Para Ahli

09 Jan 2026, 09:33 WIBLife