TBC diobati dengan antibiotik yang dikonsumsi minimal enam bulan. Obat harus diminum teratur sampai selesai, meski sudah merasa sehat, agar bakteri tidak kebal dan penyakit tidak kambuh. Selama pengobatan, jaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi, cukup istirahat, serta hindari rokok dan alkohol.
Untuk pencegahan, vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guérin) diberikan sejak bayi guna melindungi dari TBC berat. Pemeriksaan dini pada orang berisiko, menjaga ventilasi ruangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin juga penting untuk mengurangi penularan.
Itu dia informasi tentang apa itu TBC? Mengenali gejala, penyebab, serta cara pencegahannya, kamu bisa lebih waspada dan mengambil langkah tepat sejak dini.
Referensi:
“Tuberculosis”. World Health Organization. Diakses Februari 2026.
“Tuberculosis - Symptoms & causes”. Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
“Tuberculosis: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention”. Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
“What are the symptoms of tuberculosis (TB)?”. Medline Plus. Diakses Februari 2026.
1. Apakah TBC hanya menyerang orang dewasa? | TBC bisa menyerang semua kelompok usia, termasuk bayi dan anak-anak. Bahkan pada anak, TBC bisa berkembang lebih cepat menjadi kondisi yang serius jika tidak ditangani sejak dini. |
2. Siapa saja yang berisiko lebih tinggi terkena TBC? | Orang dengan daya tahan tubuh lemah, seperti lansia, penderita HIV, pasien kemoterapi, atau mereka yang tinggal di lingkungan padat dan ventilasi buruk memiliki risiko lebih tinggi terinfeksi TBC. |
3. Apakah TBC termasuk penyakit keturunan? | TBC bukan penyakit genetik atau keturunan. Penularannya terjadi melalui paparan bakteri dari penderita, bukan karena faktor garis keluarga. |