pexels.com/RDNE Stock project
Meski TBC bisa menyerang siapa saja, ada beberapa kelompok yang lebih rentan. Mereka antara lain bayi, anak-anak, lansia, atau orang dengan sistem kekebalan lemah akibat HIV/AIDS, diabetes, kanker, atau gagal ginjal.
Selain itu, orang yang sedang menjalani kemoterapi, mengonsumsi obat imunosupresan, perokok aktif, penyalahguna alkohol atau narkoba, serta mereka yang tinggal dekat penderita TBC juga berisiko tinggi.
Petugas medis, penghuni panti jompo, tempat penampungan tunawisma, dan warga pemukiman padat juga termasuk kelompok berisiko. Mengetahui faktor-faktor ini membantu kita lebih waspada dan menjaga kesehatan dengan tepat.
Itu dia informasi tentang apa penyebab penyakit TBC? Memahami sumber infeksi dan faktor risikonya, kita bisa lebih waspada dan menjaga diri serta orang sekitar tetap sehat.
Referensi:
“Learn About Tuberculosis”. American Lung Association. Diakses Februari 2026.
“Tuberculosis”. World Health Organization. Diakses Februari 2026.
“Tuberculosis: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention”. Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.
“Tuberculosis - Symptoms & causes”. Mayo Clinic. Diakses Februari 2026.
1. Apakah TBC bisa dicegah dengan vaksin? | Bisa. Vaksin BCG membantu melindungi dari TBC berat, terutama pada anak-anak. |
2. Berapa lama masa inkubasi TBC? | Biasanya 2–12 minggu setelah terpapar bakteri. Namun, bakteri bisa tidak langsung menimbulkan gejala. |
3. Apa beda TBC laten dan TBC aktif? | TBC laten tidak bergejala dan tidak menular. TBC aktif menimbulkan gejala dan bisa menyebar ke orang lain. |