Herpes kulit dapat menyebar ketika Herpes Simplex Virus (HSV) berpindah dari kulit yang terinfeksi ke kulit orang lain melalui kontak langsung. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa HSV menular terutama lewat skin-to-skin contact, khususnya saat virus sedang aktif di permukaan kulit.
Pada fase aktif, lepuhan atau luka kecil di kulit mengandung jumlah virus yang sangat tinggi, sehingga risiko penularan meningkat ketika area tersebut tersentuh. Penularan terjadi tanpa perlu kontak seksual karena herpes kulit dapat muncul di wajah, bibir, tangan, atau area tubuh lain.
Beberapa literatur medis menyebut bahwa HSV-1 dapat mengalami viral shedding tanpa gejala, terutama di area mulut. Menurut StatPearls, virus bisa keluar dari mukosa mulut meski tidak ada lepuhan yang terlihat, sehingga tetap berpotensi menular lewat kontak dekat.
Hal ini lebih sering terjadi pada jaringan mukosa, yang lembap dan lebih mudah mengeluarkan virus. World Health Organization (WHO) juga menjelaskan bahwa HSV menular melalui kontak langsung dengan area yang terinfeksi, termasuk ketika virus sedang aktif meski tanda-tandanya tidak selalu tampak.
Namun untuk kulit non-mukosa seperti tangan atau lengan, bukti penularan tanpa gejala masih terbatas. Panduan medis menegaskan bahwa risiko tertinggi tetap saat lepuhan aktif, karena cairannya mengandung virus dalam jumlah tinggi.