Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah Kanker Prostat Bisa Sembuh? Ini Penjelasan Ahli
freepik.com

Intinya sih...

  • Kanker prostat adalah pertumbuhan sel tidak terkendali pada kelenjar prostat, organ kecil dalam sistem reproduksi laki-laki.

  • Gejala awal kanker prostat meliputi kesulitan buang air kecil, nyeri saat berkemih, dan gangguan fungsi seksual.

  • Peluang kesembuhan kanker prostat sangat dipengaruhi oleh deteksi dini dan pemantauan medis yang berkelanjutan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Fauzan Nanggadita, Sp.KO

Kanker prostat kerap menjadi momok menakutkan bagi banyak laki-laki, terutama karena sering berkembang tanpa gejala yang jelas di awal. Meski terdengar mengkhawatirkan, kondisi ini tidak selalu berarti akhir dari segalanya.

Dengan pemahaman yang tepat, kanker prostat bisa dihadapi secara lebih rasional dan penuh harapan. Banyak faktor menentukan bagaimana kondisi ini dapat ditangani, mulai dari waktu diagnosis hingga pilihan terapi yang tersedia. 

Ditambah dengan kemajuan medis yang semakin pesat, peluang penanganan kini jauh lebih terbuka. Lantas, apakah kanker prostat bisa sembuh? Berikut Popmama.com sajikan informasi lengkapnya di bawah!

1. Apa itu kanker prostat?

dok. Siloam Hospitals

Kanker prostat adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel pada kelenjar prostat mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali. Prostat sendiri adalah organ kecil dalam sistem reproduksi  laki-laki yang berfungsi memproduksi cairan pendukung sperma.

Masalah pada prostat kerap berdampak pada kelancaran buang air kecil karena posisinya mengelilingi saluran kemih. Pada fase awal, kanker prostat sering berkembang tanpa tanda-tanda khusus, sehingga sulit disadari. 

Namun, seiring perkembangannya, kondisi ini dapat memicu keluhan seperti sulit berkemih hingga gangguan fungsi seksual. Meski lebih umum menyerang pria usia lanjut, kanker prostat juga tidak menutup kemungkinan dialami oleh laki-laki yang lebih muda. 

Oleh sebab itu, pemeriksaan dini menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit ke organ lain.

2. Gejala awal kanker prostat

pexels.com/Andrea Piacquadio

Pada fase awal, kanker prostat kerap berkembang tanpa menimbulkan keluhan. Hal ini membuat banyak penderita baru mengetahui kondisinya saat menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. 

Keluhan yang umum dirasakan antara lain sulit memulai atau menahan buang air kecil, intensitas berkemih yang semakin sering, serta rasa nyeri atau perih saat buang air kecil. 

Dalam beberapa kasus, tanda lain yang dapat muncul meliputi ditemukannya darah pada urine atau air mani, nyeri di area punggung bawah, panggul, atau pinggul, hingga gangguan fungsi ereksi. 

Jika gejala-gejala tersebut dialami, pemeriksaan medis sedini mungkin sangat dianjurkan untuk mengetahui kondisi prostat lebih valid. Saat ini metode nya sudah sangat maju dan akurat dengan menggunakan alat robotik sehingga tingkat presisi dan akurasi sangat lah baik dan tidak memiliki risiko penyebaran.

3. Apakah kanker prostat bisa sembuh?

unsplash.com/National Cancer Institute

Kanker prostat yang ditemukan sejak tahap awal dan belum menyebar ke luar prostat memiliki peluang kesembuhan yang sangat besar. Dengan pengobatan yang sesuai, seperti tindakan operasi atau terapi radiasi, sebagian besar pasien mampu bertahan hidup dalam jangka panjang dan kembali menjalani kehidupan sehari-hari secara normal.

Kondisi ini menunjukkan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan rutin. Tes PSA dan evaluasi medis berkala menjadi langkah krusial untuk mengenali kanker prostat lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih jauh.

Sebaliknya, ketika kanker sudah berada pada stadium lanjut dan menyebar ke organ lain, peluang kesembuhan akan menurun. Meski pengobatan modern terus berkembang, kondisi ini tidak selalu dapat disembuhkan sepenuhnya. 

Penanganan pada tahap lanjut lebih difokuskan untuk mengendalikan perkembangan penyakit, menjaga kualitas hidup pasien, serta mengombinasikan berbagai terapi seperti hormon, kemoterapi, dan radioterapi. 

Maka dari itu, peluang sembuh sangat dipengaruhi oleh seberapa cepat kanker ditemukan, bagaimana respons tubuh terhadap pengobatan, dan pemantauan medis yang dilakukan secara berkelanjutan.

4. Pengobatan kanker prostat

dok. Siloam Hospitals

Pengobatan kanker prostat ditentukan berdasarkan sejumlah faktor, seperti stadium penyakit, tingkat keganasan sel kanker, usia pasien, hingga kondisi kesehatan secara menyeluruh. Tujuan utama pengobatan adalah mengendalikan pertumbuhan sel kanker sekaligus mencegah penyebarannya ke organ lain.

Jika kanker masih terbatas pada prostat, tindakan operasi atau prostatektomi dapat dilakukan untuk mengangkat sebagian atau seluruh kelenjar prostat yang terdampak. 

Pilihan lain adalah radioterapi, yakni terapi radiasi yang bertujuan menghancurkan sel kanker, baik melalui paparan sinar dari luar tubuh maupun dengan menanamkan sumber radiasi langsung ke prostat. 

Untuk menekan laju pertumbuhan kanker, terapi hormon juga dapat diberikan dengan menurunkan kadar testosteron dalam tubuh. Pada kondisi yang lebih lanjut, ketika kanker tidak lagi merespons terapi hormon, kemoterapi menjadi salah satu opsi. 

Selain itu, terapi target dan imunoterapi juga dikembangkan untuk menyerang sel kanker secara lebih spesifik serta merangsang sistem kekebalan tubuh agar mampu melawan sel abnormal.

Itu dia informasi tentang apakah kanker prostat bisa sembuh? Pada dasarnya, peluang kesembuhan sangat bergantung pada seberapa dini penyakit ini terdeteksi dan bagaimana penanganan medis dilakukan. 

Oleh karena itu, pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan prostat dan meningkatkan kualitas hidup ke depannya.



Referensi:

“Prostate Cancer Prognosis”. Hopkins Medicine. Diakses Januari 2026.

“About prostate cancer”. Prostate Cancer UK. Diakses Januari 2026.

“Prostate cancer - Diagnosis and treatment”. Mayo Clinic. Diakses Januari 2026.

“Understanding Prostate Cancer and Its Treatment”. Hermina Hospitals. Diakses Januari 2026.

FAQ Tentang Kanker Prostat

1. Apakah setelah operasi prostat laki-laki masih bisa hidup normal?

Banyak laki-laki tetap bisa menjalani aktivitas normal, meski mungkin mengalami efek samping seperti gangguan ereksi atau inkontinensia yang bisa ditangani dengan terapi lanjutan.

2. Apakah aktivitas seksual memengaruhi risiko kanker prostat?

Belum ada bukti kuat bahwa aktivitas seksual secara langsung menyebabkan kanker prostat, tetapi kesehatan reproduksi tetap penting untuk dijaga.

3. Apakah pola makan berpengaruh pada kesehatan prostat?

Ya. Konsumsi sayur, buah, ikan, dan makanan rendah lemak dapat membantu menjaga kesehatan prostat dan menurunkan risiko kanker.

Editorial Team