Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 Apakah Posisi Lengan Bisa Memengaruhi Hasil Tensi Darah? Ini Faktanya
Unsplash/Mockup Graphics
  • Posisi lengan saat mengukur tekanan darah dapat membuat hasil berbeda, terutama jika lengan diletakkan di pangkuan atau dibiarkan menggantung.

  • Kesalahan seperti berbicara, menyilangkan kaki, atau menggunakan manset yang tidak sesuai dapat membuat pembacaan tekanan darah lebih tinggi.

  • Pengukuran di rumah perlu dilakukan dengan posisi yang benar dan setidaknya dua kali, sementara obat tidak boleh diubah tanpa rekomendasi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2024

Penelitian Hairong Liu dan kolega diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine. Studi tersebut melibatkan 133 orang dewasa dan membandingkan tiga posisi lengan saat tekanan darah diukur.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Posisi lengan dan teknik pengukuran dapat memengaruhi hasil tekanan darah, termasuk membuat angka terbaca lebih tinggi.
  • Who?
    Penelitian melibatkan 133 orang dewasa. Dr. Shakira Amirah turut menjelaskan teknik pengukuran tekanan darah.
  • Where?
    Pengukuran dibahas dalam konteks pemantauan tekanan darah di rumah.
  • When?
    Perbedaan terjadi saat tekanan darah diukur dengan posisi lengan yang berbeda.
  • Why?
    Posisi lengan yang tidak disangga, serta kesalahan lain seperti berbicara atau menyilangkan kaki, dapat memengaruhi pembacaan.
  • How?
    Duduk tenang, menopang punggung dan lengan setinggi jantung, memasang manset di kulit lengan atas, lalu mengukur setidaknya dua kali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Posisi lengan bisa membuat angka tensi berbeda. Lengan yang tidak disangga dapat membuat angka terlihat lebih tinggi. Dr. Shakira menjelaskan cara mengukur yang benar, seperti duduk tenang, kaki menapak, dan lengan setinggi jantung. Tensi sebaiknya diukur dua kali. Obat tidak boleh diubah sendiri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemantauan tekanan darah di rumah dapat membantu melihat pola tekanan dari hari ke hari jika dilakukan dengan teknik yang tepat. Pengetahuan tentang posisi lengan, kaki, punggung, dan manset membuat hasil pengukuran lebih mendekati kondisi sebenarnya serta dapat menjadi bahan evaluasi bagi dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Faktanya, benar! Posisi lengan saat mengukur tekanan darah dapat memengaruhi hasil tensi.

Penelitian yang melibatkan 133 orang menunjukkan bahwa meletakkan lengan di pangkuan atau membiarkannya menggantung dapat membuat tekanan darah terbaca beberapa mmHg lebih tinggi dibandingkan posisi lengan yang disangga setinggi jantung.

Hal ini penting diperhatikan, terutama bagi orang yang rutin memantau tekanan darah di rumah karena memiliki riwayat hipertensi. Selain posisi lengan, posisi kaki dan punggung, kandung kemih yang penuh, berbicara saat pengukuran, hingga ukuran manset juga dapat memengaruhi hasil.

Hal tersebut turut dijelaskan dr. Shakira Amirah melalui akun Instagram @shakiraamirah. Dalam salah satu videonya, ia mengingatkan bahwa teknik pengukuran yang kurang tepat bisa membuat angka tekanan darah terlihat lebih tinggi.

Berikut Popmama.com rangkum fakta dan cara mengukur tekanan darah di rumah agar hasilnya lebih akurat.

1. Berapa besar posisi lengan bisa memengaruhi hasil tensi?

Pixabay/McRonny

Posisi lengan ternyata dapat membuat hasil pengukuran tekanan darah berbeda cukup jauh.

“Sebelum kamu panik lihat angka tensi, cek dulu posisi lengannya. Hasilnya bisa selisih 9 poin,” ujar dr. Shakira.

Pernyataan tersebut sejalan dengan penelitian Hairong Liu dan kolega yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine pada 2024. Studi crossover randomized clinical trial itu melibatkan 133 orang dewasa dan membandingkan tiga posisi lengan saat tekanan darah diukur.

Ketika lengan disangga di atas meja dengan manset berada setinggi jantung, rata-rata tekanan darah peserta sekitar 126/74 mmHg. Namun, ketika lengan diletakkan di pangkuan, tekanan sistolik terbaca rata-rata 3,9 mmHg lebih tinggi dan diastolik 4,0 mmHg lebih tinggi.

Saat lengan dibiarkan menggantung di samping badan, tekanan sistolik meningkat rata-rata 6,5 mmHg dan diastolik sekitar 4,4 mmHg. Pada peserta yang memang memiliki hipertensi, posisi lengan menggantung juga dapat membuat tekanan sistolik terbaca sekitar 9 mmHg lebih tinggi.

2. Apa saja yang bisa membuat hasil tensi terbaca lebih tinggi?

Pexels/cottonbro

Posisi lengan bukan satu-satunya hal yang dapat memengaruhi hasil pengukuran. Kesalahan kecil saat menggunakan tensimeter juga bisa terjadi secara bersamaan.

“Dan ini yang jarang dibahas. Error-nya tuh bisa numpuk. Contoh, kandung kemihnya penuh, itu bisa jadi naik 10 poin. Terus pas lagi diukur tensinya, kalian sambil ngobrol bisa naik 10 poin. Lagi ditensi, punggungnya nggak nyender, bisa naik 6 poin. Ditambah lagi kakinya nyilang, bisa tambah 2 sampai 6 poin,” jelas dr. Shakira.

Panduan Million Hearts juga menyebut beberapa kondisi yang dapat membuat pembacaan tekanan darah menjadi lebih tinggi, seperti kandung kemih penuh, berbicara saat diukur, lengan tidak disangga, punggung atau kaki tidak ditopang dengan baik, kaki disilangkan, ukuran manset tidak sesuai, serta manset dipasang di atas pakaian.

Namun, angka tersebut tidak boleh dipakai untuk mengoreksi hasil secara manual. Jika teknik pengukuran dirasa keliru, cara yang lebih tepat adalah mengulang pengukuran dengan posisi yang benar.

3. Bagaimana posisi yang benar saat menggunakan tensimeter di rumah?

Freepik

Teknik yang tepat membantu menghasilkan pembacaan tekanan darah yang lebih mendekati kondisi sebenarnya.

Di videonya, dr. Shakira menyarankan beberapa langkah sebelum melakukan pengukuran.

“Pertama pipis dulu, terus duduk 5 menit. Kakinya napak di lantai, punggungnya disenderin, tensinya dipakai, tangannya disanggah setinggi jantung, terus diukur 2 kali dan dihitung rata-ratanya,” ungkap dr. Shakira yang juga mantan peserta Class of Champions.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat memberikan panduan serupa. Saat mengukur tekanan darah di rumah, lakukan beberapa hal berikut:

  • Kosongkan kandung kemih

  • Duduk tenang sekitar 5 menit sebelum pengukuran

  • Sandarkan punggung pada kursi

  • Letakkan kedua kaki rata di lantai dan jangan disilangkan

  • Gunakan manset dengan ukuran yang sesuai

  • Pasang manset langsung pada kulit lengan atas

  • Sangga lengan di atas meja sehingga manset berada setinggi jantung

  • Jangan berbicara atau menggunakan ponsel selama pengukuran

American Heart Association juga menyarankan mengambil setidaknya dua kali pengukuran dengan jeda sekitar satu menit, kemudian mencatat hasilnya. Sebelum mengukur tensi, sebaiknya hindari olahraga, merokok, serta konsumsi minuman berkafein sekitar 30 menit sebelumnya.

4. Berapa kali tekanan darah sebaiknya diukur?

Freepik/lev.studio.x

Satu kali pembacaan belum tentu menggambarkan tekanan darah seseorang secara keseluruhan. AHA menyarankan melakukan setidaknya dua kali pengukuran dengan jeda sekitar satu menit, kemudian mencatat hasilnya.

Jika pemantauan dilakukan secara rutin, pengukuran pada waktu yang relatif konsisten juga dapat membantu melihat pola tekanan darah dari hari ke hari.

Hasil pengukuran tersebut bisa menjadi bahan evaluasi bagi dokter, tetapi diagnosis hipertensi tetap tidak ditentukan hanya dari satu kali hasil pengukuran di rumah.

5. Kalau hasil tensi tinggi, apakah bisa dianggap hanya salah posisi?

Pixabay/holmespj

Tidak. Posisi tubuh yang salah memang dapat membuat angka terlihat lebih tinggi, tetapi hasil tekanan darah tinggi tidak boleh langsung dianggap sebagai kesalahan pengukuran.

“Tapi yang benar-benar punya hipertensi, jangan disalahkan posisinya, ya. Bisa jadi memang benar-benar tensi kamu tinggi. Dan jangan ubah obat dan dosis kamu tanpa rekomendasi dokter,” tegas dr. Shakira.

Jika hasil pengukuran berulang kali menunjukkan angka tinggi meski tekniknya sudah benar, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Pemantauan tekanan darah di rumah memang bermanfaat, terutama bagi orang yang sudah didiagnosis hipertensi. Namun, obat hipertensi tidak boleh dihentikan, dikurangi, atau ditambah sendiri hanya berdasarkan hasil tensimeter di rumah.

Curated For You

Editorial Team

Related Article