vecteezy.com/Khwanchai Phanthong
Penting untuk diketahui, TBC tidak menular melalui kontak sehari-hari, seperti berjabat tangan, memegang benda yang pernah disentuh penderita, atau berbagi makanan dan minuman. Jadi, kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal ini sebenarnya tidak perlu.
Menurut Cleveland Clinic, penularan TBC terjadi ketika penderita batuk atau bersin, melepaskan kuman yang ada di dahak ke udara. Sekali batuk, bisa keluar hingga 3.000 percikan dahak, dan bakteri ini mampu bertahan berjam-jam di udara, terutama di ruangan gelap dan lembab, sebelum terhirup orang lain.
Orang yang berisiko tinggi biasanya mereka yang tinggal atau sering berada di dekat penderita, seperti anggota keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas. Meski terdengar menakutkan, TBC tidak menular sesederhana itu.
Tidak semua orang yang menghirup bakteri akan langsung sakit. Dalam banyak kasus, bakteri tetap diam di paru-paru tanpa menimbulkan gejala, menunggu saat daya tahan tubuh menurun.
Selain itu, penderita yang sudah menjalani pengobatan rutin minimal 2 minggu memiliki risiko sangat kecil untuk menularkan penyakit ini.