Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Apakah TBC Menular? Ini Fakta dan Pencegahannya
vecteezy.com/F F
  • TBC adalah penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang umumnya menyerang paru-paru, namun bisa menyebar ke organ lain seperti otak dan tulang belakang.

  • Penularan TBC terjadi lewat udara saat penderita batuk atau bersin, bukan melalui sentuhan atau berbagi barang, dan risiko menurun setelah dua minggu pengobatan rutin.

  • Pencegahan TBC meliputi pemeriksaan dini, imunisasi BCG, menjaga ventilasi rumah, serta pola hidup sehat dengan nutrisi seimbang dan istirahat cukup.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Artikel ini telah ditinjau secara medis oleh dr. Adistya Sari, Sp.P

Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu penyakit yang sering menimbulkan kekhawatiran, terutama ketika ada orang terdekat yang terdiagnosis.

Banyak informasi yang beredar di masyarakat, tetapi tidak semuanya tepat. Oleh karena itu, penting untuk memahami fakta mengenai penularan TBC secara jelas dan tidak berlebihan.

Dengan pemahaman yang benar, kita bisa bersikap lebih tenang dan tetap waspada. Berikut Popmama.com sajikan informasi tentang apakah TBC menularr? Simak di bawah!

1. Apa itu TBC?

unsplash.com/fusion_medical_animation

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang penularannya, penting memahami dulu apa itu TBC. Tuberkulosis atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis

Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru sehingga penderitanya mengalami gangguan pada sistem pernapasan, seperti batuk berkepanjangan dan sesak.

Meski begitu, TBC tidak selalu berhenti di paru-paru. Dalam beberapa kasus, bakteri bisa menyebar ke organ lain seperti otak, kelenjar getah bening, tulang belakang, bahkan jantung. 

2. Apakah TBC menular?

vecteezy.com/Khwanchai Phanthong

Penting untuk diketahui, TBC tidak menular melalui kontak sehari-hari, seperti berjabat tangan, memegang benda yang pernah disentuh penderita, atau berbagi makanan dan minuman. Jadi, kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal ini sebenarnya tidak perlu.

Menurut Cleveland Clinic, penularan TBC terjadi ketika penderita batuk atau bersin, melepaskan kuman yang ada di dahak ke udara. Sekali batuk, bisa keluar hingga 3.000 percikan dahak, dan bakteri ini mampu bertahan berjam-jam di udara, terutama di ruangan gelap dan lembab, sebelum terhirup orang lain. 

Orang yang berisiko tinggi biasanya mereka yang tinggal atau sering berada di dekat penderita, seperti anggota keluarga, teman sekantor, atau teman sekelas. Meski terdengar menakutkan, TBC tidak menular sesederhana itu.

Tidak semua orang yang menghirup bakteri akan langsung sakit. Dalam banyak kasus, bakteri tetap diam di paru-paru tanpa menimbulkan gejala, menunggu saat daya tahan tubuh menurun. 

Selain itu, penderita yang sudah menjalani pengobatan rutin minimal 2 minggu memiliki risiko sangat kecil untuk menularkan penyakit ini.

3. Cara efektif mencegah TBC

pixabay.com/Luisella Planeta Leoni

TBC bisa dicegah dengan langkah sederhana namun efektif. Lakukan pemeriksaan jika bergejala atau berisiko tinggi, dan jalani pengobatan TBC laten bila dianjurkan dokter.

Lingkungan juga penting, maka itu pastikan rumah berventilasi baik dan terkena sinar matahari, serta dapatkan imunisasi BCG bagi anak-anak atau yang berisiko tinggi. 

Jaga daya tahan tubuh dengan makan bergizi dan cukup istirahat. Jika muncul gejala seperti batuk lebih dari tiga minggu, batuk berdarah, demam, keringat malam, atau berat badan turun drastis, segera periksakan diri ke dokter.

Itu dia informasi tentang TBC apakah menular? Dengan memahami cara penularan dan pencegahannya, kita bisa tetap waspada dan menjaga kesehatan diri serta orang sekitar.

Referensi:

“Tuberculosis: Causes and How It Spreads”. Centers for Disease Control and Prevention. Diakses Februari 2026.

“What are the symptoms of tuberculosis (TB)?”. Medline Plus. Diakses Februari 2026.

“Tuberculosis: Causes, Symptoms, Treatment & Prevention”. Cleveland Clinic. Diakses Februari 2026.

“Tuberculosis”. World Health Organization. Diakses Februari 2026.

FAQ Tentang Penyakit TBC

1. Apakah ibu hamil boleh minum obat TBC?

Ibu hamil tetap bisa menjalani pengobatan TBC. Konsumsi obat harus dalam pengawasan dokter agar aman.

2. Apakah anak-anak bisa tertular TBC?

Anak-anak bisa tertular jika sering kontak erat dengan penderita TBC aktif. Pemeriksaan dini penting untuk mencegah komplikasi.

3. Apakah masker membantu mencegah penularan?

Penggunaan masker dapat mengurangi risiko penyebaran bakteri di udara. Ini terutama penting bagi penderita saat berada di ruang tertutup.

Editorial Team