TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Kesalahan yang Kerap Dilakukan Entrepreneur saat Mulai Berbisnis

Membangun usaha bukan perkara mudah, berikut 7 kesalahan yang dilakukan entrepreneur baru

1 Agustus 2022

7 Kesalahan Kerap Dilakukan Entrepreneur saat Mulai Berbisnis
Pexels/Andrea Aquadio

Wirausahawan atau entrepreneur merupakan salah satu pekerjaan yang cukup menjanjikan keuntungan tinggi. Namun untuk menjadi seorang wirausahawan harus mampu menanggung tanggung jawab dan risiko yang besar.

Seorang entrepreneur seyogyanya memiliki kreativitas yang tinggi dan kemampuan untuk menangkap peluang bisnis.

Di era digital ini, setiap individu sangat mungkin untuk mendirikan bisnis. Kemudahan teknologi menyebabkan proses pemasaran lebih mudah. Dimana tersedianya platform penjualan daring, baik melalui media sosial dan e-commerce.

Sayangnya, terdapat7 kesalahan yang kerap dilakukan entrepreneur saat memulai berbisnis. Berikut Popmama.com sajikan kekeliruan-kekeliruan tersebut, antara lain:

1. Menghabiskan banyak waktu pada tahap persiapan

1. Menghabiskan banyak waktu tahap persiapan
Pexels/MART PRODUCTION

Minimnya proses perencanaan menjadi jurang kegagalan bisnis kamu. Tetapi terlalu lama berada di tahap perencanaan juga tidak baik. Lantaran bisnis kamu tidak berkembang ke tahap selanjutnya. Laman Lifehack, menuliskan terlalu banyak rencana hanya akan membebani kamu sebagai entrepreneur.

Rencana yang baik adalah sesuatu yang mengarah pada sebuah keputusan. Jadi, buatlah daftar apa saja yang harus dibahas pada proses perencanaan. Dimana poin tersebut harus memperoleh sebuah keputusan pada jangka waktu yang telah ditetapkan.

2. Tidak fokus dalam menjalankan bisnis

2. Tidak fokus dalam menjalankan bisnis
Pexels/Karolina Grabowska

Sebagai seorang entrepreneur membutuhkan fokus tingkat tinggi dalam memulai bisnis. Menurut situs Lifehack, apabila wirausahawan kurang fokus bukan hanya merugikan bisnis yang baru saja dibangun tetapi juga hubungan kamu dengan klien dan mitra kerja.

Kamu sebagai pebisnis senantiasa fokus terhadap produk atau jasa yang akan kamu dagangkan pada bisnis baru ini. Mulai dari kualitas dan pengembangan produk.

Editors' Picks

3. Terlalu bersikap perfeksionis

3. Terlalu bersikap perfeksionis
Freepik/wayhomestudio

Sikap perfeksionis memang diperlukan dalam setiap bidang pekerjaan. Tujuannya agar hasil kerja minim kesalahan. Tetapi jika sikap “ingin sempurna” ini berlebihan justru akan menghambat untuk memulai atau mengembangkan bisnis. Lantaran tersedak di fase itu-itu saja.

Rasanya ada saja yang kurang. Padahal ungkapan menyatakan tidak ada hal sempurna di dunia ini. Situs Lifehack menuturkan kesalahan tidak bisa dihindari oleh siapa pun termasuk entrepreneur.

Solusinya adalah mencari tahu kesalahan tersebut dan memperbaikinya. Yang terpenting adalah tidak melakukan kesalahan yang sama sehingga menghambat progres bisnis kamu.

4. Menunda-nunda peluncuran produk

4. Menunda-nunda peluncuran produk
Pexels/Samer Daboul

Imbas dari sikap perfeksionis yang berlebihan adalah tertundanya peluncuran produk usaha kamu. Padahal sebuah produk tidak perlu sempurna sejak tahap awal. Justru jika kamu sudah memiliki produk, sebaiknya untuk segera dipublikasikan kepada masyarakat.

Ketika produk sudah beredar di pasar, kamu akan secara gratis menerima umpan balik berupa komentar dari produk tersebut. Pendapat pelanggan tersebut kemudian dihimpun dan dicari jalan keluar untuk dijadikan bahan evaluasi untuk mengembangkan produk menjadi lebih baik dan sesuai selera konsumen.

5. Citra yang kurang baik dari merek produk

5. Citra kurang baik dari merek produk
Pexels/Eva Bronzini

Merek perusahaan cukup berpengaruh saat memulai bisnis. Gunakan nama dagang yang memiliki kesan atau arti yang baik. Ingat bahwa nama adalah doa. Citra yang baik dari perusahaan kamu berkaitan dengan kepercayaan dari konsumen.

Pakailah nama yang lugas dan tegas untuk membangun keyakinan masyarakat terhadap merek perusahaan kamu.

6. Salah memilih partner bisnis

6. Salah memilih partner bisnis
Pexels/Mikhail Nilov

Kesalahan yang dilakukan entrepreneur selanjutnya adalah kekeliruan memilih pasangan bisnis (partnership). Mempunyai rekan bisnis adalah hal yang wajar bahkan dianjurkan dalam dunia bisnis. Apalagi jika kamu baru saja terjun di dunia usaha.

Langkah utama memilih mitra berbisnis adalah memahami bahwa kemitraan merupakan sebuah komitmen layaknya pernikahan. Beda pendapat sangat mungkin terjadi, namun pertengkaran tersebut harus dicari solusi atau jalan keluar yang logis.

Oleh karena itu, sudah menentukan tujuan bisnis yang akan diraih oleh kamu dan partner sejak hari pertama.

7. Mengabaikan laporan keuangan

7. Mengabaikan laporan keuangan
Pexels/Ketut Subiyanto

Keuangan menjadi aspek yang krusial dalam sebuah usaha. Namun terkadang luput dari perhatian pemilik usaha. Apalagi saat bisnis sedang memperoleh income yang besar. Padahal memeriksa laporan keuangan dalam bisnis akan membantu para entrepreneur mengetahui posisi keuangan, dikutip dari Lifehack.

Laporan keuangan ini membantu para wirausaha untuk mengevaluasi bidang mana saja yang menghabiskan banyak uang dan sektor mana yang mampu menghasilkan banyak pendapatan. Jadi kamu sebagai wirausaha dapat memaksimalkan pendapatan dengan bijak.

Demikian paparan Popmama.com tentang 7 kesalahan yang kerap dilakukan entrepreneur saat mulai berbisnis. Jangan menghabiskan banyak waktu di fase tertentu. Tetapkan waktu untuk setiap proses sehingga bisnis dapat berkembang dengan cepat dan menghasilkan keuntungan.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk