Terakhir, itikaf juga bisa dilakukan karena ada nazar yang pernah dijanjikan. Nazar merupakan janji yang hukumnya wajib dilakukan jika sudah terpenuhi syarat atau janjinya.
Niat itikaf karena nazar juga dapat dibedakan berdasarkan niat berapa lama itikaf akan dilaksanakan. Berikut bacaan niatnya:
Niat itikaf karena nazar:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَ
Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini fardhu karena Allah.”
Niat itikaf karena nazar dengan waktu terus-menerus:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ شَهْرًا مُتَتَابِعًا فَرْضًا للهِ تَعَالَى
Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi syahron mutatābi‘an fardhan lillāhi ta‘ālā.
Artinya: “Aku berniat itikaf di masjid ini selama satu bulan berturut-turut fardhu karena Allah.”
Itu dia niat itikaf di masjid beserta artinya, begini lafal sesuai macamnya.
Niat itikaf tidak harus dibaca kembali jika sudah memiliki niat untuk kembali lagi ke masjid.
Apa yang dilakukan ketika itikaf? | Saat i'tikaf, Anda melakukan kegiatan ibadah di masjid seperti salat (wajib dan sunnah), membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan merenung (tafakur). |
Itikaf mulai jam berapa? | I'tikaf tidak punya waktu mulai spesifik, bisa kapan saja, tapi paling utama di 10 hari terakhir Ramadan dimulai sejak matahari terbenam di malam ke-21 (atau ke-20), berakhir sebelum salat Idulfitri. |
Berapa lama minimal waktu itikaf? | Sebagian ulama lain berpendapat, waktu minimalnya adalah sehari. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Hanifah dan ini juga pendapat sebagian Malikiyah. |