نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى
Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.
Artinya : “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah ta’ala.”
Apa Saja yang Dilakukan saat Itikaf? Bisa Lakukan Amalan Ini

- Itikaf adalah ibadah berdiam diri di masjid selama Ramadan untuk fokus beribadah, menjauh dari urusan dunia, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
- Kegiatan utama saat itikaf meliputi membaca niat, salat wajib dan sunnah seperti tahajud serta tarawih, tilawah Alquran, berdzikir, dan memperbanyak doa dengan khusyuk.
- Amalan itikaf banyak dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan guna meraih malam Lailatul Qadar yang penuh keberkahan dan ampunan dari Allah SWT.
Itikaf merupakah amalan yang banyak dilakukan oleh umat muslim selama bulan Ramadan. Itikaf merupakan kegiatan berdiam diri di dalam masjid selama beberapa waktu.
Tujuan melakukan itikaf adalah untuk menjalankan ibadah dan menjauhkan urusan dunia. Beritikaf di masjid juga menjadi cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Sudah tahu apa saja yang perlu dilakukan saat itikaf? Simak penjelasannya yang telah Popmama.com rangkum berikut ini seputar apa saja yang dilakukan saat itikaf.
1. Membaca niat itikaf

Sebelum mulai beritikaf, pastikan diri sudah dalam keadaan suci. Setelah itu, Mama dapat membaca niat terlebih dahulu, sama seperti ibadah lainnya.
Niat itikaf dapat dibaca dengan mudah karena bacaannya sangat pendek. Berikut bacaannya:
Setelah membaca niat, Mama dapat mulai mengerjakan serangkaian ibadah di dalam masjid. Mulai dari salat wajib dan sunnah, membaca Alquran, dzikir, hingga memanjatkan doa.
2. Salat sunnah

Setelah menjalankan ibadah salat wajib, itikaf dilanjutkan dengan berbagai rangkaian ibadah sunnah. Salah satu yang dapat dikerjakan lebih dulu adalah salat sunnah.
Itikaf semakin banyak dilakukan jelang malam Lailatul Qadar, dimulai pada 10 hari terakhir Ramadan. Mama dapat melakukan berbagai rangkaian salat sunnah, mulai dari salat tahiyatul masjid, tarawih, tahajud, dhuha, rawatib, taubat, hingga salat hajat.
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: “Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).
3. Tilawah Alquran

Selama bulan Ramadan, biasanya masjid atau musala mengadakan tilawah Alquran bersama setiap malam sebagai rangkaian dari kegiatan itikaf.
Tidak sedikit juga umat muslim yang menjadikan bulan Ramadan sebagai momen untuk khatam 30 juz Alquran. Dengan ini, Mama bisa membaca Alquran selama itikaf.
Membaca Alquran memiliki banyak sekali manfaat, salah satunya mendapat rahmat dan menjadi syafaat saat hari kiamat nanti.
4. Berdzikir kepada Allah

Berdzikir merupakan cara untuk mengingat dan mengenal Allah SWT dengan cara yang mudah dan bisa dilakukan di mana saja. Selama itikaf di masjid, Mama juga bisa membaca dzikir dengan khusyuk.
Dzikir juga dapat menjaga hati tetap tenang karena merasa seperti Allah ada di dekat kita. Dzikir yang dilantunkan selama itikaf bisa apa saja, mulai dari bacaan tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan istighfar.
Membaca dzikir bisa dilakukan seperti dzikir yang dibaca setelah salat wajib, dibaca dengan tenang masing-masing 33 kali.
5. Berdoa dengan khusyuk

Rangkaian itikaf selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membaca doa. Momen itikaf dapat dimanfaatkan untuk membaca doa dengan lebih banyak dan lebih khusyuk.
Itikaf juga menjadi cara untuk menjemput malam Lailatul Qadar yang bisa muncul di 10 malam terakhir Ramadan. Berdoa di waktu ini sangatlah dianjurkan karena malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh keberkatan bahkan lebih baik dari pada 1000 bulan.
Memperbanyak ibadah di 10 malam terakhir Ramadan juga menjadi kebiasaan Rasulullah yang kini menjadi sunnah untuk dilakukan umat muslim.
يَتَنَزَّلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ ، مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ ، وَمَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ
Artinya: “Rabb kita tabaraka wa ta’ala turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berkata: ‘Siapa yang berdoa pada-Ku, aku akan memperkenankan doanya. Siapa yang meminta pada-Ku, pasti akan Kuberi. Dan siapa yang meminta ampun pada-Ku, pasti akan Ku-ampuni’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itu dia apa saja yang dilakukan saat itikaf. Itikaf pada dasarnya melakukan serangkaian ibadah yang disunnahkan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan keberkahan.
Selama itikaf, ibadah yang dilakukan juga harus khusyuk agar dapat diterima.
FAQ Seputar Itikaf
| Apa yang dilakukan ketika itikaf? | Saat i'tikaf, Anda melakukan kegiatan ibadah di masjid seperti salat (wajib dan sunnah), membaca Al-Qur'an, berzikir, berdoa, dan merenung (tafakur). |
| Itikaf mulai jam berapa? | I'tikaf tidak punya waktu mulai spesifik, bisa kapan saja, tapi paling utama di 10 hari terakhir Ramadan dimulai sejak matahari terbenam di malam ke-21 (atau ke-20), berakhir sebelum salat Idulfitri. |
| Berapa lama minimal waktu itikaf? | Sebagian ulama lain berpendapat, waktu minimalnya adalah sehari. Pendapat ini diriwayatkan dari Abu Hanifah dan ini juga pendapat sebagian Malikiyah. |


















