Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
5 Bahaya Konsumsi Jengkol Berlebihan bagi Kesehatan
Unsplash/Anisa Wulan Asri
  • Konsumsi jengkol berlebihan dapat menyebabkan kejengkolan akibat penumpukan asam jengkolat yang membentuk kristal di ginjal dan saluran kemih, menimbulkan nyeri hebat hingga gangguan buang air kecil.
  • Penumpukan kristal asam jengkolat bisa memicu gagal ginjal akut karena aliran urine tersumbat, membuat racun menumpuk dalam tubuh dan membutuhkan tindakan medis seperti cuci darah.
  • Jengkol berlebih juga dapat menyebabkan perut kembung, bau napas menyengat akibat sulfur, serta meningkatkan kadar asam urat yang memicu nyeri sendi pada penderita gout.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sejak dulu, jengkol menjadi salah satu makanan yang punya banyak penggemar di Indonesia. Terlepas dari baunya yang membuat sebagian orang kurang nyaman, rasanya yang khas dan teksturnya yang unik membuat jengkol sering diolah menjadi berbagai hidangan lezat. 

Namun di balik kenikmatannya, konsumsi jengkol dalam jumlah berlebihan ternyata bisa menimbulkan sejumlah masalah kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele yang diakibatkan senyawa alami maupun kandungan lainnya.

Untuk itu, Popmama.com akan membahas 5 bahaya konsumsi jengkol berlebihan yang harus diwaspadai. Simak selengkapnya berikut ini.

1. Keracunan asam jengkolat (kejengkolan)

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Bahaya paling umum dari konsumsi jengkol berlebihan adalah kondisi yang dikenal dengan istilah kejengkolan. Kondisi ini terjadi karena jengkol mengandung asam jengkolat, yaitu senyawa alami yang sulit larut dalam air.

Jika dikonsumsi terlalu banyak, asam jengkolat dapat membentuk kristal kecil menyerupai jarum di ginjal maupun saluran kemih. Kristal tersebut bisa melukai dinding saluran kemih hingga menyumbat aliran urine. 

Akibatnya, seseorang dapat mengalami nyeri hebat di bagian perut atau pinggang, mual, muntah, hingga kesulitan buang air kecil. Dalam kondisi yang lebih parah, urine bahkan dapat bercampur darah.

Menurut National Kidney Foundation USA, rasa nyeri luar biasa karena penyumbatan pada saluran kemih akibat kristal juga dapat mengganggu fungsi ginjal jika tidak segera ditangani

2. Berisiko memicu gagal ginjal akut

Pexels/www.kaboompics.com

Jika kondisi jengkolan dibiarkan atau seseorang mengonsumsi jengkol dalam jumlah sangat banyak sekaligus, risiko gangguan ginjal bisa menjadi lebih tinggi. Kristal asam jengkolat yang menumpuk dapat membuat aliran urine tersumbat dan memberi tekanan pada ginjal.

Saat ginjal tidak mampu membuang racun dan cairan dengan baik, fungsi organ tersebut dapat menurun secara mendadak atau lebih dikenal sebagai gagal ginjal akut. Kondisi ini termasuk darurat medis karena penumpukan racun di dalam tubuh dapat membahayakan nyawa.

Pada beberapa pasien bahkan dibutuhkan tindakan medis seperti pemasangan kateter hingga cuci darah sementara untuk membantu kerja ginjal.

3. Menyebabkan perut kembung dan gangguan pencernaan

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Selain berdampak pada ginjal, makan jengkol terlalu banyak juga dapat membuat sistem pencernaan terasa tidak nyaman. Hal ini terjadi karena jengkol mengandung karbohidrat kompleks yang cukup sulit dicerna tubuh. 

Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health, makanan yang sulit dicerna memang dapat meningkatkan produksi gas di saluran pencernaan dan memicu rasa tidak nyaman pada perut.

Kondisi ini mengakibatkan perut terasa begah, penuh, dan kembung setelah makan. Pada beberapa orang, konsumsi jengkol berlebihan bahkan bisa menyebabkan diare atau sakit perut. Risiko ini biasanya lebih mudah muncul pada orang yang memiliki sistem pencernaan sensitif.

4. Membuat napas dan aroma tubuh jadi menyengat

Magnific/benzoix

Aroma khas jengkol berasal dari kandungan sulfur di dalamnya. Setelah dikonsumsi, senyawa sulfur tersebut akan diserap tubuh lalu dikeluarkan melalui napas, keringat, dan urine. 

Mengutip dari Healthline, makanan tinggi sulfur dapat memengaruhi bau napas dan aroma tubuh karena senyawanya ikut dikeluarkan melalui proses metabolisme tubuh. Inilah sebabnya aroma jengkol sering kali bertahan cukup lama meski seseorang sudah menyikat gigi atau mandi.

Kondisi ini dapat menurunkan rasa percaya diri saat berbicara dengan orang lain atau berada di tempat umum. Aroma menyengat tersebut juga biasanya lebih kuat jika jengkol dikonsumsi dalam jumlah besar.

5. Meningkatkan kadar asam urat

Pexels/Towfiqu Barbhuiya

Jengkol juga mengandung purin yang cukup tinggi. Di dalam tubuh, purin akan diolah menjadi asam urat. Jika kadarnya terlalu banyak, asam urat dapat membentuk kristal di persendian dan memicu peradangan.

Akibatnya, seseorang bisa mengalami nyeri sendi mendadak, bengkak, kemerahan, hingga rasa sakit menusuk terutama pada kaki dan lutut. Risiko ini lebih tinggi pada orang yang memang memiliki riwayat penyakit asam urat atau gout.

Itu tadi 5 bahaya konsumsi jengkol berlebihan bagi kesehatan. Kalau kamu dan keluarga suka makanan satu ini, tetap perhatikan porsi dan jangan berlebihan, ya!

Editorial Team