Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Perlu Dihindari, 7 Kebiasaan yang Bisa Jadi Red Flag di Awal Hubungan

Perlu Dihindari, 7 Kebiasaan yang Bisa Jadi Red Flag di Awal Hubungan
Pexels/Timur Weber
Intinya Sih
  • Perhatian berlebihan atau love bombing di awal hubungan, termasuk desakan komitmen cepat. Situasi ini dapat membuat seseorang terikat emosional sebelum benar-benar saling mengenal.

  • Kontrol terhadap pakaian, pergaulan, kata sandi, atau lokasi, serta pengabaian batasan pribadi, seolah menjadi tanda hubungan tidak memberi ruang untuk privasi dan rasa aman.

  • Sikap kasar, manipulatif, sering membahas mantan, dan silent treatment dapat menghambat komunikasi terbuka serta penyelesaian konflik yang sehat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Memulai hubungan baru biasanya dipenuhi perasaan bahagia dan antusias untuk mengenal satu sama lain. Namun, di balik momen manis tersebut, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari karena bisa menjadi tanda adanya masalah dalam hubungan.

Red flag dalam hubungan tidak selalu muncul dalam bentuk perilaku yang langsung terlihat buruk. Bisa saja dimulai dari perhatian yang terlalu berlebihan, sikap yang mulai mengontrol, tidak menghargai batasan, terlalu sering membicarakan mantan, hingga cara seseorang menghadapi konflik.

Mengenali kebiasaan tersebut sejak awal dapat membantu memahami apakah hubungan yang dijalani terasa sehat dan saling menghargai. Berikut Popmama.com rangkum beberapa kebiasaan yang bisa menjadi red flag di awal hubungan.

Yuk, disimak!

Deretan Kebiasaan yang Bisa Jadi Red Flag di Awal Hubungan

1. Love bombing dengan perhatian yang berlebihan

Couple Relationship
Pexels/Edward Eyer

Di awal hubungan, mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari seseorang tentu bisa terasa menyenangkan. Namun, perlu waspada jika afeksi, sanjungan, hadiah, atau komunikasi yang diberikan terasa terlalu intens hingga membuat hubungan berjalan sangat cepat.

Love bombing juga bisa terlihat ketika seseorang terus mendesak komitmen meski hubungan masih berada di tahap awal. Perhatian berlebihan tersebut dapat membuat seseorang cepat merasa terikat atau bergantung secara emosional sebelum benar-benar mengenal satu sama lain.

2. Terlalu cepat berusaha mengontrol

Couple Relationship
Pexels/Anete Lusina

Perilaku mengontrol juga bisa menjadi tanda yang perlu diperhatikan sejak awal hubungan. Misalnya, pasangan mulai mengatur cara berpakaian, menentukan ke mana boleh pergi, atau membatasi pertemanan tanpa alasan yang jelas.

Hal tersebut bisa semakin mengkhawatirkan jika pasangan memaksa meminta kata sandi media sosial atau akses lokasi hanya untuk mengawasi kegiatan. Hubungan yang sehat seharusnya tetap memberikan ruang bagi masing-masing pihak untuk memiliki privasi dan kehidupan pribadi.

3. Mudah bersikap kasar kepada orang lain

Couple Relationship
Pexels/cottobro studio

Cara seseorang memperlakukan orang lain juga bisa menjadi gambaran bagaimana ia menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginannya. Perhatikan bagaimana ia bersikap kepada pelayan restoran, kasir, pengemudi, atau orang lain yang ditemui dalam keseharian.

Jika ia sering meremehkan orang lain, berbicara dengan nada tinggi, atau menunjukkan emosi yang meluap-luap hanya karena persoalan sepele, maka hal tersebut patut menjadi perhatian.

Bukan tidak mungkin sikap serupa dapat muncul dalam hubungan ketika nantinya terjadi konflik.

4. Bersikap manipulatif atau melakukan gaslighting

Couple Relationship
Pexels/Timur Weber

Sikap manipulatif juga termasuk red flag yang sebaiknya tidak diabaikan. Salah satunya ketika pasangan memutarbalikkan fakta saat ditegur hingga membuat seseorang merasa bersalah atau mulai meragukan ingatan dan pemahaman diri sendiri.

Perilaku ini juga dapat muncul dalam bentuk playing victim ketika sedang membahas masalah. Alih-alih menyelesaikan persoalan bersama, pasangan justru membuat dirinya seolah-olah menjadi pihak yang paling dirugikan.

5. Tidak menghargai batasan yang sudah dibuat

Couple Relationship
Pexels/Keira Burton

Setiap orang tetap memiliki batasan dan ruang pribadi meskipun sedang menjalin hubungan dengan orang lain. Oleh karena itu, perlu waspada jika pasangan terus memaksa ketika sudah mengatakan "tidak" atau menolak ajakan tertentu.

Red flag juga bisa terlihat ketika pasangan datang tanpa diundang atau justru marah saat membutuhkan waktu untuk diri sendiri. Menghargai batasan merupakan bagian penting dalam membangun rasa aman serta kepercayaan dalam hubungan.

6. Terus-menerus membicarakan mantan

Couple Relationship
Pexels/Min An

Membicarakan pengalaman dari hubungan sebelumnya sebenarnya bukan sesuatu yang selalu buruk. Namun, situasinya menjadi berbeda jika mantan terus menjadi topik utama dalam hampir setiap percakapan.

Perlu diperhatikan juga jika pasangan sering membandingkan diri dengan mantannya, baik dengan cara memuji maupun merendahkan. Kebiasaan tersebut bisa menjadi tanda bahwa hubungan masa lalu masih memiliki pengaruh besar dalam hubungan yang sedang dijalani.

7. Memberikan silent treatment secara sengaja

Couple Relationship
Pexels/Tima Miroshnichenko

Setiap pasangan tentu bisa membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah terjadi perselisihan. Namun, menghilang atau sengaja menolak berkomunikasi selama berhari-hari tanpa memberikan kejelasan merupakan hal yang berbeda.

Silent treatment dapat membuat pasangan merasa dihukum dan kebingungan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Dibandingkan menggunakan sikap dingin sebagai bentuk hukuman, konflik sebaiknya diselesaikan dengan komunikasi yang terbuka setelah masing-masing pihak merasa cukup tenang.

Setiap orang tentu memiliki kebiasaan dan cara yang berbeda dalam menjalani hubungan. Namun, jika beberapa perilaku di atas mulai terasa mengganggu, membuat tidak nyaman, atau dilakukan berulang kali, ada baiknya tidak langsung mengabaikannya.

Itulah tadi beberapa kebiasaan yang bisa menjadi red flag di awal hubungan. Hubungan yang sehat seharusnya dibangun dengan rasa saling menghargai, komunikasi yang terbuka, serta batasan yang tetap dihormati.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More