Popmama.com/Nita Ayu Amalia/AI
Selain dua penelitian tersebut, ada juga laporan dari Ipsos melalui Ipsos Global Happiness Report tahun 2024.
Hasil survei ini menunjukkan bahwa sekitar 82% masyarakat Indonesia mengaku merasa bahagia, angka yang tergolong cukup tinggi dibandingkan rata-rata global.
Survei tersebut melibatkan lebih dari 24 ribu responden dari sekitar 30 negara di dunia, termasuk sekitar 500 responden dari Indonesia. Penelitian dilakukan melalui survei online terhadap orang dewasa dari berbagai kelompok usia.
Menariknya, hasil penelitian ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan tingkat kebahagiaan tertinggi di Asia Tenggara, melampaui beberapa negara lain di kawasan seperti Thailand, Malaysia, dan Singapore.
Jika dilihat lebih dalam, kebahagiaan masyarakat Indonesia banyak dipengaruhi oleh hubungan keluarga yang kuat.
Dalam survei tersebut, sekitar 89% responden Indonesia menyatakan puas dengan hubungan mereka dengan keluarga, jauh di atas rata-rata global.
Selain keluarga, faktor lain yang turut berkontribusi terhadap kebahagiaan masyarakat Indonesia adalah kesehatan, hubungan pertemanan, serta kepuasan terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Dukungan sosial dari lingkungan sekitar membuat banyak orang merasa hidup mereka lebih stabil dan bermakna.
Meski begitu, survei ini juga mencatat bahwa sebagian masyarakat masih memiliki kekhawatiran terkait kondisi ekonomi dan keuangan pribadi, yang menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan hidup.
Dari berbagai penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa Indonesia memang memiliki tingkat kebahagiaan yang relatif tinggi, terutama dalam aspek hubungan sosial, keluarga, serta nilai spiritual dalam kehidupan masyarakat.
Itulah jawaban dari pertanyaan benarkah Indonesia negara paling bahagia di dunia? Jawabannya bergantung pada indikator dan metode penelitian yang digunakan.
Beberapa studi menempatkan Indonesia di posisi sangat tinggi, sementara laporan global lain menunjukkan peringkat yang masih berada di papan tengah.
Yang jelas, berbagai riset tersebut menunjukkan bahwa kebahagiaan tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, tetapi juga oleh kualitas hubungan sosial, rasa kebersamaan, serta makna hidup yang dirasakan masyarakatnya.