Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
doctor-patient-are-discussing-something-just-hands-table.jpg
Freepik/ijeab

Intinya sih...

  • Konsultasi dan diagnosis dokter

  • Bedah laparoskopi

  • Operasi terbuka (Open Surgery)

  • Jangan coba obat rumahan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia umbilikalis pada orang dewasa tidak akan sembuh sendiri dan memerlukan penanganan medis. Benjolan di pusar yang muncul saat batuk, tertawa, atau mengejan bisa menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan.

Meski terlihat sepele, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri dan ketidaknyamanan, bahkan berisiko komplikasi jika dibiarkan terlalu lama. Banyak orang baru sadar setelah benjolan semakin jelas atau terasa sakit.

Berikut Popmama.com rangkum beberapa hal penting yang perlu Mama ketahui tentang cara mengobati Hernia Umbilikalis. 

1. Konsultasi dan diagnosis dokter

Freepik

Langkah pertama yang wajib dilakukan jika mencurigai hernia umbilikalis adalah berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat benjolan di area pusar dan menilai sejauh mana hernia berkembang. 

Selain pemeriksaan fisik, dokter biasanya akan menanyakan gejala yang dirasakan, seperti rasa nyeri, ketidaknyamanan saat batuk atau mengejan, serta riwayat kesehatan lain yang mungkin memengaruhi pengobatan.

Melansir Healthline, jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan tambahan seperti rontgen atau USG untuk memastikan tidak ada komplikasi. Tes darah juga bisa untuk mencari infeksi atau iskemia, terutama jika usus terjepit.

2. Bedah laparoskopi

Freepik/gpointstudio

Bedah laparoskopi dilakukan melalui beberapa sayatan kecil di perut, dengan bantuan alat khusus yang dilengkapi kamera. Dokter dapat melihat area hernia secara jelas dan memperbaikinya dari dalam tanpa membuat sayatan besar.

Selama prosedur, mesh atau jaring sintetis biasanya dipasang melalui sayatan kecil untuk memperkuat dinding perut dan mencegah hernia muncul kembali. Cara ini menjaga area operasi tetap kuat sekaligus meminimalkan risiko kambuh.

Keunggulan bedah laparoskopi termasuk nyeri pasca operasi lebih ringan, bekas luka minimal, dan pemulihan lebih cepat dibanding bedah terbuka. Metode ini umumnya dipilih untuk hernia berukuran sedang atau pasien yang ingin pemulihan lebih nyaman.

3. Operasi terbuka (Open Surgery)

Freepik

Dokter biasanya menyarankan bedah terbuka untuk hernia umbilikalis besar atau berisiko komplikasi, dengan sayatan di pusar untuk mengembalikan jaringan dan memperkuat otot dinding perut.

Seringkali, dokter juga menambahkan mesh atau jaring sintetis untuk memperkuat dinding perut dan mencegah hernia muncul kembali. Dengan cara ini, hasil operasi lebih tahan lama dibanding hanya menjahit otot tanpa penguat tambahan.

Meskipun pemulihan pasca operasi terbuka cenderung lebih lama dibandingkan metode laparoskopi, prosedur ini tetap menjadi pilihan utama untuk hernia besar atau kompleks karena memberikan kontrol langsung pada area yang bermasalah.

4. Jangan coba obat rumahan

Freepik/snowing

Banyak mitos beredar mengenai cara menutup hernia umbilikalis di rumah, salah satunya menempelkan koin, pita, atau plester di pusar. Cara-cara seperti ini tidak efektif untuk mengobati hernia dan sama sekali tidak bisa menggantikan penanganan medis yang tepat.

Menurut Mayo Clinic, menempelkan selotip atau benda di atas tonjolan tidak membantu dan kuman dapat menumpuk di bawah selotip, menyebabkan infeksi. Kulit di sekitar pusar cukup sensitif, sehingga menempelkan benda asing justru bisa memperburuk kondisi.

Dokter selalu menekankan bahwa satu-satunya cara efektif mengobati hernia pada orang dewasa adalah melalui bedah, baik terbuka maupun laparoskopi. Mengandalkan obat rumahan hanya menunda penyembuhan dan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius.

Nah, itulah informasi seputar hernia umbilikalis pada orang dewasa yang penting Mama ketahui.

Editorial Team