Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
8 Ciri-Ciri Hernia yang Patut Dicurigai, Nomer 6 Sering Disepelekan!
istockphoto/mi-viri

Intinya sih...

  • Muncul benjolan di area tertentu, terutama saat aktivitas meningkat

  • Benjolan bisa masuk kembali pada tahap awal, tetapi tetap berisiko membesar tanpa perawatan

  • Nyeri atau rasa tidak nyaman saat mengangkat benda berat atau berdiri terlalu lama

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Hernia merupakan kondisi medis ketika organ dalam tubuh, seperti usus atau jaringan lemak, menonjol keluar melalui celah pada otot atau jaringan yang melemah.

Kondisi ini bisa dialami siapa saja, baik pria maupun wanita, dan sering kali berkembang secara perlahan tanpa disadari. Pada tahap awal, hernia mungkin tidak menimbulkan keluhan berarti, sehingga banyak orang menunda pemeriksaan.

Padahal, mengenali tanda-tanda hernia sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius. Menurut Mayo Clinic, hernia umumnya tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan berisiko memburuk jika tidak ditangani secara tepat.

Berikut, Popmama.com akan menjelaskan 8 ciri-ciri hernia yang patut dicurigai, terutama di nomor 6 karena sering disepelekan. Yuk simak!

1. Muncul benjolan di area tertentu

istockphoto/MaRRitch

Ciri hernia yang paling sering dikenali adalah munculnya benjolan di area perut, selangkangan, atau pusar. Benjolan ini biasanya terlihat lebih jelas saat berdiri, batuk, tertawa, atau mengejan karena tekanan di dalam perut meningkat.

Pada sebagian orang, benjolan bisa terlihat kecil dan tidak terlalu mengganggu pada awal kemunculannya. Namun seiring waktu, ukuran benjolan dapat bertambah besar jika tidak ditangani.

National Health Service (NHS) menyebutkan bahwa benjolan hernia cenderung lebih tampak saat aktivitas yang meningkatkan tekanan di perut. Jika dirasa terdapat benjolan, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut ya, Ma!

2. Benjolan bisa masuk kembali

istockphoto/androsov58

Pada tahap awal, benjolan hernia sering kali dapat masuk kembali ke dalam perut saat penderita berbaring atau ditekan secara perlahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa hernia masih bersifat deductible dan belum mengalami penyempitan.

Meski demikian, kemampuan benjolan untuk masuk kembali bukan berarti kondisi tersebut aman untuk diabaikan. Tanpa perawatan, hernia tetap berisiko membesar dan sulit dikembalikan ke posisi semula.

3. Nyeri atau rasa tidak nyaman

istockphoto/RealPeopleGroup

Hernia dapat menimbulkan nyeri ringan hingga sedang, terutama saat mengangkat benda berat, berdiri terlalu lama, atau melakukan aktivitas fisik tertentu.

Rasa nyeri ini sering digambarkan seperti sensasi perih, tertarik, atau ditekan dari dalam. Pada sebagian penderita, nyeri akan berkurang saat beristirahat atau berbaring.

Namun, nyeri yang semakin sering muncul bisa menjadi tanda bahwa hernia mulai memburuk. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa nyeri pada hernia disebabkan oleh tekanan organ terhadap jaringan otot yang melemah.

4. Rasa berat atau tertarik di area tertentu

istockphoto/Phynart Studio

Selain nyeri, penderita hernia juga sering merasakan sensasi berat atau tertarik di area benjolan. Keluhan ini biasanya muncul setelah beraktivitas seharian atau saat tubuh dalam posisi berdiri lama.

Banyak orang mengira rasa ini hanya akibat kelelahan biasa. Padahal, sensasi tersebut bisa menjadi tanda awal adanya hernia yang belum disadari. Segera lakukan pemeriksaan lebih awal untuk menghindari resiko lanjutan kedepannya.

5. Pembengkakan atau kemerahan

istockphoto/peterschreiber.media

Pada kondisi tertentu, area sekitar hernia bisa tampak bengkak, kemerahan, atau terasa hangat saat disentuh. Hal ini dapat menunjukkan adanya peradangan pada jaringan sekitar hernia.

Pembengkakan biasanya disertai rasa nyeri yang semakin jelas. Jika keluhan ini terus berlanjut, pemeriksaan medis sangat dianjurkan untuk mencegah komplikasi.

6. Mual dan muntah

istockphoto/Dragana991

Mual dan muntah dapat terjadi jika hernia mulai menekan atau menjepit saluran pencernaan. Gejala ini sering muncul secara bertahap, terutama setelah makan atau saat hernia semakin membesar.

Pada beberapa kasus, mual dan muntah bisa disertai perut kembung. Kondisi ini menandakan bahwa fungsi pencernaan mulai terganggu. Menurut Johns Hopkins Medicine, mual dan muntah pada penderita hernia dapat menjadi tanda adanya gangguan aliran usus.

7. Sulit buang air besar atau buang gas

istockphoto/Satjawat Boontanataweepol

Kesulitan buang air besar atau tidak bisa buang gas merupakan tanda yang perlu diwaspadai pada penderita hernia. Kondisi ini bisa terjadi ketika usus terjebak di dalam celah hernia.

Akibatnya, pergerakan usus menjadi terganggu dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat berkembang menjadi penyumbatan usus yang serius.

8. Nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba

Istockphoto/izusek

Nyeri hebat yang muncul secara mendadak, disertai benjolan yang keras dan tidak bisa dimasukkan kembali, bisa menjadi tanda hernia terjepit. Kondisi ini sering kali disertai mual, muntah, dan demam.

Hernia terjepit merupakan keadaan darurat medis. Penanganan yang terlambat dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan komplikasi yang membahayakan nyawa. American College of Surgeons menegaskan bahwa hernia terjepit membutuhkan tindakan medis segera.

Hernia sering dianggap masalah kecil karena tidak selalu terasa menyakitkan di awal. Padahal, di situlah letak bahayanya: tubuh memberi peringatan diam-diam, sementara kita sibuk menormalisasi rasa tidak nyaman.

Kebiasaan menunda inilah yang membuat banyak orang baru sadar saat kondisinya sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenali 8 ciri-ciri hernia berarti belajar lebih jujur pada tubuh sendiri.

Bukan untuk hidup dalam rasa takut, tetapi untuk mengambil kendali sebelum masalah berkembang lebih jauh. Dalam banyak kasus, perhatian kecil di waktu yang tepat justru menentukan seberapa besar dampaknya di kemudian hari.

Editorial Team