Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
6 Ciri-Ciri Herpes di Bibir yang Jarang Disadari tapi Dapat Memburuk
istockphoto/Elja

Intinya sih...

  • Muncul lepuhan kecil berisi cairanBentuknya khas di permukaan kulit, bukan di dalam mulut seperti sariawan. Lepuhan ini terasa tegang dan kadang berdenyut karena peradangan.

  • Bibir terasa perih saat bergerakPeradangan di bibir membuat gerakan sederhana seperti mengunyah atau minum memicu rasa perih. Kelenjar getah bening di bawah rahang juga bisa membengkak.

  • Kelenjar di bawah rahang terasa membengkakPembengkakan kelenjar adalah tanda tubuh sedang melawan virus. Sensasi kesemutan atau panas juga muncul sebelum luka terbentuk.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Herpes di bibir sering muncul secara tiba-tiba dan kerap disangka iritasi biasa. Padahal, kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus yang bisa kambuh kapan saja, terutama saat daya tahan tubuh melemah.

Banyak orang tidak menyadari tanda-tandanya di awal, sehingga perawatan sering terlambat dilakukan. Jika dibiarkan, gejala dapat berkembang menjadi lebih nyeri dan mengganggu aktivitas harian.

Berikut Popmama.com akan membahas tentang 6 ciri-ciri herpes di bibir yang jarang disadari tapi dapat memburuk. Yuk simak pembahasannya berikut ini.

1. Muncul lepuhan kecil berisi cairan

istockphoto/undefined undefined

Begitu virus mulai aktif, lepuhan kecil berisi cairan bening akan muncul bergerombol, biasanya di tepi bibir atau kulit di sekitarnya. Lepuhan ini bisa berjumlah satu atau beberapa, dan sering bertambah dalam hitungan jam.

Bentuknya sangat khas karena muncul di permukaan kulit, bukan di dalam mulut seperti sariawan. Lepuhan ini juga terasa lebih tegang dan kadang berdenyut karena peradangan.

Pada beberapa kasus, lepuhan tampak seperti jerawat kecil, sehingga banyak yang salah sangka di awal. Cairan bening di dalamnya adalah tanda bahwa virus sedang sangat aktif dan siap menyebar.

Jika tidak hati-hati, sentuhan kecil saja bisa memindahkan virus ke bagian wajah lain.

2. Bibir terasa perih saat bergerak

istockphoto/Tatiana Andrianova

Saat lepuhan sudah terbentuk, peradangan di bibir mulai terasa jelas. Gerakan sederhana seperti mengunyah, minum, atau bahkan tersenyum dapat memicu rasa perih.

Sensasinya bukan hanya panas, tetapi seperti ditusuk halus dari dalam kulit. Rasa perih ini muncul karena area yang terinfeksi menjadi lebih sensitif dan mengalami pembengkakan ringan.

Bahkan saat kamu tidak melakukan apa-apa, bibir bisa terasa berdenyut atau ngilu. Hal ini sering membuat penderita lebih memilih makan makanan lunak atau minuman hangat.

Pada beberapa orang, rasa perih juga dibarengi sensasi kaku di permukaan bibir.

3. Kelenjar di bawah rahang terasa membengkak

istockphoto/P Stock

Selain gejala yang muncul langsung di bibir, infeksi herpes juga memicu reaksi tubuh yang terasa di bagian lain. Salah satunya adalah pembengkakan kelenjar getah bening di bawah rahang atau leher.

Kelenjar bisa terasa lebih keras, lebih besar, atau sedikit nyeri saat ditekan. Ini adalah tanda bahwa tubuh sedang bekerja melawan virus yang aktif.

Pembengkakan kelenjar biasanya berlangsung sejak fase awal hingga luka mulai mengering. Pada beberapa orang, pembengkakan ini juga disertai rasa pegal di area leher.

Meski terasa mengganggu, pembengkakan ini sebenarnya menunjukkan bahwa imun tubuh sedang bekerja maksimal.

4. Bibir terasa kesemutan atau panas sebelum luka

istockphoto/Pornpak Khunaton

Tanda awal sering muncul tanpa disadari. Kamu akan merasakan sensasi seperti kesemutan, panas, atau seperti digigit semut kecil di area tertentu bibir.

Sensasi ini biasanya muncul 24–48 jam sebelum lepuhan terlihat di permukaan kulit. Karena belum ada tanda fisik, banyak yang mengira ini hanya iritasi biasa atau efek cuaca.

Tapi bagi yang sudah pernah terkena herpes sebelumnya, sensasi ini biasanya langsung dikenali karena muncul di titik yang sama atau sangat berdekatan.

Pada beberapa kasus, area yang kesemutan juga mulai tampak sedikit memerah. Semakin kuat sensasinya, semakin besar kemungkinan lepuhan akan segera muncul.

5. Herpes sering muncul di lokasi yang sama

istockphoto/apichsn

Virus HSV-1 tidak hilang dari tubuh, melainkan berdiam di sistem saraf dan bisa kembali aktif kapan saja ketika imun menurun. Itulah sebabnya herpes sering kambuh di titik yang sama, misalnya sudut bibir atau bagian tepi tertentu.

Ketika stress, kurang tidur, terpapar sinar matahari berlebihan, atau sedang sakit flu, virus lebih mudah aktif kembali. Pola kekambuhan yang berulang inilah yang membuat banyak orang akhirnya hafal betul tanda awal herpes.

Pada beberapa kasus, kambuhnya herpes bisa lebih ringan dari infeksi pertama. Namun jika terlalu sering muncul, ini bisa jadi sinyal tubuh butuh istirahat dan perawatan ekstra.

6. Lepuhan pecah dan menjadi luka terbuka

istockphoto/somethingway

Dalam 1–2 hari, lepuhan biasanya akan pecah secara alami dan meninggalkan luka terbuka yang basah atau tampak mengkilap.

Inilah fase yang dianggap paling menular karena cairan dari lepuhan mengandung virus dalam jumlah yang sangat tinggi. Luka terbuka ini dapat terasa perih ketika terkena air, makanan, atau tersentuh tanpa sengaja.

Warnanya biasanya lebih merah dibandingkan area sekitarnya, menandakan adanya peradangan aktif. Banyak orang merasa fase ini paling mengganggu karena luka tampak jelas dari luar.

Jika tidak dijaga kebersihannya, luka juga bisa berisiko terinfeksi bakteri lain. Herpes di bibir memang bukan penyakit berbahaya, tetapi gejalanya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mudah menular ke orang sekitar.

Dengan mengenali 6 ciri-ciri herpes di bibir yang jarang disadari sejak awal, kamu bisa melakukan langkah pencegahan lebih cepat, seperti tidak menyentuh area luka, memakai lip balm SPF, hingga memastikan kondisi tubuh tetap fit.

Perawatan yang tepat di fase awal juga bisa membantu mempercepat penyembuhan. Jika herpes sering muncul kembali atau sembuhnya sangat lama, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter

Selain itu, dapat melakukan perawatan antiviral yang lebih efektif. Semakin cepat ditangani, semakin cepat pula gejala mereda dan tidak semakin parah.

Editorial Team