Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Ciri-Ciri Stroke Mau Sembuh, Perubahan Kecil yang Jadi Tanda Besar
Freepik/Lifestylememory

Intinya sih...

  • Gerakan kecil menandakan otak sedang berusaha membentuk jalur baru untuk mengontrol otot

  • Kemampuan bicara terdengar lebih jelas dan respon terhadap pertanyaan juga lebih nyambung.

  • Keseimbangan tubuh lebih stabil

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Saat anggota keluarga mengalami stroke, Mama dan Papa biasanya jadi jauh lebih peka terhadap perubahan kecil. Gerakan jari, cara bicara, sampai ekspresi wajah terasa lebih diperhatikan dari biasanya.

Di tengah proses pemulihan, wajar kalau muncul harapan sekaligus tanda tanya, “Apakah ini pertanda mulai sembuh? atau hanya membaik sementara?”

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa pemulihan stroke umumnya berlangsung bertahap dan membutuhkan pendampingan jangka panjang.

Sementara itu, World Health Organization (WHO) menyebut perubahan kecil yang muncul secara konsisten sering menjadi indikator awal pemulihan fungsi tubuh.

Penjelasan senada juga disampaikan oleh American Stroke Association, yang menekankan pentingnya mengenali tanda-tanda perbaikan sejak dini.

Adapun Mayo Clinic menyebutkan bahwa proses pemulihan setiap pasien bisa berbeda, tetapi umumnya ditandai oleh kemajuan fisik, kognitif, dan emosional secara perlahan.

Untuk lebih jelasnya, Popmama.com telah merangkum ciri-ciri stroke mau sembuh. Yuk simak penjelasannya dibawah ini.

1. Gerakan tubuh mulai muncul kembali

Freepik/Freepik

Salah satu tanda yang paling sering membuat keluarga menaruh harapan adalah saat pasien mulai bisa menggerakkan bagian tubuh yang sebelumnya lemah. Gerakan ini biasanya sangat kecil dan tidak langsung terlihat jelas.

Bisa berupa jari yang sedikit bergerak atau tangan yang merespon saat diajak latihan. Meski tampak sederhana, perubahan ini sering menjadi momen yang berarti. Bagi Mama dan Papa, ini menandakan tubuh pasien mulai memberi respon positif.

Gerakan kecil tersebut menunjukkan bahwa otak sedang berusaha membentuk jalur baru untuk mengontrol otot. Proses ini tidak selalu berjalan mulus dan bisa naik turun.

Ada hari ketika gerakan terasa lebih baik, ada juga hari ketika terlihat lambat. Kondisi ini masih tergolong wajar dalam pemulihan stroke. Yang terpenting, latihan tetap dilakukan secara rutin dan bertahap.

2. Bicara lebih jelas dan respon lebih tepat

Freepik/Freepik

Setelah stroke, kemampuan bicara sering mengalami gangguan yang cukup signifikan. Pasien bisa berbicara pelo, sulit merangkai kata, atau tampak frustasi karena tidak dipahami.

Saat kondisi mulai membaik, ucapan pasien biasanya terdengar lebih jelas. respon terhadap pertanyaan juga mulai lebih nyambung. Komunikasi terasa lebih hidup dibanding sebelumnya yang mungkin cukup sulit.

Mama dan Papa mungkin mulai bisa mengajak pasien berbincang ringan tanpa terlalu banyak menebak maksudnya. Pasien pun terlihat lebih percaya diri saat berbicara seperti sediakala.

Perubahan ini umumnya terjadi perlahan dan membutuhkan kesabaran. Dukungan keluarga sangat membantu agar pasien tidak merasa tertekan. Semakin sering diajak berkomunikasi, kemampuan bicara biasanya ikut berkembang.

3. Keseimbangan tubuh lebih stabil

Freepik/rawpixel.com

Gangguan keseimbangan menjadi keluhan umum setelah stroke. Di awal pemulihan, duduk tegak atau berdiri bisa terasa sangat sulit. Namun saat kondisi membaik, pasien mulai bisa duduk lebih stabil tanpa mudah miring.

Beberapa pasien juga mampu berdiri lebih lama meski masih perlu pegangan. Ini menjadi tanda bahwa koordinasi tubuh mulai membaik dan menandakan adanya kekuatan pada otot tubuh.

Mama dan Papa mungkin melihat pasien mulai berani berpindah posisi atau mencoba melangkah perlahan. Meski masih beresiko jatuh, keberanian ini biasanya muncul seiring meningkatnya kontrol tubuh.

Pendampingan tetap penting agar pasien merasa aman. Keseimbangan yang membaik menjadi dasar sebelum pasien bisa kembali berjalan. Proses ini membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten.

4. Mati rasa dan kesemutan mulai berkurang

Freepik/DC Studio

Baal atau mati rasa di satu sisi tubuh sering dialami penyintas stroke. Kondisi ini bisa membuat pasien tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian. Saat stroke mulai sembuh, sensasi tersebut perlahan berkurang.

Pasien mulai merasakan sentuhan dengan lebih jelas. Bahkan, beberapa sudah bisa membedakan suhu panas dan dingin. Perubahan ini menandakan saraf tubuh mulai merespon kembali.

Meski tidak langsung pulih sepenuhnya, kemajuan kecil ini tetap penting. Mama dan Papa bisa membantu dengan stimulasi ringan, seperti menyentuh benda berbeda tekstur.

Latihan ini membantu saraf terus bekerja sehingga otot dan saraf dapat mengenali adanya perubahan. Selama ada perkembangan, itu menjadi tanda pemulihan masih berlangsung.

5. Daya ingat dan konsentrasi membaik

Freepik/Freepik

Stroke tidak hanya berdampak pada fisik, tetapi juga kemampuan berpikir. Pasien bisa menjadi mudah lupa atau sulit fokus. Saat kondisi mulai membaik, pasien biasanya lebih mudah mengikuti percakapan.

Ia juga mulai mengingat hal-hal sederhana. respon terhadap instruksi pun terasa lebih cepat. Mama dan Papa bisa melihat perubahan ini dari cara pasien berinteraksi sehari-hari.

Aktivitas ringan seperti mengobrol atau menonton bersama bisa membantu. Jangan khawatir jika pasien masih sering lupa. Pemulihan fungsi kognitif memang membutuhkan waktu. Yang penting, pasien terus distimulasi tanpa tekanan berlebihan.

6. Emosi lebih stabil dan terkontrol

Freepik/partystock

Perubahan emosi pasca stroke sering membuat keluarga kewalahan. Pasien bisa mudah marah, sedih mendadak, atau menangis tanpa sebab. Saat kondisi mulai membaik, emosi biasanya terasa lebih stabil.

Pasien tampak lebih tenang dan jarang mengalami ledakan emosi. Interaksi dengan keluarga pun menjadi lebih nyaman. Mama dan Papa mungkin melihat pasien lebih sabar dalam menghadapi situasi sehari-hari.

Meski sesekali emosi masih naik turun, kondisinya tidak separah sebelumnya. Dukungan emosional tetap sangat dibutuhkan. Lingkungan yang tenang membantu pasien merasa aman dan emosi menjadi salah satu tanda pemulihan.

7. Aktivitas sehari-hari mulai bisa dilakukan

Freepik/Freepik

Kemampuan melakukan aktivitas harian sering menjadi indikator nyata pemulihan stroke. Di awal, pasien biasanya sangat bergantung pada bantuan orang lain. Saat kondisi membaik, pasien mulai bisa melakukan hal sederhana sendiri.

Mulai dari makan, memegang gelas, hingga menyikat gigi. Setiap kemajuan terasa sangat berarti. Kemandirian ini berdampak besar pada kepercayaan diri pasien. Ia merasa lebih berdaya dan tidak selalu bergantung pada orang lain.

Mama dan Papa sebaiknya tetap mendampingi tanpa terlalu membatasi. Biarkan pasien mencoba sesuai kemampuannya. Setiap keberhasilan kecil layak diapresiasi sebagai bagian dari proses sembuh.

Mama dan Papa, pemulihan stroke hampir selalu berjalan lewat perubahan kecil, bukan lompatan besar yang instan. Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya konsistensi perawatan dan terapi dalam proses ini.

Sejalan dengan itu, American Stroke Association menyebut bahwa kemajuan kecil yang muncul berulang sering menjadi sinyal tubuh sedang beradaptasi.

Mayo Clinic juga menegaskan bahwa dukungan keluarga berperan besar dalam membantu pasien menjalani masa pemulihan dengan lebih baik. Selama perubahan kecil itu terus ada, harapan pun tetap hidup.

Nah, sekarang Mama dan Papa sudah tahu nih ciri-ciri stroke mau sembuh. Jadi, kedepannya, Mama dan Papa tidak perlu khawatir lagi jika ada anggota keluarga atau orang tersayang yang terkena stroke karena harapan sembuh selalu ada.

Editorial Team