Ingin Mengajukan Cuti Kerja? Ini 7 Etika yang Perlu Kamu Lakukan

Wah apa saja ya, Ma?

12 Februari 2020

Ingin Mengajukan Cuti Kerja Ini 7 Etika Perlu Kamu Lakukan
Pexel/Energepic.com

Kamu perlu untuk menyadari pentingnya meminta cuti kerja meski hanya untuk sekadar pergi berlibur ataupun untuk keperluan kamu lainnya. Mengambil waktu cuti, tidak hanya akan menurunkan risiko penyakit jantung dan depresi, tetapi juga akan meningkatkan produktivitas kamu dan menurunkan tingkat stres. 

Cuti merupakan hak setiap karyawan yang bekerja sesuai kebijakan perusahaannya masing-masing. Setiap karyawan biasanya diberi jatah cuti dengan ketentuan yang berbeda pada setiap jenis cuti yang diambil.

Bagi karyawan yang akan mengambil waktu cuti, sebaiknya memperhatikan etika yang harus dilakukan sebelum mengambil waktu cuti sehingga pikiran pun akan menjadi lebih tenang ketika sedang cuti.

Berikut adalah etika yang perlu kamu lakukan sebelum mengambil cuti yang telah Popmama.com rangkum dibawah ini:

1. Bersihkan ruang kerja sebelum melakukan cuti

1. Bersihkan ruang kerja sebelum melakukan cuti
Pexel/Serpstat

Ketika sudah kembali bekerja, kamu tentu tidak mau melihat ruang kerjamu yang sangat berantakan dan kotor. Untuk menghindari hal ini, luangkanlah waktu untuk merapihkan ruang kerjamu dari mulai memilah-milah tumpukan kertas sampai memeriksa laci atau lemari untuk memastikan apakah terdapat makanan-makanan yang mudah busuk.

Cabutlah semua peralatan elektronik seperti lampu meja untuk menghemat energi. Sementara itu, minta tolonglah kepada rekanmu jika ada benda-benda elektronik yang tidak bisa dimatikan dalam jangka waktu yang lama.
 

2. Ajukan cuti beberapa hari sebelumnya

2. Ajukan cuti beberapa hari sebelumnya
Pexel/mentatdgt

Meski cuti adalah hak seorang karyawan, perusahaan akan tetap memberikan ketentuan yang perlu dilakukan ketika kamu ingin mengajukan cuti. Salah satunya yaitu kamu harus mengajukan cuti dari jauh-jauh hari sebelumnya.

Hal tersebut dilakukan agar mempermudah proses administrasi. Mengajukan cuti dari jauh-jauh hari juga memberi waktu untuk menemukan pengganti kamu dalam melaksanakan tugas-tugasmu ketika sedang cuti.

3. Selesaikan tugas-tugas kamu yang tertunda

3. Selesaikan tugas-tugas kamu tertunda
Pexel/breakingpic

Kamu harus selesaikan terlebih dahulu tugas-tugasmu yang tertunda atau belum selesai. Hal tersebut dimaksudkan untuk menghindari tugas yang akan menumpuk jika tidak ada yang bisa menggantikan kamu ketika kamu sedang cuti.

Menyelesaikan pekerjaan yang tertunda sebelum cuti juga merupakan bentuk tanggung jawab dan profesionalisme kamu sebagai karyawan, kamu tentu tidak mau mempunyai citra yang buruk pada perusahaan tempat kamu bekerja, bukan?

Editors' Picks

4. Carilah rekan pengganti untuk mengerjakan tugasmu selama cuti

4. Carilah rekan pengganti mengerjakan tugasmu selama cuti
Pexel/ChristinaMorillo

Ketika kamu mengajukan cuti biasanya rekanmu akan menggantikan kamu dalam melakukan tugas-tugasmu. Biasanya ada rekan kerja satu divisi yang ditunjuk untuk menggantikan karyawan yang cuti.

Memindah tangankan pekerjaanmu kepada karyawan pengganti menjadi suatu hal yang penting dilakukan untuk kebaikan kamu dan perusahaan.

5. Meninggalkan nomor darurat yang bisa dihubungi

5. Meninggalkan nomor darurat bisa dihubungi
Pexel/pixabay

Meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi sewaktu-waktu adalah bentuk tanggung jawab dan profesionalitasmu sebagai karyawan. Hal ini dimaksudkan apabila ada sesuatu yang bersifat penting tentang pekerjaan, rekan penggantimu bisa langsung menghubungimu.

Tetapi biasanya rekan pengganti akan merasa segan ketika ingin menelepon kamu, sebab ia pasti tidak ingin menganggu waktu cutimu.

6. Jangan menyisakan tugas yang bersifat urgent

6. Jangan menyisakan tugas bersifat urgent
Pexel/Startupstockphotos

Salah satu etika yang baik ketika kamu ingin mengambil cuti ialah dengan menyelesaikan pekerjaan yang dianggap penting dan utama sebelum hari cuti berlangsung. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak menimbulkan masalah di kantor karena pekerjaan yang tertunda.

Manfaat lain yang dirasakan ketika sudah menyelesaikan tugas yang bersifat penting yaitu kamu bisa merasa tenang dalam menikmati waktu cutimu.

7. Catat semua password penting dan serahkan pada rekan penggantimu

7. Catat semua password penting serahkan rekan penggantimu
Pexel/pixabay

Kamu perlu meninggalkan catatan yang berisi semua password penting kepada rekan penggantimu. Hal ini untuk berjaga-jaga ketika kamu mungkin sulit untuk dihubungi ketika sedang cuti.

Meski password bersifat pribadi, jangan khawatir karena kamu dapat mengubahnya sewaktu-waktu. Sebaiknya kamu juga menghubungi klien penting dan beri tahu kepadanya bahwa kamu akan cuti. Hal tersebut akan membuat klien menyelesaikan urusannya denganmu segera.

Semoga bermanfaat ya, Ma!

Baca Juga

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!