Berprofesi sebagai publik figur, Angga Yunanda termasuk orang yang aktif di media sosial, khususnya Instagram. Namun, tak bisa dipungkiri, aktor kelahiran 2000 ini menyadari bahwa informasi yang tersebar di media sosial itu tidak boleh serta merta dipercaya langsung.
"Persebaran nformasi yang ada di media sosial itu sangat cepat. Kecepatan informasi itulah yang membuat kita terkadang kurang punya pemikiran panjang dalam mengolah informasi, termasuk berita-berita yang sedang trending," kata Angga Yunanda ketika diwawancarai secara eksklusif oleh Popmama.com.
Itu sebabnya, setiap pengguna media sosial memang ada baiknya bersikap bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi pada platform yang ada. Teguran untuk bijak menggunakan media sosial juga disinggung dalam film terbaru Angga Yunanda berjudul Budi Pekerti.
"Budi Pekerti ini bercerita tetang Bu Prani yang mendapatkan bullying di media sosial karena video marah-marahnya selama 15 detik itu viral. Sebenarnya, mereka sebagai netizen itu belum tahu kebenarannya. Tapi karena framing yang membentuk pemberitaan tersebut, jadi membuat hal yang salah justru menjadi benar dan berujung membuat Bu Prani terpojok," ungkap Angga Yunanda.
Menurut Angga, permasalahan yang diangkat dalam film Budi Pekerti menjadi salah satu kasus yang kerap terjadi di masayarakat zaman sekarang. Mudah sekali warganet mempercayai suatu informasi, tanpa mencari tahu kebenarannya.
"Jadi, penting sekali kita sebagai pengguna media sosial untuk bisa lebih bijak dalam melihat berita. Jangan hanya karena melihat headline atau 10 detik video itu langsung menghakimi mereka, padahal belum tentu itu semua adalah sebuah kebenaran," jelasnya.