Berita baiknya, digital overload bisa diatasi dengan langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, sebagai berikut:
Tetapkan batasan waktu digital
Contohnya:
Tidak membuka ponsel 1 jam setelah bangun tidur
Tidak membawa gadget ke tempat tidur
Menerapkan “jam bebas layar” saat makan atau bermain bersama anak
Kebiasaan kecil ini membantu Mama memberi ruang pada otak untuk beristirahat.
Atur ulang notifikasi
Matikan notifikasi aplikasi yang tidak penting. Notifikasi adalah pemicu terbesar stres mikro yang menumpuk sepanjang hari.
Batasi konsumsi media sosial
Mama bisa pakai timer atau batas waktu harian. Ini membantu mengurangi kebiasaan doomscrolling yang sering membuat Mama tidak sadar waktu berjalan.
Selingi aktivitas offline
Ajak anak menggambar, main peran, berkebun, masak, atau sekadar bersantai tanpa layar. Aktivitas ini membantu otak kembali ke ritme normal.
Terapkan teknik “single-tasking”
Daripada membuka banyak aplikasi sekaligus, fokuslah pada satu pekerjaan dalam satu waktu. Ini membuat pekerjaan selesai lebih cepat dan lebih efisien.
Rutin meregangkan tubuh
Setiap 20–30 menit, lakukan gerakan ringan untuk mata, leher, dan bahu. Ini membantu mengurangi ketegangan akibat layar.
Buat lingkungan rumah lebih mendukung
Letakkan ponsel di tempat tertentu saat sedang bersama keluarga. Dengan begitu, Mama tidak tergoda untuk mengecek layar terus-menerus.
Bangun rutinitas istirahat digital
Misalnya:
Rutinitas sederhana ini membantu tubuh pulih.
Digital overload adalah tantangan besar bagi Mama di era serba online. Namun, dengan kesadaran dan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, Mama bisa kembali menemukan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata.
Mengurangi paparan layar bukan berarti menjauh dari teknologi, tetapi mengatur agar teknologi bekerja untuk Mama, bukan sebaliknya.
Saat Mama lebih tenang, fokus, dan hadir sepenuhnya, keluarga pun ikut merasakan dampak positifnya. Karena kesehatan mental Mama adalah fondasi dari harmonisnya rumah.
Sekarang Mama sudah tahu nih tentang digital overload yang menjadi tantangan baru di era serba online. Mulai sekarang, yuk coba untuk mengatur waktu saat online, agar semua pekerjaan di rumah maupun di kantor lebih terstruktur.